tagged.com

Apakah Anda setuju bahwa pria bebas dan boleh menangis?!
Mungkin sebagian dari diri Anda ada yang mengangguk setuju, namun ada pula yang menggeleng kencang-kencang tanda tak setuju.

Bahkan mungkin, kini Anda mempunyai suami yang sejak kecil dididik untuk anti menangis, sehingga tak sekalipun Anda pernah melihat ia menangis, bahkan saat anggota keluarga terdekatnya meninggal dunia.

Kini Anda melihat bahwa suami Anda mulai mendidik putera semata wayang Anda untuk mempercayai hal yang sama,”pria tidak boleh menangis.”
Siapa bilang bahwa pria tidak boleh menangis?
Jika mereka tidak boleh menangis, maka seharusnya mereka juga tidak boleh tertawa. Sebab, baik menangis maupun tertawa, keduanya merupakan emosi yang nyata dan pasti dirasakan oleh setiap makhluk yang namanya manusia.

Kita tidak boleh lupa bahwa lepas dari gender yang ada, pria maupun wanita adalah pribadi yang utuh, memiliki kehendak, pikiran, emosi, keinginan, dan sebagainya.

Menangis sama nyatanya dengan tertawa.
Jika seseorang boleh tertawa, lalu mengapa dia dilarang untuk menangis?!

Oleh karena itu, bagi Anda yang saat ini memiliki putra (atau putri), janganlah gampang mengatakan “Jangan menangis!” pada mereka.
Berikan kepada mereka kesempatan dan kebebasan untuk menjadi manusia seutuhnya, merasakan dan berani mengungkapkan setiap emosi yang mereka rasakan.

Perlakukan mereka sebagai manusia dan bukan robot yang tahan banting.

Bagi Anda yang mendapat ajaran ‘dilarang menangis’, ingatlah bahwa Anda pun boleh menangis.
Menangis merupakan salah satu obat yang manjur bagi pemulihan jiwa, sama berkhasiatnya dengan tertawa.

Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa.
Untuk segala sesuatunya, ada waktunya…setuju khan Sahabat??

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

4 responses »

  1. yang penting ojok kelebihan aja nangis sama ketawanya😀 semua yang berlebihan gk baik😀

  2. Imelda says:

    Aku tidak mau mengajarkan pada anak2ku bahwa pria tidak boleh menangis. Suamiku menangis tersedu-sedu wkt menemukan nenek meninggal.
    Suatu hari Riku pulang dan langsung menangis padaku karena dibully, tapi dia bilang dia tahan tidak menangis di sekolah. Mungkin karena malu…. jadi tanpa diajarkanpun mereka belajar dari kehidupan.

  3. firmanwy says:

    Siapapun boleh menangis, siapapun boleh tertawa… benar, tapi harus pada momen-nya. Hanya bisa menangis atau hanya bisa tertawa saja artinya tidak ada keseimbangan… karena Tuhan menciptakan segala hal berseimbangan…

  4. jarwadi says:

    jadi begini bunda: menurutku sih, yang saya yakini sehaqul yaqin nya, lelaki itu tidak boleh menangis. tetapi terpaksanya menangis jangan sampai ada orang yang tahu. cicak di dinding pun jangan sampai tahu😉

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s