masakan ibu

pic. courtesy of : twitter.com

 

Selama ini tampaknya para ibu punya rahasia.
Setiap kali pergi jauh ke luar kota, rasanya ingin sekali makan masakan ibu.
Bahkan, masakan koki di restaurant terkenal belum tentu mengalahkan masakan ibu.

Masakan ibu mungkin sederhana, tetapi di setiap sendok dan cecapan rasanya ada yang berbeda, sungguh istimewa. Apakah mungkin caranya memotong setiap sayuran?
Apakah penyedap rasa khusus yang dibeli ibu di pasar?
Atau ibu pernah belajar memasak dari koki terkenal?

Dengan senyumnya yang mendamaikan, ibu menggelengkan kepalanya.
Ibu tidak punya teknik khusus untuk memotong sayuran.
Tidak pula menggunakan penyedap rasa yang dibeli di pasar, apalagi penyedap rasa dikatakan tak baik untuk kesehatan.
Ibu tak pernah memakainya.
Ibu juga tak pernah belajar dari koki terkenal.
Semua masakan ibu dipelajari lewat turun temurun, dan terkadang lewat potongan resep yang dibaca di tabloid.

Lantas apa rahasia di balik masakanmu, Bu?

Dikeluarkannya sebuah kotak dari dapur.
Kotak itu tak terlalu besar, mungkin berukuran 20 x 20 cm.
Tampaknya kotak itu sudah tua usianya, bisa jadi ini adalah warisan nenek moyang yang membuat masakan ibu jadi super lezat.
Berbinarlah aku hendak diberi tahu rahasia oleh ibu.
Sebentar lagi, masakanku pasti sama lezatnya dengan masakan ibu, pikirku.

Dengan penuh semangat kubuka kotak itu.
Matakupun membisu.
Dalam bayanganku, ada bumbu rahasia yang digunakan ibu.
Namun kotak itu tak lebih dari kotak kayu kosong dengan ukiran indah yang tampak kuno.
Ah Ibu, aku sedang tak ingin bercanda nih Bu.
Tunjukkan padaku, apa rahasia masakan Ibu?

Masih tersenyum ibu pun memintaku untuk melihat lagi ke dalam kotak tua itu.
Kali ini kupejamkan mata terlebih dahulu, berharap setelah ini aku melihat serbuk ajaib dari negeri peri atau semacamnya.
Lagi, kubuka mata dan masih kotak kosong di depanku.
Aku pun tertunduk lesu.
Diraih tanganku oleh ibu, sambil berbisik, diceritakannyalah rahasia masakan ibu.

Cinta………………

Rahasia yang selama ini seharusnya aku tahu.
Bahkan tanpa membuka kotak itu, dan membayangkan serbuk peri, bumbu rahasia, atau semua khayalan bodohku.
Ah, ya benar Bu.
Cintalah yang ada di setiap menu masakanmu.
Yang membuatnya istimewa dan mengalahkan menu koki restaurant terkenal manapun.
Akan kubawa rahasia masakanmu ini Bu, kelak keluarga dan anak cucuku juga akan selalu merindukan masakanku.

 

 

Salam

Note :
Tulisan ini adalah khayalku saat kerinduan pada Ibunda begitu menggemuruh.
Semoga Allah swt selalu mencintai dan memanjakanmu Bu diatas sana…. Aamiin.

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

9 responses »

  1. Rio Saswono says:

    Saya suka sekali resep masakan tumis kangkung,dulu sering dimasakin sama oleh Ibu,tapi sekarang lebih sering di masakin oleh istri atau masak sendiri,kadang-kadang beli di luar. Kasihan Bun,kalo harus ngerepotin Ibu terus.

  2. konveksi surabaya says:

    setuju bund, masakan ibu memang no 1 , walau gag semahal di restourant tapi tetap no 1…

    salam kenal,

  3. Kania says:

    Miss my mom:(

  4. Dengan rahasia masakan yang berupa “cinta” kepada profesi dan peran kita sebagai seorang ibu/istri akan menghasilkan masakan yang selalu istimewa di tengah keluarga.
    Salam.

  5. Sepakat sekali, hal ini saya rasakan sewaktu dulu masih kuliah. Tidak ada masakan terenak selain masakan ibu..

  6. fitrimelinda says:

    aahh..setuju pake banget deh bunda…masakan mama itu emang paling dirindukan…

  7. winnaz says:

    setuju bund, sampai sekarang, udaah jadi ibu juga, tapi masakan ibu, yg sekarang dipanggil nenek, tetap juara.

  8. IchigoDewis says:

    gak juga..karena ibu ku gak tertlalu mau dan masak😀, karena terbiasa dengan bapak saja sekian tahun ini, suka nya jajan diluar, …dan jika aku pulang, malah aku yang jadi koki nya..hihihi…cuman ada satu masakan yang sampai sekarang aku tanya ke beliau gmana bikinnya, beliau sendiri tidak tau gmana dan apa yang kumaksud. masakan yang sederhana saat sedang krisis moneter tahun 98, cuman tahu goreng di potong potong dan kuahnya seperti cuka palembang tapi manis dan tidak ada rasa asamnya…aku pengen ngrasain itu lagi…sampai skrg lum ketemu.

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s