HiRes

Pic. Courtesy of : hires.id.com

Dipuji karena telah berhasil mendidik seorang anak hingga ia memiliki karakter yang baik merupakan impian tiap orang tua, khususnya ibu.
Sebab ibulah yang menghabiskan lebih banyak waktu bersama anak daripada ayah.
Lalu, bagaimana cara praktisnya untuk mengajarkan kebaikan pada anak?
Berikut jawabannya……

Jadilah teladan yang baik.

Ada sebuah ungkapan bahwa ketika Anda menjadi orang tua, maka Anda tidak akan bisa menyembunyikan apapun dari anak-anak Anda.
Apakah Anda memiliki kebiasaan makan di atas tempat tidur?
Lalu, jika suatu hari Anda mendapati hal yang sama, mereka kedapatan ngemil dalam kamar, maka pantaskah Anda meneriaki dan melarang mereka melakukan hal itu lagi?!

Itu hanyalah sebuah contoh tentang betapa kuatnya pengaruh teladan yang kita berikan pada mereka.
Anak-anak meniru apa yang orang tuanya perbuat dan katakan.
Jika anak Anda suka membentak temannya, maka kemungkinan besar ia melihatnya dari Anda yang pernah melakukan hal yang sama pada orang lain.

Dengan kata lain, jika Anda ingin mengajarkan hal dan sikap yang baik pada buah hati Anda, maka Anda harus mempraktekkannya terlebih dulu.
Remember, action speaks louder than words.

Hati-hati dengan nada bicara Anda.

Saat Anda mulai marah, apakah Anda mulai berteriak?
Saat Anda bertengkar dengan pasangan, apakah Anda berbicara dengan nada tinggi?
Anak-anak mendengar nada itu lebih dari kata-kata yang Anda ucapkan.
Oleh karena itu, usahakan untuk selalu berbicara dengan nada menghargai di depan anak.
Jika Anda dan suami sedang berselisih, jangan lakukan di depan anak.

Jika anak Anda sekarang suka berbicara dengan nada kasar, maka belum terlambat untuk mengubah habit mereka.
Tetapkan diri Anda untuk berbicara dengan lembut, maka lama-kelamaan mereka pun pasti melakukan hal yang sama.

Ajari mereka sopan santun.

Buatlah aturan bahwa tak seorang pun di dalam rumah bisa mendapatkan apapun jika tidak disertai dengan minta tolong.
“Tolong bantu mama buang sampah ini sayang,” – kalimat ini lebih baik dan lebih sopan ketimbang “Hayo, buang sampah ini!”
Ajarkan mereka three magic words.
Maka Anda akan merasa bangga jika harus menghadapi kerabat dan teman-teman karena buah hati Anda tahu sopan santun.

Dorong mereka untuk berempati.

Telan kebiasaan buruk mengatakan, “Apa kata mama tadi…”.
Sebaliknya, ajarkan mereka agar mampu berempati dengan memberi mereka empati saat mereka melakukan kesalahan atau telah gagal.

Daripada berkata “Itu yang pantas kamu dapat akibat tidak nurut tadi”, lebih baik Anda berkata “Aduh, pasti sakit sekali yah nak.”
Jangan khawatir bahwa mereka takkan menghargai Anda, sebab justru dengan menghargai mereka, maka mereka pun akan menghargai Anda.

Main tukar peran.

Anda ingin mengetahui bagaimana buah hati Anda memandang atau menilai Anda?
Maka mainkan game yang satu ini.
Katakan padanya bahwa Anda akan berpura-pura menjadi dirinya dan si kecil menjadi Anda.
Lalu perhatikan bagaimana ia memperlakukan Anda.

Hargai tiap kebaikannya.

Anda juga bisa memacu sifat baiknya agar menjadi kebiasaan dengan cara memberi penghargaan.
Pujian, hadiah kecil, pelukan, atau lainnya bisa membuat mereka terpacu untuk semakin giat melakukan hal-hal baik.

Jika si buah hati mau berbagi kue dengan adik/ temannya, maka pujilah dia.
Jika putra Anda mau menggantikan Anda mengantarkan adiknya ke sekolah, maka ucapkan terima kasih dan beri dia uang bensin.

Semoga bermanfaat……..

 

 

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

4 responses »

  1. mamaboetobi says:

    Sepertinya sederhana tapi kadang susah memNg memberi teladan ya bunda.. Saya selalu mencoba menahan emosi dan berhati-hati dalam tindak laku karena anak-anak memang selalu mencontoh🙂.. TFS bunda

  2. salam kenal bunda,, Menanamkan nilai baik pada anak merupakan kewajiban orang tua, sehingga anak tumbuh menjadi pribadi mandiri dan bermanfaat bagi dirinya dan juga orang lain.

  3. Dear Bunda,
    Artikelnya bagus banget, periode masa kanak-kanak memang moment paling crucial untuk mengajarkan hal2 yang akan melekat sebagai karakteristik sepanjang masa. Aku juga lagi berusaha ngembangin nilai-nilai via rekaman suara nih Bunda di http://duatelinga.com/ kalau Bunda tertarik untuk berkontribusi dari segi rekaman suara, monggo yaa. Mari menyebarluaskan nilai2 positif!

  4. Alaika says:

    Halo Bunda sayang, apa kabar? Lama ga main kesini dan lama pula ga chitchat sama Bunda nih. Kangen! Btw, Nice share, Bund! Sepakat!

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s