trendycovers.com

Sering kita terpukau dengan ” tampilan luar” .
Kita suka pada orang yang ‘kelihatannya’ baik, pintar, bijak dan berwibawa serta berpengalaman, bahkan kadang kita juga mengidolakannya.
Namun, kadang rasa suka itu berbalik menjadi kekecewaan, ketika kita tahu ‘ternyata’ ada sisi gelap dari orang yang kita idolakan itu.

Hasilnya…………rasa hormat dan kagum kita, berubah jadi kebencian, atau setidaknya kita tak mau lagi mendengarkan suara suara bijak darinya.
Padahal, kebenaran adalah kebenaran, meskipun datang dari lumpur.

Saya jadi teringat dengan celetukan seseorang yang kira kira begini : ” Ngapain aku dengerin omongannya, wong sama istrinya/suaminya saja dia cerai kok. Pakai khotbah kayak gitu segala…..”

Kalimat diatas mungkin banyak sekali yang mengatakannya.
Dan, boleh jadi tidak salah juga untuk bersikap seperti itu.
Namun, juga tidak sepenuhnya fair.

Sebenarnya, perlu dibedakan antara kekurangan seseorang yang bersifat kelemahan manusiawi dan kejahatan atau kebejatan moral.

Seseorang yang ‘tercela’ karena kelemahannya tetapi masih bisa menjaga kesucian nilai kemanusiaannya, adalah gambaran seorang manusia apa adanya.
Sebab, begitulah manusia.
Kita tak dapat memvonis buruk reputasinya dan menutup mata dan telinga dari kebaikan dan kebijaksanaan yang masih bisa disebarkan.
Perceraian seseorang dengan suami atau istrinya tidak serta merta mengisyaratkan, bahwa dia adalah seseorang yang buruk.

Berbeda dengan orang yang memang berperilaku buruk, kriminal dan melanggar norma.
“Seolah dia tidak takut lagi pada Tuhan” begitu kira kira ungkapannya.
Bisa juga, mereka yang dikenal bijak dan pantas dijadikan tempat berguru, tetapi ternyata sering menyakiti hati tetangga dan tidak peduli pada sesama, bahkan sering tidak peduli jika tetangganya itu terganggu oleh ulahnya.

Ini mengisyaratkan pada kita, bahwa bersikap objektif dan proporsional itu penting.

Agar kita bisa lebih memahami makna atas kekurangan dan kelebihan setiap individu.
Dan, pada saat yang sama , kita juga bisa bilang ‘tidak’ pada kebejatan moral dan perilaku tercela lainnya..

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

4 responses »

  1. Terkadang kebaikan,keburukan dan kebencian itu berbeda tipis,sekali kita menentukan dan melangkah,terjadi terjadilah..

  2. Rahmi says:

    Tapi kadang susah Bun, menjaga hati agar tak berprasangka macam-macam 🙂

  3. Setuju bunda,masalah perceraian kan masalah hubungan dia dg seseorang ya bun…urusan pribadi dia. Bisa jd dia punya pengalaman hidup yg bermanfaat u kita. Dan dia coba share ke kita dan scr pribadi tetep baik.

  4. anna says:

    Betul juga..
    Kadang kalo udah terlanjur kecewa, jadi susah untuk mengambil kebaikan seseorang. Yang berbahaya kemudian kalo jadi sentimen pribadi bun.. Pernah ngalamin juga soalnya. Awalnya respek, tapi kemudian dia berbuat salah, trus kitanya kecewa..trus setiap apa yg dia sampaikan seakan salah terus.

    Makasih sudah mengingatkan🙂

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s