me and my mom

me and my mom (bundadontworry.wordpress.com)

 

Perempuan itu sama sekali tidak berbeda dari perempuan lain.
Ia hanya seorang anak sulung dari keluarga yang biasa biasa saja.

Sejak kecil, seringkali ia harus bekerja keras dan terkadang mendapat perlakuan tidak enak dari saudara-saudaranya.
Pendidikannya pun tidak terlalu tinggi.
Meski sempat mengecap bangku SMP, tapi ia tidak sampai menamatkannya.

Seorang laki-laki baik melamarnya ketika usianya 18 tahun.
Ia pun setuju ketika harus pindah dan meninggalkan kota kelahirannya mengikuti suami yang berdagang di kota lain.

Perjalanan waktu mengajarkannya untuk bisa menjalankan peran sosial dengan sangat baik.
Jika di awal-awal pernikahan ia sering menangis karena jauh dari keluarganya, pada tahun-tahun berikutnya ia sudah terampil merawat rumah, berbelanja ke pasar, mengasuh anak, dan lain sebagainya.
Meski ia cuma seorang istri dan ibu rumah tangga, tapi perempuan ini bisa menjalankan perannya dengan sempurna.
Semua kebutuhan suami selalu ia penuhi.
Ia seorang istri yang serba bisa.

Ia pandai mengirit uang belanja dan seringkali ia menggunakan keterampilannya menjahit untuk membuat gorden, sarung bantal, seprei dari hasil jahitannya.
Semua anak-anaknya pun pernah merasakan pakaian yang dijahit oleh tangannya.
Perempuan itu melahirkan sebelas orang anak dari rahimnya. Buah hati yang selalu membuatnya bersemangat melakukan semua kegiatan rumah tangga dengan penuh rasa cinta.

Mulai dari bangun pagi, mempersiapkan sarapan, mencuci, menyeterika, dan membereskan rumah.
Semua dikerjakan sendiri karena kondisi hidup yang pas-pasan.
Ketika usianya 40 tahun, saat itulah suaminya mengajaknya untuk bertemu lebih dekat dengan sang Khaliq, menuju Baitullah Makkah.
Sepulang dari haji, pakaian muslimah membalut tubuhnya.
Perempuan itu semakin matang menapaki kehidupan. Semakin tahun, kondisi ekonomi keluarganya semakin membaik.

Perempuan itu punya kebiasaan yang menjadi teladan bagi anak anaknya kelak.
Ia rajin sekali bersedekah.
Menjelang bulan Ramadhan, ia akan memborong sarung, membeli bahan kain berpuluh-puluh meter.
Semuanya ia jahit dengan tangan dibantu mesin jahit tuanya.

Ia mulai menjahit kain itu menjadi mukena.
Setelah semua selesai, ia akan mendatangi rumah kerabat, tetangga, dan saudara untuk membagikan mukena hasil jahitannya.
“Biarlah mereka memakai mukena buatanku, mudah-mudahan menjadi pahala…” begitu katanya.
Setiap kali ia membuat kue atau memasak sesuatu, ia akan menyuruh anaknya untuk mengantar semangkuk makanan ke rumah tetangganya.

Bahkan jika ada orang yang memberinya sesuatu, ia seringkali memberikannya untuk orang lain tanpa sempat ia sisakan untuk keluarganya.
Jika tiba saat pulang kampung, ia menjadi perempuan yang paling sibuk.
Ia akan berbelanja segala macam sayuran seperti buncis, cabe, atau wortel, buah-buahan seperti apel, jeruk, dan salak.
Tak lupa juga ia sempatkan membuat rendang (ia paling juara membuat makanan yang satu ini).
Semuanya ia bagikan kepada keluarga di kampung, baik keluarganya maupun keluarga suaminya.
Bahkan tak jarang beberapa lembar uang ia selipkan untuk kerabatnya.

Ia begitu rajin bersilaturahim, baik terhadap keluarga, tetangga, atau sahabatnya. Percayalah, setiap kali berkunjung, selalu saja ada yang dibawanya.
Entah itu gulai ikan, kue kue buatannya sendiri atau cuma sebungkus kerupuk.
Tangannya tak pernah kosong dan selalu memberi.
Di sisi lain, ia selalu mempertahankan ibadahnya.

Ia tak pernah meninggalkan shalat fardhu dan shalat sunnah dhuha dan tahajud setiap harinya.
Terkadang jika hatinya sedang tidak enak, ia bisa begitu lama duduk di atas sajadahnya sambil menangis.
Mulutnya pun tak pernah berhenti berdzikir.
Ia selalu salat berjamaah bersama suaminya. Perempuan ini juga begitu rajin mengunjungi orang sakit.

Setiap kali mendengar ada orang yang sakit, ia akan bergegas mengunjunginya, bahkan mengunjungi orang yang sama berkali-kali.
Satu yang khas dari dirinya, selalu saja ada yang dibawanya ketika mengunjungi orang lain.
Kadang ia mengaji di samping orang yang sakit dan menangis.
Perempuan ini selalu membuat saya menangis bila mengingat kebaikannya.
Sungguh, saya begitu mencintainya………
Semoga Allah swt memberikannya tempat terbaik di sisi NYA dan menyayangi serta mencintainya.
Perempuan itu adalah ibu saya, seorang perempuan dengan hati seluas samudera.

 

 

Salam

 

 

 

kontes unggulan hari ibu

 

 

Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan : Hati Ibu Seluas Samudera

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

11 responses »

  1. Citra Indah says:

    amin, subahanallah mau nangis bacanya sedih😦 . Semoga ibu-ibu di dunia sama baik nya seperti beliau amin🙂 dan jadi penghuni surga amin )

  2. Ah bunda, membaca tulisan ini seketika sayapun cinta beliau. Betapa lembut dan baik hati ibu. Semoga sayapun dikarunia sifat mulia itu.

    Apa kabar bunda ? Semoga bundapun selalu dikarunia sehat dan kebahagiaan ya, aamin.
    Salam sayang utk bunda.

  3. Hi Bunda, Artikelnya sangat menyentuh hati. Senang bisa jumpa Bunda di blog ini. Salam kenal dan Persahabatan

  4. Susanti Dewi says:

    kasih seorang ibu memang sepanjang masa. Tak ada habis cerita dari seorang ibu.

  5. dizaz says:

    Ibu itu mewariskan sifat baiknya kepada semua anak-anaknya Bund🙂

  6. Ibu tiga huruf yang selalu penuh dengan cerita cinta dan keajaiban🙂

  7. prih says:

    Perempuan berhati mulia inipun sedang menangis dalam tawa kebahagiaan di rumah abadi-Nya
    Perempuan muda yang dicintai melalui didikannya meneladani beliau, selalu berbagi kebaikan bagi setiap yang diperjumpakannya baik secara nyata maupun maya.
    Sukses dalam kontes Pakdhe ya Bunda Ly
    Salam

  8. Bactiar says:

    Benar-benar hati ibu seluas samudra.🙂

    Inspirasi Bisnis dan Peluang Usaha

  9. usagi says:

    Mammm,,,
    Ibunya mamih sama kaya umak sifatnyaa

  10. MS says:

    semoga almarhumah dapat tempat yang sebaik2nya di sisiNya ya mam, Amiin,
    luar biasa baik hatinya

  11. Pakde Cholik says:

    Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam Kontes Unggulan : Hati Ibu Seluas Samudera
    Segera didaftar
    Salam hangat dari Surabaya

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s