Berbicara mati, tentunya sudah dipastikan semua makhluk yang bernyawa pasti mati, hanya beda waktu dan tempat saja.
Sudah barang tentu bila ditanya , pasti tak ada manusia yang mau mati, inginnya hidup selamanya.

Karena dengan mati akan terputus segala kenikmatan dunia yang fana ini, meskipun dijanjikan akan hidup kekal di alam akhirat nanti, tapi tetap saja nafsu manusia akan selalu menginginkan kehidupan dunia.

Seandainya saja manusia selalu ingat akan mati dan siksa kubur, mungkin tak ada kejahatan, kedengkian, pembunuhan, dan peperangan.
Manusia akan selalu berbuat baik dan taat beribadah.

Padahal Rasulullah SAW telah mengisyaratkan kepada ummatnya :

”kafa bil mauti wa’iizho” artinya : cukuplah kematian sebagai nasihat atau peringatan.

Tapi kenapa hanya segelintir orang saja yang mau ingat itu?

Ada hal yang perlu kita sadari, mengapa manusia lupa dengan mati?
Karena nafsu yang dikuasai setan, sesuai dengan janji iblis ketika diusir dari surga,
ia berjanji untuk selalu menggoda keturunan Adam as, agar jadi temannya di neraka nanti.

Mungkin itulah salah satu sebab mengapa manusia lupa akan mati, tidak mau berbuat baik, selalu mencari permusuhan, dan saling membunuh.

Untuk itu beruntunglah manusia yang ingat mati, sehingga akan selalu berbuat baik dan beribadah sebagai tabungan amal baik yang akan dipetik di hari akhir nanti.

Bagi kita yang tahu dan mengerti tidak perlu takut menghadapi kematian, karena mati adalah sesuatu yang pasti kita alami, sebagaimana tertulis dalam Al-Qur’an :

”Kullu nafsin dzaiqotul mauti” artinya: tiap yang bernyawa pasti mati.

Namun sebelum kita mati sesungguhnya, Nabi Muhammad SAW telah mengingatkan pada ummatnya untuk belajar mati sebelum mati.

Kenapa harus belajar? karena dengan belajar, kita akan mengerti.

Belajar mati bukan berarti kita harus dibungkus kain kafan, dikubur layaknya orang mati beneran, tapi yang disebut belajar mati adalah kita mematikan nafsu dunia, nafsu ammarah, nafsu serakah, dan nafsu lawwamah.

* Tutup mata kita dari keserakahan dunia.

* Tutup pendengaran kita dari bisikan setan yang membuat kita terjerumus pada kegelapan hati.

* Tutup hidung kita dari penciuman aroma makanan kenikmatan yang membuat perut kita kenyang makan harta yang tidak halal.

* Perbanyaklah puasa dan lihat sekeliling kita yang menderita kelaparan tanpa ada yang peduli.

Bila kita mampu mematikan semua itu, berarti kita sudah belajar mati sebelum mati sungguhan.

Berat memang bila dirasa, tapi nikmat bila dihayati, karena kita akan semakin dekat dengan cahaya Illahi. Insyaallah..

Wallahu alam bisshawab.

 

 

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

13 responses »

  1. banyu sukmajaya says:

    Semoga bisa dan harus bisa, terimakasih atas pencerahaanya !

  2. siti says:

    allhamdulillah… pembelajaran menjelang bulan puasa

  3. anonim says:

    wah, inspiratif sekali ini…
    terimakasih pak..

  4. Wulan Wirawan says:

    Trimakasih Bunda yg gak bosan2nya selalu mengingatkan untuk merenung mempersiapkan akhirnya sukses….peluk Bunda…:-)

  5. zenius says:

    yang paling sulit adalah melawan hawa nafsu

  6. andinoegsby says:

    “Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara :

    Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,
    Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,
    Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,
    Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,
    Hidupmu sebelum datang kematianmu.”

    (HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Hadits ini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shogir)

  7. Titik Asa says:

    Terima kasih Bunda, posting ini membawa saya sejenak merenung malam ini.
    Belajar mati…betul bukan kita harus dibungkus kain kafan untuk mengingatkannya, walau ada beberapa aliran yang diawal kita memasukinya melaksanakan upacara semacam ini. Yg tepat, seperti yg Bunda bilang, mematikan nafsu dunia, nafsu ammarah, nafsu serakah, dan nafsu lawwamah…

    Salam,

  8. ded says:

    Saran dari Bunda tentang perbanyaklah puasa agar dapat melihat sekeliling kita yang menderita kelaparan, mereka butuh kepedulian kita.

    Sangat mengena buat saya…. !!!

  9. Suse Herleni says:

    Betul Bunda, harus siap selalu karena kita nggak pernah tau kapan ajal akan menjemput. Semoga kita masuk ke dalam golongan ormag2 yang beriman, aamiin.

    #hugs#

  10. kita harus ingat mati karena hidup di dunia tidak selamanya

  11. jl.mandala says:

    betul banget,semua didunia ini hanya sementara,jadi manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk hal2 yang baik..

  12. Herian s says:

    Benar Sekali, hawa nafsu memang harus selayaknya dimatikan sebelum nafsu itu tak akan kita miliki lagi. Terimakasih.

  13. prih says:

    Bunda…ikut menyimak belajar mematikan keinginan yang membunuh dengan menutup indera jiwa. Tarimo kasi Bunda….

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s