trialx.org

You heard it, seiring dengan kedewasaan – dan wawasan – yang bertambah, tentu Anda tak akan pernah menyepelekan faktor kesehatan Anda, kan?

Hari sudah malam.
Anda sedang berdiri di depan lemari es yang terbuka, mengamati lekat segala makanan yang ada di dalamnya.

You’re hungry; dan rasanya Anda bisa melahap semuanya: Roti putih dengan peanut butter; sepotong paha ayam – minus nasi karena Anda penganut “sekte” antikarbohidrat – dan french fries yang mesti Anda goreng dulu (umm, terlalu repot, selalu ada opsi delivery fast food yang nomornya sudah masuk speed dial); dan segelas susu hangat; mie instan favorit tiap warga tanah air yang sekarang tersedia dalam beragam rasa.

ATAU, Anda bisa memilih satu mangkuk buah-buahan tropis; Pepaya, semangka, jeruk, melon, pisang, dan sebagainya.
Hmm, kenapa pilihan sebelumnya jauh lebih menarik, ya?
Tapi, di satu sisi, hati Anda juga berteriak, “I don’t want to be faaaaat….

There are healthier ways, ladies, dan triknya adalah tahu – dan mengerti – apa yang dimakan, kapan dimakannya, dan bagaimana memakannya.
Setelah membaca artikel ini, coba buka lagi pintu kulkas Anda – it’s time to rejuvenate!

PICK YOUR FOOD

Sekarang, Anda berdiri di salah satu lorong supermarket, galau menatapi opsi makanan yang ditawarkan.
Hati-hati……….karena menurut banyak ahli gizi, yang Anda lihat sebenarnya bukanlah makanan, tapi sebuah “produk” yang telah diproses sedemikian rupa sehingga kandungan vitamin dan nutrisinya mendekati nol.
pilih saja yang living food.

Apa saja yang termasuk living food? You guessed it, segala jenis buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian – yang tidak diproses.
Organic is better, karena itu akan menjamin makanan Anda bebas pestisida, tapi kalaupun sulit mendapatkannya ( atau mahal) , tak perlu khawatir, pastikan saja Anda membersihkannya secara menyeluruh di bawah air yang mengalir.

PREPARE YOUR FOOD

Yes, Anda boleh berpikir kalau dengan menyantap sajian sayur-sayuran dari restoran dekat kantor sudah mencukupi kebutuhan nutrisi Anda.
Tapi, Anda tak pernah tahu kan seberapa panas – dan sering – mereka memasak sayuran tersebut.
Dalam suhu panas 118 derajat celcius, segala vitamin yang terkandung di dalamnya akan menguap.

Saya mengerti, ritme kerja Anda terlalu padat untuk memikirkan hal itu, that’s why, cobalah imbangi dengan menyiapkan menu makan malam yang mayoritas terdiri dari salad mix (romain lettuce, endive, paprika, baby kailan, kol merah, wortel – the choice is endless!), olesi dengan olive oil (sarat vitamin E) atau apple cider sesuai selera.
Kalaupun mau dimasak atau direbus, do not overheat it.

Tak perlu bertransformasi menjadi vegetarian kok, kalau mau Anda boleh saja menambahkan irisan steam tuna.
Jadilah seorang flexitarian ( saya sudah menjalaninya sebagai flexitarian selama hampir 20 tahun).
Tidak akan menghilangkan  atau mengurangi apa yang jadi menu sehari-hari Anda, justru akan menambah isi piring Anda, terutama dengan jenis sayuran dan buah yang lebih bervariasi.” Interesting, right?

WHEN TO EAT…

Tubuh Anda memiliki siklus fisiologis berdurasi 24 jam yang disebut ritme sirkadian, yang kurang lebih serupa dengan ritme aktivitas harian Anda: Bangun jam 06.00, sarapan jam 07.00, berangkat kerja jam 08.00, bekerja 9 – 5 yang diselingi waktu lunch sejam.

Nah, semakin Anda “mematuhi” ritme sirkadian – yang berarti tahu waktunya makan dan waktunya beristirahat – maka semakin lancar organ internal Anda beroperasi.
Here’s how it works…

12.00 – 20.00. waktu tubuh menyerap bahan makanan yang sesuai dengan kebutuhannya.

20.00 – 04.00 Tubuh memproses makanan dan memilih-milih mana yang baik dan buruk.

04.00 – 12.00. “Sisa proses” dibuang dari tubuh dalam bentuk kotoran, urine, keringat, atau napas.

FUN TO CHEW

Mengunyah makanan mungkin adalah salah satu hal yang kebanyakan dari Anda take for granted – nggak usah repot-repotlah mengunyah berlama-lama (mana ada waktu!), toh nanti juga dicerna oleh tubuh.
WRONG………….. !!  justru mengunyah yang baik itu bisa menentukan apakah Anda bersahabat dengan toilet di pagi hari, yang akan membuang segala toksin dan “ampas” makanan dari tubuh.

Usahakan kunyah makanan dengan baik (termasuk yang lunak seperti bubur) supaya tercampur dengan air liur dan enzim yang diproduksi bisa maksimal mencerna makanan tersebut.

WHAT TO EAT

So, berdasarkan ritme sirkadian di atas, berikut tip santapan yang layak dijadikan rutinitas Anda…

BREAKFAST.
Put fruit on your plate, karena penyerapan buah pada perut kosong akan lebih maksimal.
Selain itu, Kandungan fructose (gula buah) menjadi pemasok energi yang sangat cepat dan cairan enzimnya (pemicu reaksi kimia dalam tubuh) membantu membersihkan tumpukan kotoran pada usus besar.
Jangan jadikan buah sebagai dessert karena akan mengganggu proses pencernaan makan besar Anda.
Better to eat them before.

LUNCH.
Di buku Mitos dan Fakta Kesehatan, Erikar menjelaskan mengenai perpaduan makanan yang serasi.
“Perpaduan antara protein hewani plus sayur dan pati (nasi) plus sayur sangat tepat,” ujarnya.”
Yang pertama karena kandungan protein padat dan lemak hewani terimbangi oleh sayuran, sementara yang terakhir karena keduanya berbasis karbohidrat – kombinasi yang lebih mudah cerna.”
A big NO adalah menu pati dan protein hewani saja lantaran memiliki dua enzim yang berbeda yang “musuhan” kalau masuk di saat yang bersamaan.

DINNER.
Menurut ritme sarkadian tubuh, Anda semestinya berhenti makan pada pukul 20.00, karena saat inilah tubuh Anda akan beristirahat untuk perlahan memproses segala makanan yang masuk.
Oleh karena itu, ringankan tugas organ pencernaan dengan menu dinner yang ringan, seperti salad (cek lagi poin Prepare Your Food sebelumnya).

Semoga bermanfaat…………

Salam

 

Referensi : healthtoday

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

16 responses »

  1. tary onnie says:

    Paragraf demi paragraf terutama bagian atas bikin aku tertampar bun heheheh…. aku juga mulai menerapkan pola makan sehat bun, walaupun suami kelihatannya agak susah diajak kompromi dengan menu sehat.

  2. prih says:

    Menyayangi tubuh dengan pengaturan asupan ya Bunda Ly. Langsung terhenyak saat berkaca loh ini tumpukan lemak di seluruh bagian…
    Tarimo kasi Bunda sharing berharganya ritme sarkadian.

  3. kalo bicara makanan, emang yang bicara bukan hanya kata-kata dari lisan ya. Tapi dari perut juga ikut gemetar….! he2.

  4. suhu memasak ternyata juga harus diperhatikan ya Bun🙂

  5. Idah Ceris says:

    Saya belum bisa sarapan hanya dengan Buah, Bunda. Hihihi
    Teteeeep, perut Desa.😀

  6. hmm, salad di malam hari … seru juga tuh😀

  7. terima kasih sharingnya, jadi tau makan yang benar gimana

  8. Lidya says:

    belajar makan yang benar nih saya bun

  9. berarti termasuk nugget juga udah produk dan ga fresh ya, bun. memang lebih enak makan buah dan sayur yang dimasak sendiri, hhehe

  10. Dengan memakan yang benar tubuh akan lebih mudah mencerna dan menyerap makanan ya bunda. Makasih infonya bun.

  11. adienesia says:

    untuk anak muda mungkin, tidak terlalu memikirkan dampak. selagi ada, selagi enak. kenapa tidak. kapanpun itu.
    salam kenal bunda🙂

  12. Harus pintar pintar memilih makanan ya bu…

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s