courtesy of : thinkpositive30.com

Bukan, tulisan ini bukan hendak membahas , apa dan bagaimana atau segala sesuatu tentang sampah.
Namun, ada saja istilah yang sering kita dengar tentang “pengumpul sampah” ini.

Pengumpul sampah yang saya maksud disini adalah; orang orang “sulit” yang kerap mengganggu kelanggengan suatu hubungan, akibat reaksi dan berbagai ekspresi atas emosi negatif yang mereka miliki.

Para pengumpul sampah ini adalah orang orang yang senang mengungkit ungkit beragam hal yang tidak baik – yang tidak sepantasnya dikenang atau dibahas.

Senjata mereka adalah batu batu yang disembunyikan dalam bola salju; sindiran, satire, candaan yang menyakitkan, dan semacamnya.

Alih alih mengajak kita untuk maju, mereka ini cenderung menarik kita ke belakang.
Setiap orang pastinya memiliki masa lalu, rahasia dalam kehidupannya masing masing.
Nah, hal hal yang memalukan yang berkaitan dengan masa lalu, rahasia dan kehidupan seseorang itulah yang dijadikan bulan bulanan, oleh para pengumpul sampah.

Hidung mereka seakan akan mampu mengendus hal hal busuk yang sedianya sudah tertutup rapat.
Bahkan, mereka tidak segan segan menghadirkannya secara sinis kepada orang orang yang ada disekitarnya.
Sungguh sebuah suguhan yang memalukan.

Kini, mari kita merenung : apakah kita adalah pengumpul sampah?
Apakah kita dikelilingi oleh pengumpul sampah?

Mari kitahadapi hari depan dengan lebih berani.
Masa lalu memiliki tempatnya sendiri – dan tak semuanya pantas untuk diungkap.
Pengalaman memalukan tak seharusnya membuat hidup kita hancur.
Seburuk apapun masa lalu yang kita miliki, kita masih berhak untuk memperjuangkan hari depan yang lebih baik.
Setujukah, sahabat………??

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

10 responses »

  1. prih says:

    belajar memilah memilih apa yang didengar dan dimemori dari postingan menawan ini Bunda Ly. Salam hangat

    memilah dan memilih, agar selalu mendapatkan energi positif ya Ry🙂

    salam

  2. Iyaa , jika kita dapat input yang negatif dan menarik energi kita ada baiknya kita tidak memasukkan ke memory jangka panjang kita, namun cukup memasukkannya ke recycle bin, dan bersyukur bahwa input itu tidak benar, forgiving dan forget it, empty recycle bin deh

  3. M. Iman Santoso says:

    semoga kita tidak termasuk pengumpul sampah, dan dijauhkan dari para pengumpul sampah juga…

  4. Kita punya masa lalu, orang lain juga punya masa lalu.
    Kebaikan orang lain kita kenang, keburukan mereka kita lupakan …

  5. @mirasahid says:

    Semoga aku terhindar dari sifat seperti itu, Bun. Naudzubillah. makasih sudah diingatkan ^_^

  6. Lidya says:

    masing-masing aja ya bun untuk urusan keluarga

  7. Idah Ceris says:

    Waaaah, dapat pengetahuan baru di sini, Bund.

    Usahakan jgn campur tangan rumah tangga org lain, tnpa dimintai tlg ya, Bund.🙂

  8. mandor says:

    Benar bunda, masa lalu punya tempat tersendiri dalam pengungkapannya. Jika diungkit dan membuat rusaknya tatanan, sebaiknya ditinggalkan saja. Pengumpul sampah-sampah itu, lebih baik dihindari agar hidup menjadi tenang

  9. tidak sia-sia saya membaca artikelnya ternyata artikelnya bermanfaat sekali untuk saya dan menambah wawasan saya

  10. Iksa says:

    Selektif memory .. Khusus hal negatif .. Bikin sakit kalau begitu lama-lama.

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s