Courtesy of : ceriwis.com

Tentunya kita masih ingat tentang frase “membuka pintu hati”.
Pernyataan ini tidak hanya berlaku untuk urusan menerima atau menolak kehadiran seseorang dalam hidup kita.
Melainkan untuk hal apapun yang melibatkan perasaan hati, atau segala sesuatu yang berkaitan dengan proses pengambilan keputusan. Hingga tindakan yang kita ambil sebagai respon terhadap suatu keadaan.

Hati kitalah yang menentukan, apakah kita mengalah atau melawan.
Hati jugalah yang menentukan, apakah kita akan mendendam atau memaafkan.
Lebih dari itu, hati lah yang menentukan, apakah kebaikan yang kita lakukan itu bernilai pahala di mata Tuhan, atau sekedar tebar pesona dihadapan sesama manusia.

Pintu hati memainkan peranan untuk mencegah agar segala sesuatu yang kurang baik bagi kita tidak bisa memasuki relung hati.
Jika kita tak pernah menutupnya, segala sesuatu akan memasukinya tanpa kendali.

Dan, jadilah kita orang yang terombang ambing oleh sistem nilai apapun yang datang dari luar.
Padahal, belum tentu segala hal yang datang dari luar itu baik adanya bagi kita.
Kalau pengaruh dari luar itu, akan menyakiti kita, mengapa kita mengizinkannya masuk juga?

Meski kita tak ingin sistem nilai sembarangan masuk kedalamnya, tetapi ada banyak hal lain yang justru harus masuk kedalam sanubari kita, karena ada banyak penyemangat hidup dari luar yang bisa membesarkan hati.
Ya benar, ini cuma sekedar teori.

Namun begitu, mari kita coba lihat realitas kehidupan kita sehari hari.
Mulailah menanyakan pada diri sendiri, apakah kita dapat dengan mudah menerima nasihat nasihat baik dan sulit untuk menerima sentimen sentimen atau hasutan negatif?
Jika demikian, maka pintu hati kita berfungsi dengan baik.

Bagaimana kalau sebaliknya?
Pastilah pintu hati kita tidak berfungsi dengan baik.
Ketika hati kita dipenuhi oleh niat buruk, sikap dan perilaku kita juga akan semakin buruk.
Bukan begitu , sahabat…….. ??

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

7 responses »

  1. Citra Indah says:

    thank bund postingannya🙂

  2. shintadewi says:

    Bundaaa.. ini keren banget. ngena banget gitu lah..

  3. prih says:

    Melumasi engsel pintu hati dengan ‘oli’ postingan indah bermanfaat dari Mamih Bunda Ly. Terima kasih Bunda tuk berbagi timer pembuka tutup pintu hati, suara kata hati yang jujur kadang lirih terdengar tertutup suara keinginan diri.
    Salam hangat

  4. Batavusqu says:

    Salam Takzim
    semoga pintu hati tetap terbuka dengan komentar saya
    Salam Takzim Batavusqu

  5. Lidya says:

    kita sednri yang menyimpan kuncinya yabun, kapan bisa ditutup dan kapan bisa dibuka

  6. mandor says:

    sebuah pertanyaan yang wajib ditanyakan ke dalam hati yang paling dalam
    “Apakah ini baik buat saya atau tidak?”
    Hati kecil akan menjawab secara jujur. Dari situlah penyaring semua yang datang dari luar

  7. ysalma says:

    Hati harus tetap diberi ‘makan’ dengan membaca tulisan-tulisan seperti ini ya Bund,
    Agar tetap berfungsi dengan baik.

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s