siapkan-diri-menyambut-ramadhan

Pic. Courtesy of: republika.com

 

 

Sudah siapkah Anda untuk berpuasa? tidak hanya secara lahiriah, namun juga batiniah?
Tips berikut akan mempermudah Anda untuk melakukannya.
Pada bulan Ramadhan, umat muslim melakukan puasa untuk memurnikan kembali hubungan umat manusia dengan Allah swt, menyucikan kembali hati yang telah ternoda oleh berbagai aktivitas kehidupan.

Kegiatan berpuasa identik dengan menahan keinginan duniawi yang ditandai dengan menahan nafsu untuk makan dan minum yang menjadi dasar kebutuhan setiap manusia.
Jika kebutuhan dasar ini bisa dikendalikan, diharapkan manusia juga bisa mengendalikan kebutuhan-kebutuhan duniawi yang tidak mendasar.

Namun seiring dengan bergeraknya jaman dan berkembangnya pola pikir manusia, sepertinya makan dan minum tidak lagi menjadi kebutuhan dasar yang mendesak.
Menunda makan satu hari penuh bahkan sudah biasa bagi mereka yang terlampau sibuk hingga melupakan jadwal makan.
Begitu pun dengan minum air, banyak orang yang tahan tidak minum air beberapa jam lamanya jika sudah berkonsentrasi dengan suatu hal.
Namun lain halnya jika Anda harus menahan amarah yang sudah sampai di ujung lidah.
Rasanya di jaman sekarang, menahan kebutuhan untuk ekspresi diri dengan amarah dan melakukan hal yang disenangi lebih mendesak daripada makanan dan minuman.

Seringkali hal demikian tidak sengaja tertanam di diri kita karena tuntutan aktivitas hidup yang tidak kenal istirahat, tidak kenal ini bulan Ramadhan atau tidak, tidak mau tahu keadaan manusia.
Jika sudah demikian, tidak berarti Anda harus menyerah, melewatkan momen Ramadhan yang fitri ini dengan ala kadarnya dan membiarkan kehidupan spiritualitas Anda tetap dibungkam oleh aktivitas dunia.
Masih ada usaha yang bisa Anda lakukan untuk ikut memetik buah-buah Ramadhan.

Anda masih sempat membuat jadwal yang harus dilakukan hari ini atau satu minggu ke depan bukan?
Jika iya, maka Anda juga sempat melakukan ini.
Luangkan waktu di pagi hari atau malam hari sebelum berpuasa, dengan pena di tangan dan lembar kosong di agenda Anda.
Tenangkan diri dan arahkan pikiran Anda ke kehidupan pribadi.
Mulai hubungkan dengan momen puasa yang akan tiba, cari arti dari puasa untuk Anda.

Hanya menunaikan kewajiban agama?
Agar tidak terlihat sebagai penganut agama yang buruk?
Berarti Anda harus menggali lebih dalam lagi.
Bagaimana kehidupan pribadi Anda, apakah sudah cukup baik hubungan dengan Allah swt dan sesama?
Apa yang sudah dan ingin Anda lakukan untuk sesama?
Tuliskan semua yang muncul dalam pikiran Anda.
Pikirkan bagaimana momen Ramadhan dan puasa bisa menjadi jalan untuk mewujudkan keinginan-keinginan positif Anda.
Kemudian ringkas semuanya menjadi poin-poin tekad Anda selama berpuasa.

Kini Anda sudah membekali diri dengan pagar yang siap menjaga Anda menggali spiritualitas saat berpuasa dengan sungguh-sungguh.
Tinggal menerapkannya ketika Ramadhan tiba.
Akan lebih baik jika Anda datang pada orang yang siap membimbing Anda dalam beragama, sehingga tidak hanya spiritualitas dalam kehidupan dengan sesama saja yang tergali namun juga dalam hubungan Anda dengan Allah swt sendiri.
Semoga bermanfaat………

 

 

 

 

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

One response »

  1. alrisblog says:

    Semoga ibadah kita makin oke mutunya, aamin.

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s