raptureready.com

Ego manusialah yang membuat kita tidak dapat hidup rukun dengan orang lain.
Tiap manusia memiliki kecenderungan merasa bahwa dirinya yang paling benar, orang lainlah yang salah dan harus berubah.

Hal itu berlaku dalam segala jenis hubungan, baik orang tua-anak, pasangan suami istri, teman, rekan kerja, maupun saudara.
Selalu akan ada yang namanya gesekan dalam hubungan.
Beda pendapat, perselisihan, salah paham, kemarahan, bahkan kebencian.

Meski diwarnai dengan hal-hal pahit semacam itu, namun sebuah hubungan tetap dapat dipertahankan dan dapat tetap berjalan dengan baik, asal ada satu tekad penting yang menyertainya yaitu maaf.

Memaafkan tidak mudah.
Butuh kebesaran hati untuk melakukannya.
Karena di dalam memaafkan dibutuhkan yang namanya belas kasihan.
Belas kasihan membuat kita melihat seseorang melampaui perbuatan apa yang telah dilakukannya.
Belas kasihan membuat kita melihat kepada pribadi orang itu.

Belas kasihan juga membuat kita sadar bahwa sebenarnya kita bukan siapa-siapa, bahwa kita juga penuh dengan kesalahan dan kelemahan.
Sejujurnya, boleh dibilang bahwa ketika kita tidak mau memaafkan orang lain maka kita termasuk orang yang sombong dan telah merugikan diri sendiri.

Sombong karena secara tidak langsung kita lupa bahwa kita dapat saja membuat kesalahan yang sama.

“Tapi, orang itu telah membunuh. Saya tidak mungkin membunuh.” bantah Anda.

Siapa bilang Anda tidak ‘membunuh’. Apakan Anda tidak pernah membenci atau menggosipkan orang lain?
Sesungguhnya saat kita membenci dan memburukkan nama orang lain dengan gosip kita, maka saat itu kita telah membunuh hak dan kenyamanan hidup seseorang.

Tidak mau memaafkan juga akan merugikan diri sendiri.
Karena di dalam memaafkan ada kesembuhan.
Memaafkan berarti melepaskan beban, sakit hati, dan hal-hal yang pahit dari dalam hidup kita.

Jika hati seseorang terus pahit dan mendendam, maka hal ini sama saja dengan mengundang masuk penyakit-penyakit ke dalam hidup kita.
Stroke, hipertensi, serangan jantung, depresi timbul bukan hanya dari pola makan yang tidak sehat, namun yang paling berperan adalah dari keadaan pikiran kita sendiri.

Jika sudah terserang penyakit-penyakit akut seperti itu, siapa juga yang rugi?! Kita sendiri kan?!

Jadi, kalau memang kita tidak punya pilihan………
Maka milikilah komitmen untuk selalu mau memaafkan.

 

 

 

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

10 responses »

  1. prih says:

    memaafkan, proses belajar tiada akhir…
    Terima kasih Bunda, pencerahan hati menuju belas kasih
    Salam

  2. Ahmed Tsar says:

    Ego, Ambisi dan Perasaan ingin dihargai kayaknya memang tak mengenal kata maaf. Sepakat perlum empati dalam bentuk belas kasih untuk memaafkan, yaitu meanggalkan Ego, Ambisi itu tadi ke Empati

  3. Sesungguhnya dendam itu merugikan diri sendiri. Sesungguhnya memaafkan itu sangat menguntungkan, dunia dan akhirat. Begitu nggih, Bund.

  4. forgive and forget. Jangan lupa melupakan kesalahan setelah memaafkan.

  5. ysalma says:

    Memaafkan obat bagi jiwa ya Bund.

  6. arisudono says:

    dengan selalu berkomitmen untuk selalu memaafkan orang lain secara otomatis membuka pintu rezeki yang semakin lebar dan menjadi orang yang arif dan bijaksana

  7. Pakde Cholik says:

    Memaafkan itu perilaku terpuji
    Jangan simpan dendam dan benci
    Maafkan saya ya Mbak
    Salam hangat dari Surabaya

  8. dizaz says:

    Memaafkan itu mudah diucapkan,
    tapi sulit dilakukan, proses dan waktu tetap diperlukan, semoga sesalu bisa memaafkan oranglain apalagi diri sendiri ya bund.

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s