courtesy of : abinyaaliefsyahdjibran.blogspot.com

“Berbahagialah orang yang terus berharap, tetapi juga rela kehilangan ” ( Unknown)

Melihat berbagai bencana dan kecelakaan yang akhir akhir ini banyak terjadi, saya kerap berandai andai: bagaimana perasaan seorang ibu yang harus kehilangan anaknya dalam sebuah musibah? Bagaimana pula perasaan seorang anak yang harus kehilangan orangtua nya karena sebuah kecelakaan yang membuatnya tewas?

Pertanyaan pertanyaan diatas menggambarkan, bagaimana seseorang bisa sangat terpukul karena sebuah kematian.
Jangankan kematian, perpisahan untuk sementara waktu dengan seseorang pun, dapat membuat kita sedih beberapa hari.

Kita yang mengharapkan kehadiran akan merasa gundah bila berhadapan dengan perpisahan.
Dan, kita yang mengharapkan kebersamaan akan merasa sedih, ketika kebersamaan itu berakhir.

Memang setiap manusia itu bebas untuk berharap.
Bahkan, kita kerap diajari untuk terus berharap.
Namun begitu, berapa banyak dari kita yang tahu pasti, apa yang kita harapkan , dan siap bila tidak menjumpai kenyataan atas harapan itu?

Disinilah mungkin letaknya penyerahan diri pada Tuhan, diuji.
Ketika segala sesuatu yang kita harapkan tidak menjadi kenyataan.
Bersediakah kita untuk berserah kepada Tuhan?

Selain itu, kita juga perlu merenung : apakah selama ini kita telah salah berharap?
Sesungguhnya, kekuatan penyerahan diri yang disertai dengan kerelaan hati lah yang memampukan kita untuk terus menjalani hidup ini….

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

9 responses »

  1. Doretha says:

    Awesome blog! Is your theme custom made or did you
    download it from somewhere? A theme like yours
    with a few simple tweeks would really make my blog stand out.
    Please let me know where you got your design. Kudos

  2. lazione budy says:

    saya hidup dari berharap.
    berharap yg relaistis akan kemampuan jauh lebih bagus.

  3. M. Iman Santoso says:

    setuju banget, kebanyakan kita terlalu meninggikan “aku”nya seolah-olah bisa melakukan segala sesuatu dengan diri kita sendiri, ya mungkin ujian-ujian ini merupakan peringatan Tuhan untuk kita..

  4. Imelda says:

    Bunda…. kemarin dulu aku seharian termenung… karena ada teman SMP ku yang kehilangan suaminya. meninggal karena sakit. Padahal dia baru adopsi seorang bayi, skr berusia 4 th. Semua tiba-tiba, dan aku bisa membayangkan betapa paniknya dia. Sedangkan yang kehilangan pasangan di hari tua saja masih kehilangan, meskipun sebenarnya sudah “siap-siap” apalagi yang masih muda😦

    walaupun kita semuanya tahu, bahwa pasti akan ada perpisahan ,
    namun , tetap saja , kita “gak pernah siap” menghadapinya ya Mbak EM😦

    ikut prihatin dan berduka pd teman SMP nya Mbak EM
    salam

  5. nh18 says:

    Berharap yang baik tentu boleh-boleh saja …
    Selain harus dibarengi pula dengan ikhtiar yang tiada berhenti …

    Harus pula diiringi dengan Penyerahan Diri …

    Salam saya Bunda Ly

    (4/2 : tujuh)

    hahahha….asiiik…dapat giliran ke tujuh di bewe in oleh Mas eNHa😉
    terimakasih banyak ya Mas untuk kunjungannya🙂

    intinya , ketika berharap hrs juga ada usaha dan doa ya Mas aka tawakal…

    salam

  6. Bener bun, apa yang baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah karena kita hanya manusia lemah yang rangka berpikirnya ya terbatas ya bun…

    setuju sekali Pu….
    sebaiknya kita yakini, pasti Allah swt memberikan yang terbaik untuk kita ,hambaNYA

    Salam

  7. Agung Rangga says:

    Makasih bun nasehatnya…🙂

    sama2, semoga bermanfaat ya Agung🙂

    salam

  8. Lidya says:

    Selalu ada ketenangan setelah membaca tulisannya bunda lily

    terimakasih banyak utk apresiasinya utk tulisan ini, Lidya🙂
    salam hangat untuk keluarga , semoga selalu sehat🙂

    salam

  9. Suse says:

    Yang jelas kita Tetap harus berprasangka baik pada Allah ya Bun….thanks for sharing this thought with us🙂

    Hugs

    Setuju sangat , Mbak Suse🙂

    bighugs

    Salam

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s