Kembang Jepun, karya Remy Sylado

Waah….kok judulnya panjaaaang sekali yaaa…. ??
Apa sih sebenarnya yang dimaknai oleh cinta terhadap kesederhanaan dan penderitaan?
Apakah arti dari cinta yang sederhana?
Apakah dalam cinta harus selalu ada penderitaan?

Banyak orang, banyak pendapat dan banyak juga tentunya perbedaan yang didapat tentang arti dari kesedehanaan dan penderitaan dalam cinta.
Dan, kita tentunya tak harus ikut atau bahkan sama dalam pandangan dan pendapat pendapat tersebut.
Karena masing masing kita , unik….
dan, keunikan itulah yang ikut menemani perjalanan kehidupan cinta kita masing masing.
Setuju khan Sahabat ………. ??

Kisah dimulai pada sepasang suami istri dulu di zaman penjajahan Jepang di negeri kita.
Saat itu kehidupan mereka berdua di dalam tekanan penderitaan yang tidak kecil.
Mereka membawa hasil bumi dengan menggunakan sebuah pedati.
Satu saat, roda pedati mereka terperosok kedalam kubangan lumpur.

Sang suami membetulkan roda pedatinya hingga belepotan lumpur, istrinya mentertawakan karena dianggap lucu.
Tak lama kemudian, sang suami naik kedalam pedati, dan mengelapkan lumpur yang menempel di tubuhnya ke tubuh istrinya.
Mereka berdua tertawa tawa …dan, akhirnya mereka becinta diatas pedati tersebut.
Ini adalah kisah fiksi yang diambil dari buku “Kembang Jepun” karangan Remy Sylado.

Dalam kehidupan yang serba metropolitan dan penuh gejolak seperti sekarang,
Asmara kerap kali disejajarkan dengan kebahagiaan.
Kebahagiaan disejajarkan dengan kemapanan.
Kemapanan disejajarkan dengan harta, jabatan dan kedudukan.

Alhasil, kita lupa akan hakekat cinta : bahwa dalam segala kesederhanaan dan penderitaannya, ia selalu ada – selama kita membuka diri untuk menerima dan memberikannya .

Rangkaian badai kehidupan dan persoalan akan terus terjadi di masa yang akan datang.
Tajuk di koran dan berita di televisi dan internet, kerap meramalkan hal itu.
Seiring dengan hal itu semua,
Kesetiaan dan cinta kita akan diuji.
Ujian itu menantang kesiapan kita.
Apakah kita akan berdiri teguh atau goyah.

Pada akhirnya , kitapun akan menyadari, ketika kita tetap teguh mencintai dan dicintai, hal itulah yang memberikan kekuatan kepada kita untuk tetap menjalani kehidupan.

Seperti kata pepatah : ” Kasih sayang yang indah itu hanya bisa dirasakan ketika kebersamaan selalu terjadi dalam suka dan duka”.

 

 

Salam

 

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

6 responses »

  1. Kasihilah orang lain seperti kamu mengasihi dirimu sendiri. Selamat berespon akan arti kasih

  2. bayu says:

    uang bukan segalanya…. tapi dengan uang kita bisa lebih membahagiakan orang yang kita cintai…k

  3. kalau cinta dengan ikhlas pasti semuanya akan di jalani dengan lapang dada , meskipun ada penderitaan tapi mereka akan menilainya dengan kebahgnyaan🙂 …

  4. rahmiaziza says:

    Betul bunda Lily, suka maupun duka itu berdampingan, ngga bisa kita pilih salah satunya aja, kalo bisa milih pengen sukanya aja yaa hehe. Semoga kita dikuatkan dalam mengarungi perbedaan dan suka duka bersama pasangan tercinta🙂

  5. Love_Health_ Harmony….uang bukan segalanya tuhh, kebahagian pasangan pun di awali dengan keharmonisan hubungan antara suami dan istri dan selanjutnya tumbuh ke anak anak yang akan lebih mengerti makna kasih sayang dan cinta…..awesome off love

  6. Abi Sabila says:

    kasih sayang bukan ketika dikasih uang engkau ku sayang, tak ada uang engkau kubuang, tapi susah senang selalu cinta, sayang dan setia pada pasangan, ya Bunda.

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s