images success

Pic. Courtesy of : thelegacyproject.co.za

 

Al-Bara bin Azib meriwayatkan, “Menjelang perang Khandaq, kami menggali parit dan menemukan beberapa batu besar yang tak dapat kami pecahkan dengan kampak. Lalu kami melaporkan itu kepada Rasulullah SAW.
Beliau SAW lantas mengambil kampak dan mendekati batu besar itu, kemudian menyebut nama Allah swt lalu memukul dan memecahkannya.
Setelah itu beliau mengatakan : “Allah Mahabesar, sungguh aku telah diberikan kunci-kunci gerbang negeri Syam.
Demi Allah, aku melihat istana merahnya sekarang”.

Kemudian Beliau SAW  memukul dan memecahkan batu besar lagi untuk kedua kalinya, dan berkata :
“Allah Mahabesar, sungguh aku telah diberikan Parsi. Demi Allah, sungguh aku melihat istana putih Al-Madain sekarang”.

Kemudian Beliau SAW menyebut nama Allah lalu memecahkan batu besar lainnya, dan berkata : ” Allah Mahabesar, sungguh aku telah diberikan kunci-kunci Yaman. Demi Allah, sungguh aku melihat gerbang Shan’a dari tempatku ini”.

Sebuah kisah yang begitu fenomenal, dikala genderang perang terhebat umat muslim Madinah saat itu akan bertabuh, dikala umat muslim hanya berkekuatan 3000 orang dan kaum musyrikin berkekuatan 10, 000 orang ternyata Rasulullah SAW secara mengejutkan memberikan sebuah motivasi dan membagikan mimpi (visi) nya kepada kaum Muslimin saat itu.

Hasilnya ?
Tidak perlu diragukan lagi, umat muslim tampil bak singa kelaparan dan keluar sebagai pemenang perang khandaq.

Subhanallah, Rasulullah SAW memang manusia yang sangat cerdas, dikala kaum muslimin sedang dalam keadaan panik disaat paling menentukan dari perjuangan menegakkan Islam saat itu, Rasulullah membagikan mimpinya kepada setiap muslim saat itu.
Dan yang luar biasa, ternyata mimpi itu tidak hanya menjadi milik pribadi Rasulullah SAW , tetapi mimpi itu menjadi sebuah mimpi kolektif, di mana setiap diri muslim saat itu begitu memaknai mimpi tersebut dan yang luar biasa lagi, mereka tidak hanya sekedar memaknai, lebih jauh lagi mereka mencoba merealisasikan mimpi tersebut.

Mimpi, sebuah kata yang benar-benar sederhana, tapi dalam penjabarannya mimpi itu dapat menjadi sebuah motor penggerak yang sangat luar biasa.

Mengapa ?
Karena dalam pergerakannya manusia membutuhkan motivasi.
Manusia yang bergerak tanpa motivasi layaknya seperti robot yang melaksanakan sesuatu tanpa nilai.

Dan motivasi sangat mungkin datang dari sebuah mimpi.

Masalahnya adalah apakah mimpi itu cukup apabila hanya dimiliki oleh seorang pemimpin ?
Tidak, mimpi itu ternyata harus berhasil diterjemahkan menjadi sebuah mimpi yang kolektif.

Karena ternyata apabila kita menilik kembali pada konsep kepemimpinan visioner, keberhasilan ternyata bukan terletak pada kepemimpinan seseorang, melainkan pada kolektivitas mimpi kelompok.
Pertanyaannya adalah bagaimana dapat membangun mimpi kolektif ini.
Membiasakan diri dalam berbagi adalah sebuah langkah yang dapat dicoba.

Konsep berbagi, walaupun terkesan sederhana, ternyata memiliki kekuatan yang dahsyat untuk menciptakan hubungan interpersonal yang baik, dan melalui adanya hubungan interpersonal yang baik akan terbina sebuah ikatan batiniyah yang luar biasa.

Ketika setiap orang dalam sebuah tim sudah merasakan perasaan yang senasib sepenanggungan.
Ketika satu sama lain merasa sedih ketika yang lain mendapatkan musibah dan merasa senang ketika yang lain mendapatkan kebahagiaan, membuat sebuah mimpi kolektif adalah merupakan sebuah hal yang tak sulit.

Ternyata memang, kinerja sebuah tim tidak ditentukan oleh keberhasilan seorang pemimpin dalam memanage, bukan juga ditentukan oleh kreativitas individu yang luar biasa.
Tapi ditentukan oleh amal kolektif yang didasari oleh sebuah kolektivitas mimpi.
Life is to dream and dream is to life.
Bukankah begitu, sahabat sahabatku ……….. ???

 

 

 

 

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

5 responses »

  1. rumah joglo says:

    Bunda keren artikaelnya ijin kopas ya thanks

  2. Benar sekali, Bunda, membangun mimpi kolektif menjadi kekuatan semakin besar dan lebih mudah dalam meraihnya. Inspiratif sekali, Bunda, postingannya. Makasih nggih…

  3. yup setuju bunda, konsep ini yang diterapkan di dalam membangun keberhasilan dalam network marketing. membangun mimpi dan berbagi.

  4. Cream Qweena says:

    semua berawal dari mimpi dlu, lalu kemudian kita harus berusaha mewujudkan mimpi tersebut dengan kenyataan. Kita hanya di wajibkan berusaha, berhasil atau tidak nya bukan kita yang menentukan..tapi kuasa yang di atas.

  5. AH….Sekarang faham deh🙂
    tapi gimana caranya Bund menyamakan mimpi dan visi ini di dalam sebuah team agar bis amencapai goal yang sama?

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s