sandaran bunga kecil

Pic. Courtesy of : fieldlocalschool.org

 

Ada sekuntum bunga yang terlihat lemah, hidup di bawah pohon pinus yang tinggi.
Bunga kecil sangat bersyukur karena ada pohon pinus yang melindunginya, melindunginya dari angin dan hujan, setiap hari tidak perlu mencemaskan apa-apa lagi.

Suatu hari, tiba-tiba datang sekelompok penebang, dengan mudah, mereka menebang pohon yang besar itu.

Bunga kecil itu sangat sedih, menangis terisak-isak dan berkata:
“Tuhan, semua perlindungan untukku telah hilang.
Dan angin yang sombong akan bertiup membuatku tumbang, serta terpukul oleh air hujan.”

Dari jauh terdengar ada pohon yang menenangkan bunga ini sambil berkata:
“Jangan berpikir begitu, semuanya malah akan terjadi sebaliknya.
Jika tidak ada perlindungan dari pohon, maka matahari akan menyinarimu, hutan akan memberimu kelembaban.
Badanmu yang lemah akan tumbuh menjadi lebih kuat, dan mahkota bungamu akan terlihat lebih bagus di bawah sinar matahari.
Dan orang-orang akan melihatmu, dan memujimu, betapa cantiknya bunga kecil ini…”

Sahabat sahabatku yang budiman……….
Ketika kehilangan sebuah sandaran hidup, kita pasti memiliki perasaan sedih dan sulit untuk merelakannya.
Namun dalam keadaan seperti itulah, kita disadarkan bahwa sebenarnya kita memiliki berkat dan kesempatan yang tidak terbatas.
Dan saat kita mengenang saat-saat penuh perjuangan itu, kita akan terkejut saat menyadari jejak dari pertumbuhan kita yang begitu jelas, dan juga penuh suka cita…

Semoga bermanfaat…

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

12 responses »

  1. hidup saya bbrp tahun terakhir mungkin seperti bunga itu….

  2. prih says:

    Terima kasih Bunda Ly diingatkan bahwa sandaran sementara untuk mempersiapkan kemandirian dan menerima kekuatan lebih. Salam hangat

  3. dewitya says:

    terimakasih bunda, menurut saya semua orang akan meninggalkan kita jadi siap atau tidak siap kita harus ikhlas

  4. mandor says:

    justru dengan itu akan muncul kekuatan yang sesungguhnya. Sandaran hidup memang sudah berada sejak lama, kehilangan sandaran hidup harus membuat diri menjadi lebih kuat

  5. tettyharahap says:

    Reblogged this on Mind Bowl.. and commented:
    teringat sangat jelas, ketika langkah ragu-raguku di setiap jalan menuju cita-cita ditemani oleh orang terdekatku, papa..langkah itu berubah menjadi langkah harapan,

    mau kemana aja ditemenin(masuk sekolah, cari bahan karya ilmiah, lomba, belajar piano malem2, belanja, tes beasiswa, masuk kuliah, kerja praktek, mengenal ibukota, mengenal palembang, cara mengemudi, cara menikmati pemandangan di perjalanan darat, cara berhemat, de el del, de el el), andai jogja itu dekat saja, mungkin seminggu sekali papa mengunjungi(katanya waktu itu)
    semua langkah itu kami lewati bersama, lahat, palembang, jakarta, yogyakarta..
    tapi sekarang, siapa yang akan menemaniku? menjadi pohon pinus yang melindungi bunga kecil ini?

  6. rurumichan says:

    halo bunda udah lama banget nh aku gak buka blog, makin banyak ketinggalan updatean..

    iyah bener banget tulisannya.. aku juga ngerasain dulu pas papa meninggal, but it might be d greatest change i ever had🙂

    keep blogging bunda

  7. MS says:

    semua kehilangan kita akan digantikan olehNya dengan sesuatu yang jauh lebih baik, asal kita mau bersabar ya mam

  8. ysalma says:

    Terasa sekali Bund saat kehilangan ‘sandaran hidup’
    tapi memang percepatan kita dalam menyikapi hidup juga mengikuti,
    setiap kejadian membawa kebaikan ya Bund.

  9. Betul kehilangan sandaran itu sangat terasa berat, tapi ketika mengingat siapa yang bisa menjadi sandaran yang abadi hidup menjadi lebih kuat.

  10. chocoVanilla says:

    Terimakasih sdh mengingatkan, Bundo. Kehilangan sandaran hidup sama saja kehilangan kenyamanan dan keamanan. Namun sesungguhnya kedewasaan dan kemandirian kita diuji yaa…

    Salam sayang ^^

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s