allah

Pic. Courtesy of : Republika.com

 

Secara Fitrah manusia sebagai makhluk mencintai KhaliqNya yaitu Allah swt.
Namun tak dapat dipungkiri banyak cinta jenis lain yang ada di hati manusia dan ditujukan kepada selain Allah swt.
Cinta kepada selain Allah swt  ini kerap mendominasi hati manusia dan mengacaukan tujuan hidupnya.

Sebagai Muslim kita harus hati-hati dalam menata cinta jangan sampai cinta kepada sesuatu selain Allah swt menyebabkan keburukan pada diri kita sendiri maupun pihak lain.

Cinta Tertinggi seorang muslim haruslah hanya kepada Allah SWT, baru kemudian kepada yang lainnya.
Berikut adalah tingkatan cinta dari yang terendah sampai ke yang tertinggi.

1.    Cinta kepada Materi
Sifatnya haruslah biasa saja atau sekedarnya.
Cinta jenis ini diberikan kepada fasilitas hidup di dunia, berupa tumbuhan, hewan, maupun benda-benda lainnya.

Semua yang ada di langit dan di bumi telah ditundukkan Allah swt  bagi manusia, sebagai fasilitas yang mendukung kehidupan manusia dan tugasnya beribadah kepada-NYA dalam segala aspek kehidupan.

2.    Cinta kepada sesama manusia
Cinta jenis ini hanya boleh sampai pada tingkat Athf (simpati).
Tanpa memandang perbedaan apapun, cinta jenis ini diwujudkan dalam bentuk menyampaikan kebenaran dan mengajak kepada keselamatan dunia akhirat, dan menghindar dari hal-hal buruk.

3.    Cinta kepada sesama Muslim
Cinta, pada tingkatan ini, diikuti Shabaabah ( Empati ).
Diwujudkan dalam  kedekatan hubungan layaknya dengan orang yang memiliki hubungan persaudaraan dengan kita.

4.    Cinta kepada orang Mukmin
Cinta, pada tingkat ini, diikuti perasaan yang lebih dalam yaitu berupa As Syauq (kerinduan) dan diberikan kepada  sesama Mukmin.
Kepada mereka dapat kita berikan cinta dan kasih sayang.

5.    Cinta kepada Rasulullah SAW dan Islam yang diajarkannya
Tingkatannya tidak boleh sampai kepada penghambaan, tetapi hanya sampai tingkat ‘Isyq (kemesraan) dan diwujudkan dengan cara meneladani beliau dan menghidupkan sunnahnya.

6.    Cinta kepada Allah
Adalah cinta yang tingkatannya tertinggi, terbesar dan utama, hanya boleh diberikan kepada Allah swt saja.
Cinta tingkatan ini mencakup penghambaan dan penyembahan terhadap yang dicintai (Allah swt).
Hubungan dengan tingkatan cinta yang lebih tinggi tentunya meliputi perasaan yang ada pada tingkat cinta dibawahnya, namun cinta dan perasaan pada tingkat yang lebih rendah tidak boleh melebihi cinta dan perasaan yang diberikan kepada tingkatan cinta yang diatasnya.
Cinta kepada materi  hanya boleh sampai kecintaan yang sekedarnya / biasa saja, tidak boleh sampai pada tingkat simpati terlebih sampai kepada penghambaan.

Contohnya cinta kepada materi  hanya boleh sampai kecintaan yang sekedarnya / biasa saja, tidak boleh sampai pada tingkat simpati terlebih sampai kepada penghambaan.
Cinta kepada selain Allah swt harus tetap dalam kerangka cinta kita kepada Allah swt.
Mencintai kesemuanya dalam rangka cinta kita kepada Allah swt.

” Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan.
Yang (berbuat) demikian Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari “ (Al Fathir : 13).

“Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu.
Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui (Al Fathir : 14).

Dengan demikian kemampuan  menata cinta itu sangat penting, agar kita mampu membagi dan menempatkan setiap jenis cinta sesuai porsinya.

Selain itu akan memudahkan kita dalam menentukan prioritas, menentukan mana yang harus didahulukan ketika di hadapkan pada pilihan-pilihan dalam melakukan kegiatan sehari-hari yang pada hakekatnya kesemuanya itu kelak akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah swt.

Wallahualam……….

 

 

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

8 responses »

  1. […] Sumber: Menata Cinta […]

  2. udien says:

    Sebagai hamba muslimin, cinta kepada allah merupakan suatu cinta tertinggi dan tak ada suatu apapun sebagai berbandingan, ini yang seharusnya di aplikasikan dalam hidup setiap orang meragama khususnya islam, hanya saja apa yang menjadi seharusnya tidak demikian yang terjadi. walau ada bahkan banyak kita temukan sosok seperti demkina, namun masih sangat banyak orang yang hidupnya hanya termotifasi ke duniawian saja. terima kasih bunda atas artikelnya.

  3. ded says:

    Saya setuju Bun, cinta tertinggi seorang muslim hanya kepada Allah SWT, setelah itu baru yang lainnya..

  4. Naurahkida says:

    Cinta sejati cinta hakiki, cinta kepada Allah. Perlu banyak belajar dan berlatih mencintaiNya. Cinta itu harus ditumbuhkan.

  5. Menata Cinta ini tentu sangat erat kaitannya dengan prioritas ya, Bund. Semoga kita bisa menomorsatukan cinta kepada Allah Swt. lalu cinta itu mengalir ke tingkatan bawahnya.

    Ohya, selamat ya, Bund, blog ini termasuk blog yang keren deh masuk dalam daftar blog populer saat diulas di Metro.

    Salam hangat dari Jogja.

  6. Alris says:

    Semoga kita mendapatkan cinta yang tertinggi, aamin.

  7. Setuju bunda, kita seharusnya menata cinta dengan proporsional ya. Cinta ada di hati, mudah dibolak balikkan oleh situasi, harus terus belajar sepanjang waktu

  8. cinta kepada Allah SWT yang utama ya, Bun. Tapi memang menyenangkan kalau hidup penuh cinta🙂

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s