courtesy of :flickr.com

Ada sebuah kisah tentang hati , yang sering berulang diceritakan.
Entah darimana cerita ini bermula.
Namun, saya tetap saja terkesan dan selalu tersenyum  ,tiap kali mengulang  cerita ini.

Seorang pemuda merasa hidupnya sia sia.
Dan, ia hendak mengakhirinya hidupnya.
Ia mendatangi Gurunya, dan menyatakan niatnya tersebut.
Gurunya yang bijak mendengarkan- dan mencermati – cerita pemuda tersebut dengan seksama.
Setelah itu, ia berkata :” Nak, tolong ambilkan sesendok garam dan segelas air putih di dapur”

Pemuda itupun manut, dan membawa kedua benda tersebut kehadapan Gurunya.
” Campurkan garam itu ke air dan rasakan” ujar Sang Guru.

“Piuuuh!!” Pemuda itupun menyemburkan air tersebut.
Menurutnya, air itu tidak hanya asin, tapi juga pahit.

“Nak, mari kita pergi keluar. Bawa juga garam tadi “.
Disamping rumah Sang Guru ada sebuah telaga yang besar, dengan air yang jernih dan segar.
Guru itu lantas meminta pemuda tadi untuk melarutkan garamnya ke dalam telaga tersebut.
“Aduklah dengan bambu yang tergeletak disitu'” ujar Sang Guru.

Seperti sebelumnya, guru itu juga meminta sang pemuda untuk meminumnya.
” Bagaimana rasanya?” tanya Sang Guru

” Air ini segar, Guru. Tidak terasa pahit atau asin” ujar pemuda itu.

” Demikian pula dengan hati kita, jika kau memiliki hati yang sempit, maka setiap persoalan kecil akan membuat hatimu pahit. Alhasil, kau mudah tertekan.
Namun , jika hatimu seluas telaga ini, maka , apapun persoalan yang kau hadapi, kau akan tetap tegar , kau tidak mudah menyerah.
Juga, kau akan menjadi orang yang berjiwa besar, mudah memaafkan dan mengampuni orang lain “

Bagaimana dengan hati kita?
Apakah hati kita memiliki pengampunan, kesabaran dan ketabahan dalam menjalani hidup yang bengis dan keras ini ?

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

13 responses »

  1. Kang Ame says:

    Sangat menyentuh bunda🙂
    kadang tanpa kita sadari kita sering mengcilkan pikiran dan hati kita sendiri.
    Tetap bersyukur dengan apa yang diberikan oleh Tuhan

  2. Hati itu merupakan pusat berkumpulnya segala tindakan, jika hati mengarah kepada sesuatu yang jahat, maka prilaku akan jahat, tetapi jika hati mengarah kepada yang baik, maka baik pula tingkah laku seluruh perbuatan

  3. alaika says:

    Pengen banget memiliki hati seluas telaga, agar tetap nerimo thd segala keadaan yang hampiri diri, Bund.🙂 Semoga kita bisa memiliki hati seluas telaga ya, Bund?

  4. sudah beberapa kali saya baca cerita ini. Dan gak pernah bosan, karena memang sangat menginspirasi🙂

  5. indra says:

    cerita yang dapat di jadikan pelajaran buat kita.
    makasih bunda.🙂

  6. Lidya says:

    Harus terus meluaskan hati ya bun, say ajuga mau belajar ah dari bunda

  7. Musim Semi says:

    makasih ceritanya bun..saya izin reblog ya🙂

  8. Makasih bunda atas ceritanya… Jd menambah pemahanan dalam menghadapi masalah..

  9. Ah, bunda pu suka membaca ini pagi-pagi. Harus banyak-banyak meluaskan hati ya bun.

  10. Agung Rangga says:

    Sebuah pengingat buat saya…😳

  11. lifestyle says:

    kiayai memang bijak sana

  12. lazione budy says:

    wah mantab pengibaratannya.
    maka jadikan hati kita lapang dengan segala persoalan hidup ini.
    mudah-mudahan Tuhan kasih yg terbaik.
    Amin

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s