angry

Courtesy of : ww.clipArt.com

Kemarahan.
Ya, benar, hampir setiap hari ada saja kemarahan yang terjadi didekat kita.
Entah itu bos di kantor yang kurang setuju dengan apa yang kita kerjakan, atau teman yang tidak suka dengan kita.
Bisa juga kemarahan terjadi karena adanya kesalahpahaman.
Bahkan bisa saja kemarahan itu terjadi tak terduga dan tiba tiba, seperti misalnya orang asing yang kita temui disuatu tempat, yang tanpa alasan yang jelas, tiba tiba menumpahkan kemarahannya pada kita.
What a bad day, isn’t it?

Bagi saya kemarahan memang kadang diperlukan, pada saat dan tempat yang tepat.
Ada juga yang mengatakan kemarahan sebagai terapi agar tidak stres, orang biasanya menyebutnya sebagai ” anger management” ( pengelolaan amarah agar tidak menyakiti diri sendiri atau orang lain).
Apa iya? kemarahan begitu?
Bukankah dengan marah, kita sering mengatakan hal hal yang setelahnya akan kita sesali?

Saya selalu menganggap orang yang sedang diliputi kemarahan adalah orang yang sedang mengalami setengah kegilaan.
Dan, nanti setengah kegilaan itu akan reda dengan sendirinya.
Ketika setengah kegilaan tersebut sedang terjadi, maka saya tidak akan menganggap apapun yang dikatakan atau dilakukannya pada saya selama hal itu tidak membahayakan jiwa saya.
Karena toh memang tak ada gunanya untuk melayani orang yang sedang mengalami keadaan setengah kegilaan .

Malahan saya biasanya mengasihani jiwa orang tersebut, yang sebenarnya telah mengeluarkan begitu besar energi hanya untuk hal yang sia sia.
Ditambah lagi dengan wajah yang akan nampak menggelikan sekaligus mengerikan.
Coba saja Anda lihat di cermin, bagaimana mimik orang yang sedang mengalami setengah kegilaan tersebut, bukankah matanya melotot, nafasnya memburu, bentuk mulut yang aneh, dan adakalanya dengan jari yang mengacung, belum lagi ditambah dengan tensi darah dan debar jantung yang memuncak hingga berkali lipat.
Duh, bukankah kasihan sekali tubuhnya harus bekerja keras seperti demikian?

Walaupun kemarahan kadang juga diperlukan agar ada garis yang jelas antara pelanggaran emosi dan setengah kegilaan yang terpapar didalam jiwa tiap manusia.

Jadi, apa gunanya untuk menjadi manusia yang selalu berada dalam keadaan setengah kegilaan?
Bukankah dengan tersenyum segalanya menjadi lebih indah sekaligus menyehatkan?
Bagaimana menurut Anda , sahabat?

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

5 responses »

  1. setuju banget mbak dengan tersenyum semuanya akan terasa indah

  2. Joker (musuh batman) percaya bahwa kewarasan itu hanyalah ilusi dan semua orang sebenarnya “gila” & “just one bad day away from going insane”.

    Sebenarnya meluapkan kemarahan itu ada baiknya selama cepat dan intensitasnya ringan. Yang bahaya kalau marahnya itu dipendam, bisa jadi bom waktu

  3. Lidya says:

    saya juga suka marah bun🙂

  4. ysalma says:

    marah boleh tapi pada tempatnya ya Bund,
    tapi jangan sampai setengah gila, sayang kalau kehilangan setengah dari kenormalan yang belum tentu jg 100%🙂

  5. Subhanallah….bunda saya terus terang..hari ini sedang marah, tepatnya beberapa menit yang lalu saya telp ke CS bank MU..*ma*L*T..karena follow up uang terdeduct saat jaringan kacau janjinya 14 hari dibalikin ke rekening udah lebih dari 14 hari blom di balilkin saya telp tadi..agak sedikit kecewa dan marah…eh pas saya lihat notifikasi email bunda ini saya jadi kayak tertampar…itu hak saya karena uang saya dan bank kenapa nggak amanah tapi seharusnya saya tidak terlalu emosi ….astagfirullah..thanks bunda remindernya🙂

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s