courtesy of :wikipedia.org

Harper Lee memperoleh penghargaan Pulitzer – yang sangat bergengsi – atas novelnya yang berjudul To Kill a Mockingbird.
Novel itu adalah karya pertama dan terakhirnya.

Hingga kini, karya itu dianggap sebagai sesuatu yang fenomenal karena memiliki pesan moral yang luhur.
Yaitu pesan tentang pemahaman hubungan antar manusia.

Banyak para calon penulis yang bercita cita membuat sebuah karya yang fenomenal; diterima secara luas, dianggap abadi.
Merasa bahwa tidak semua orang bisa menulis, dan bahwa menulis adalah sebuah kegiatan yang misterius, bahkan terkesan romantis, mayoritas calon penulis berharap bahwa proses menulis yang dibangunnya berjalan sempurna.

Namun, sayangnya , tidak banyak orang yang, meminjam istilah Khairil Anwar ” sekali berarti, sesudah itu mati”

Sekedar contoh; ketika menerbitkan Phantastes, George McDonald dianggap sebagai penulis yang gagal.
Padahal, sebelum menerbitkan karya itu, reputasinya dalam dunia tulis menulis cukup diperhitungkan.
Suatu hari seorang pemuda menemukan karya itu.
Keika membacanya,hatinya diliputi dengan suka cita.
Di kemudian hari, pemuda itu menjelma menjadi salah satu penulis yang disukai dunia, namanya C.S Lewis.

Adakalanya sesuatu yang dianggap gagal oleh banyak orang justru dianggap berhasil oleh segelintir orang.
Fakta yang aneh ini, mengajak kita untuk merenung, untuk siapakah kita berkarya dalam hidup ini?
Dan, jawabannya adalah : kita melakukan segala sesuatu dalam hidup, pertama tama , untuk diri kita sendiri………

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

12 responses »

  1. Kita memang harus perlu dan wajib belajar lebih baik dalam menulis. Mungkin kita harus kembalikan lagi pada niatan kita sebelum berkarya. Manfaat apa yang akan kita terima dan diterima orang lain. Insyaallah.

    kira kira begitulah…………..
    sebaiknya menulis diniatkan untuk ibadah, semoga bermanfaat bagi yang membaca tulisan kita, begitu khan,Imam?
    salam

  2. prih says:

    Fenomenal yang tergosok oleh proses dan perlu waktu ya Bunda
    Sangat suka dengan pertanyaan berkarya untuk siapa….terima kasih diingatkan bahwa setiap kesempatan adalah fenomenal dalam langkah hidup kita.
    Salam hangat

    ya Ry, aku juga menuliskan artikel ini untuk mengingatkan pada diri sendiri juga๐Ÿ™‚

    salam

  3. Iya bunda,,,
    kita melakukan sesuatu awalnya, seharusnya untuk diri kita sendiri ya bun, supaya kita senang melakukannya. Salam bunda…

    dengan senang melakukannya, semoga bisa bermanfaat juga untuk yang membacanya ya Pu๐Ÿ™‚

    salam

  4. mandor says:

    iya benar bunda, berkarya dengan sebaik-baiknya adalah pembuktian kepada diri sendiri bahwa masih bisa berbuat sesuatu untuk kebaikan

    sembari menebar dan sekaligus mendapatkan energi positif untuk berkarya yang bermanfaat , iya khan Pak Mandor๐Ÿ™‚

    salam

  5. obat nyeri sendi says:

    berubah untuk menjadi orang yang lebih baik..


    selalu dan selalu berusaha …
    salam

  6. monda says:

    hi..hi..aku yg nggak ngerti sastra ya mam..
    karya pemenang Pulitzer aja aku cuma bilang oooh begini saja tho..

    mungkin harus baca karya asli, bukan terjemahan ya mam

    mamih juga gak ngerti sastra kok BunMon …hehehe
    ( si mamih ini khan suka sok tau….hahaha)๐Ÿ˜›
    iya ya , mungkin dengan membaca yang asli ,kesan yang didapat akan berbeda Bun๐Ÿ™‚

    salam

  7. Kalimat terakhirnya luar biasa. Jadi kita melakukan sesuatu pertama-tamu untuk diri kita sendiri…
    Saya terapkan ini mulai dgn ngeblog saja deh Bunda. Saya akan membuang dulu perasaan “kira-kira ada yg komentar gak ya kalau saya posting ini?” Pertanyaan itu kadang jadi beban saya. Pagi ini saya lepaskan beban itu, Bunda.
    Terima kasih Bunda sudah mengingatkan hal ini…

    Hormat saya dari Bekasi,

    bunda juga berusaha untuk terus menulis, mudah2an bermanfaat bagi yang membaca
    mungkin sebaiknya jangan pernah meremahkan tulisan kita sendiri, itu lebih baik ya Ujang๐Ÿ™‚

    dan…..bunda selalu suka tulisan Ujang tentang keseharian ….๐Ÿ™‚
    selalu ada hikmah yang bisa diambil disana…

    salam

  8. Imelda says:

    Dengan kata lain bunda, belum tentu sebuah buku “populer” itu sebetulnya fantastis dan berisi. Biasanya hanya karena trend sesaat atau mass product. Waktu juga menentukan sih. (Aku jarang suka apa yang masyarakat suka a.k.a sukanya melawan arus)

    hehehe…begitulah kira2 Mbak EM
    sebuah karya kadang dikatakan fenomenal, padahal karena banyak sebab dan pendukung akibat dibelakanganya ya…๐Ÿ™‚

    salam

  9. i-one says:

    setuju dan yang terpenting kita menikmati apa yang kita tulis


    dan, orang lain pun dapat mengambil manfaat dari tulisan kita tersebut, begitu khan i-one ?๐Ÿ™‚
    salam

  10. aim says:

    Inspiratif๐Ÿ™‚ Tidak ada jalan pintas untuk menjadi penulis seperti itu, yang ada hanya setia pada proses.


    setia pada proses adalah bentuk lain dari sebuah kesuksesan , begitu khan Aim ?
    salam sayang untuk Prit cantik yaa……

    Salam

  11. Kopiah Putih says:

    Berarti memang harus terus berusaha ya Bunda..Berusaha untuk diri sendiri..๐Ÿ™‚


    selalu berubah kearah yang lebih baik
    untuk diri sendiri dan bermanfaat juga bagi orang lain, setuju ?๐Ÿ™‚

    salam

  12. lazione budy says:

    Harper Lee, satu-satunya karya menjadi legenda. Luar biasa.
    CS Lewis itu dulu satu angakatan sama JRR Tolkien. Mereka sahabatan, karya fenomenalnya Lord of the Ring pernah disindir sama CS Lewis, kapan dikelarin karena saking lamanya mengendap.
    Persahabatan yg luar biasa, saling unjuk prestasi.

    “persaingan” antar sahabat yang menghasilkan karya karya spektakuler yang memukau

    salam

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s