harry-potter-and-the-chamber-of-secrets

Courtesy of : en.wikipedia.org

 

Dalam Harry Potter dan Kamar Rahasia ( Harry Potter and The Chamber of Secret), terungkap sebuah percakapan antara Profesor Dumbledore dan Harry Potter tentang fakta,
bahwa Harry Potter adalah seorang anak dengan bakat sihir yang luar biasa.
Harry seharusnya tinggal di asrama Slytherin, tempat yang sedianya tempat tinggal seorang penyihir hebat yang kejam bernama Lord Voldemort.

Sebenarnya, Harry memang pantas tinggal di Slytherin karena ia bisa berbicara dengan ular,
tidak semua penyihir memiliki kemampuan ini.
Lord Voldemort juga memiliki kemampuan yang sama dengan Harry Potter.

Bahkan, ketika pertama kali tiba di sekolah sihir Hogwarts, sebuah topi sihir bernama Topi Seleksi menyatakan bahwa ia akan menjadi seorang penyihir hebat jika ia tinggal di asrama Slytherin.
Namun, Harry memutuskan untuk tinggal di Gryffindor, asrama yang menjadi tempat tinggal kelompok penyihir baik.

Terkait dengan hal ini, Dumbledore menyetujui keputusan Harry.
Bahkan, ia berkata : “Bukan kemampuan kita yang memperlihatkan siapa diri kita yang sesungguhnya, tetapi pilihan kita”

Umumnya, tanpa disadari, kita sering berupaya untuk memperlihatkan kemampuan lahiriah yang kita miliki.
Dan, dengan cara itu, kita bermaksud untuk memegahkan diri, menganggap diri kita lebih baik ketimbang orang lain.

Sebenarnya, ketika mendemonstrasikan kehebatan yang kita miliki dihadapan orang lain,
terbentang berbagai pilihan yang harus kita ambil.
Namun, bagi orang yang bijaksana, mendemonstrasikan kehebatan yang kita miliki bukanlah hal yang penting.
Kecuali, jika memang harus melakukannya.

Meski demikian, perlu juga dijelaskan disini, bahwa bakat yang besar tidak serta merta membuat seseorang menjadi bijaksana.
Ada begitu banyak orang yang lahir dengan bakat hebat,tetapi menyianyiakannya begitu saja.
Semakin bijaksana seseorang, semakin pandai ia memilah apa yang harus ia tunjukkan dan apa yang harus ia simpan bagi dirinya sendiri.
Setuju…?

 

 

Salam

 

 

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

5 responses »

  1. prih says:

    Serasa tercelikkan membaca postingan Bunda….
    ….semakin pandai ia memilah…..tetapi pilihan kita……
    Semakin merunduk dalam pelatihan ‘memilah’ dan ‘memilih’
    Tarimo kasi Bunda.

  2. Yang penting adalah pilihan. Bener banget. Pilihan yang baik, pilihan yg bisa membuat kita ikhlas dan enjoy dalam menjalani perbuatan kita. Terimakasih Bunda🙂 artikel singkat yang sangat menyentuh hati❤

  3. Lidya says:

    jika diberikan kekuatan atau kepintaran harus bisa memanfaatkan dengan baik dan jangan besar kepala ya bun

  4. ysalma says:

    Kita sebenarnya sama, yang membedakannya ‘ketaqwaan’ yang dimiliki.
    kelebihan dan kekurangan untuk saling menympurnakan satu sama lain, bukan untuk berbangga-bangga ya Bund.

  5. vizon says:

    Setuju pakai banget, Bunda…
    Kalau dalam istilah jadulnya disebut sebagai ilmu padi, makin berisi makin merunduk. Beda halnya dengan tong, semakin kosong, semakin nyaring bunyinya..🙂

    Salam, Bunda..

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s