opposite attract

pic. courtesy of: underconsideration.com

 

 

Sebuah hubungan kasih bisa membuat seseorang jadi lebih baik dan termotivasi, namun sebaliknya, jika hubungan itu ‘sakit’, maka masing-masing hanya akan mendapati diri dalam keadaan terluka dan mengalami kemunduran.
Lalu, apa saja yang menjadi ciri-ciri dari hubungan yang tidak sehat ini ?
Berikut kita simak bersama yuuk………..

Saling menyakiti

Tanda yang paling menyolok adalah adanya sikap saling menyakiti antara satu dengan lainnya.
Entahkah itu berupa pertengkaran yang sering terjadi, adanya saling kritik, adanya pelecehan,
hingga kekerasan seperti main tangan.

Tidak cocok

Meski perbedaanlah yang kerap membuat kita jatuh hati pada pasangan (opposite attract) , namun hal itu seharusnya tak sampai menyentuh masalah prinsip.
Jika Anda dan pasangan terus bersitegang tentang masalah pengaturan uang, bagaimana mendidik anak kelak,
hingga hal prinsip mendasar lainnya, maka bisa jadi Anda berdua sebenarnya sedang berjalan di dua jalur yang berbeda.

Ketergantungan penuh

Memang wajar jika pasangan yang sedang jatuh cinta selalu ingin menghabiskan waktu berduaan melulu.
Namun, jika pasangan sampai ‘lupa’ dengan kehidupan dan tanggung jawab masing-masing, maka hal ini tidak lagi sehat.
Sebab hubungan yang sehat tahu kapan saatnya untuk bersama,
kapan saatnya untuk sendiri;
kapan saatnya untuk bergantung satu sama lain, dan kapan saatnya untuk mandiri.

Kecemburuan

Banyak hubungan yang sebenarnya tidak bermasalah jadi rusak gara-gara noda cemburu.
Bukan berarti dalam hubungan tidak boleh ada cemburu, namun cemburu yang berlebihan bisa membuat pasangan melewati batas privasi yang seharusnya tidak boleh dilanggar, misalnya seperti membaca email atau sms pasangan.

Tidak adanya kepercayaan satu sama lain sebenarnya sudah merupakan tanda bahwa hubungan itu sedang sekarat.

Jika hubungan Anda diwarnai dengan ciri-ciri di atas,
maka ada baiknya jika Anda (yang belum menikah) mengintrospeksi ulang lagi agar tidak menyesal di kemudian hari.
Semoga bermanfaat………

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

7 responses »

  1. Suka banget kalimat bunda yang ini

    “Sebab hubungan yang sehat tahu kapan saatnya untuk bersama,
    kapan saatnya untuk sendiri;
    kapan saatnya untuk bergantung satu sama lain, dan kapan saatnya untuk mandiri.”

  2. begitulah pentingnya komunikasi yang baik dan intens

  3. Baca artikel ini, jadi trauma sama mantan yang dulu.
    Tiap poin-poin ngena banget di hati waktu ngebaca.
    Huhuhu.. :p

  4. Hubungan (dalam pernikahan) bagaikan pertandingan marathon 42,9KM bukan pertandingan sprint 100 meter. Jadi perlu strategi untuk bisa mencapai garis finish, karena pertandingan menempuh jarak yang jauh.

    Nice artikel bunda. God bless

  5. selseya says:

    Bener banget mbak,hubungan “sakit” karena kecemburuan adalah malapetaka banget,apalagi salah menilai dan menuduh.. Heehe😀

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s