Pic. Courtesy of : dreamstime.com

 

Andaikan kita lebih mau menggunakan pikiran dalam berinteraksi antar sesama kita, maka banyak benturan benturan yang dapat teratasi dalam kehidupan ini.

Adanya ”kesesuaian” yang merupakan dasar utama menjalin hubungan, juga merupakan alat untuk mengatasi pelbagai permasalahan yang rumit.

Coba perhatikan, anak kecil akan merasa dekat dengan kita apabila kita meniru juga apa yang mereka lakukan.

Aneh, apabila kita melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan orang lain, lantas terasakan adanya kedekatan, apabila kita perhatikan dalam pergaulan, mereka yang mempunyai kebiasaan yang sama sering saling cari-mencari.

Apabila kita mampu mengembangkan komunikasi melalui kalimat , kita juga akan mampu lebih jauh mengembangkan komunikasi melalui bahasa tubuh ( body languange ), dan kesesuaian pun akan lebih mudah terjalin.

Hal seperti ini sebenarnya sudah sering kita lakukan tanpa sadar, kala bersama seseorang kita lantas mengatakan : ” santai saja……………nggak usah resmi resmian” .

Kala kita melakukan hal hal yang sama seperti yang dilakukan seseorang itu, lantas saja terasakan adanya keakraban, bisa jadi kita duduk dengan gaya yang sama, sementara kita berbicara dengan kalimat yang dikelola jalan pikiran pada saat yang bersamaan.

Disini, gerak tubuh secara tidak sadar juga mempunyai peran yang penting, kala otak memberi pesan ” ada kesesuaian antara kami berdua ”.
Kesesuaian, ketertarikan semuanya ini terjadi karena adanya rasa persamaan.

Bagaimana membina persamaan / kesesuaian ?

Mulailah saja dengan suara, bagaimana caranya berbicara, tekanan suara, kecepatan suara dan kata kata apa saja yang menjadi kata kata kesayangannya, belajar semua gayanya, berikut ekspresi wajahnya.
Mungkin terdengar dan kelihatan sedikit aneh.
Tetapi, seringkali mereka yang mempunyai persamaan lantas merasakan adanya kesesuaian.

Tentu saja, kita tidak perlu meniru segalanya, – karena Allah swt menciptakan kita masing masing dengan keunikan tersendiri -,untuk mendapatkan kesesuaian.

Kita semua mempunyai kepribadian yang unik, namun ada persamaan dalam keseluruhan, memahami ini, membuat kita lebih mudah untuk berinteraksi dengan sesama kita, menarik dalam pergaulan, memperhatikan kata kata apa saja yang digunakan, kita memang harus luwes dan dapat membaca situasi sehingga tidak begitu saja mengadakan penyesuaian.

Ketika seseorang marah dan berteriak-teriak, apakah kita lalu melakukan hal yang sama ?
Ini tergantung, sebab seorang teman bercerita begini : ”mereka hanya menggertak, sebab kalau digertak balik, lantas mereka mundur……..”

Tentu tidak semua dapat diperlakukan demikian, adakalanya menghadapi orang yang marah, kita lebih baik menghindari, kuncinya adalah keluwesan dan mengembangkan kemampuan membaca situasi, ini akan membuat kita lebih peka dalam mengantisipasi, membuat perhitungan yang tepat untuk dikembangkan.

Tatkala kita mampu mengembangkan kemampuan untuk berkomunikasi yang baik dan tepat, maka pintu keberhasilan dan kebahagian akan terbuka untuk kita, sedikitnya kita dengan mudah dapat berinteraksi.

Namun begitu, dalam komunikasi yang paling utama adalah TANGGAPAN dan bukan muatan itu sendiri.
Kita boleh saja menguasai semua informasi dan matematika misalnya, tetapi apabila kita tidak mampu menterjemahkannya, maka pengetahuan itu tidak ada gunanya.
Karena itulah, guru yang baik adalah yang mampu membina kesesuaian atau kecocokan.

Dan, yang paling mengasyikkan dari kiat- kiat ini adalah, ia tidak membutuhkan pelajaran khusus , karena kita masing masing dapat mengembangkannya asal peka terhadap sesama kita dan alam sekitar kita.

Semoga bermanfaat…………

 

 

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

5 responses »

  1. anas says:

    Makasih bun informasinya, buat saya sih bermanfaat, semoga untuk yang lain juga

  2. gowes mania says:

    aku setuju dengan kata2 ini “”mereka hanya menggertak, sebab kalau digertak balik, lantas mereka mundur……..””
    emang bener..kadang2 orang akan takut kalau hanya di gertak..namun kalau kita bisa melawan gertakan tersebut..malah lawan kita akan takut sendiri..hehe

  3. Tom says:

    penjelasannya lugas dan mudah dicerna,,
    makasih bunda..

  4. dewitya says:

    itu bukannya berbentuk sifat ya bun?

  5. mandor says:

    dalam konsep ini saya pernah dikenalkan dengan metode mirroring bunda. Orang lain berlaku apa, bagaimana kita meluweskan diri agar bisa diterima dengan meniru gaya

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s