chinesesymbolupdate.blogspot.com

 

Bahagia itu sederhana.
Tapi tanpa sadar, Anda membuatnya jadi rumit.
Tidak percaya?

Keinginan yang tak pernah ada habisnya, sering membuat pikiran terbebani.
Hati pun tak kunjung lapang hingga rasanya kebahagiaan tidak pernah datang.
Jangan-jangan Anda sendiri yang membangun tembok penghalang sehingga kebahagiaan tak kunjung tiba.
Coba cek ‘4 tembok’ ini:

Tembok #1 Tubuh Ideal

Tubuh langsing, jadi impian sebagian besar perempuan.
Berbagai usaha dilakukan.
Mendaftar ke pusat kebugaran, pentang makanan berlemak dan manis, atau diet ketat.
Tak hanya itu, cara lain yang kurang masuk akal pun dicoba.
Misalnya membeli pakaian dengan ukuran lebih kecil demi memotivasi diri.
Padahal cara tersebut bisa memicu stres dan berkembang menjadi depresi.
Depresi justru disebut-sebut akan memicu naiknya berat badan bahkan obesitas (studi yang dipublikasikan dalam Archives of General Psychiatry, 2010).

Perempuan dan makanan memiliki hubungan yang kompleks.
Di satu sisi makanan menjadi sahabat setia kala stres melanda.
Di sisi lain makanan dianggap musuh karena sering membuat stres saat mengakibatkan berat badan naik.

Geenen Roth penulis Women Food and God: An Unexpected Path to Almost Everything menyarankan cara terbaik untuk memperbaiki hubungan dengan makanan adalah mengubah apa yang Anda lakukan tanpa melibatkan makanan.
Gantikan dengan kegiatan lain.
Hentikan obsesi memiliki ukuran baju yang lebih kecil.
Lebih baik Anda melakukan konsultasi dengan pakar busana, untuk memilih baju-baju yang bisa menutupi kekurangan tubuh Anda.

Tembok #2 Ketakutan Finansial

Perempuan seringkali tidak bisa tidur karena memikirkan uang (studi di Amerika Serikat, 2011). Mengikuti kekhawatiran tersebut, banyak di antara mereka (dan memaksa pasangan) bekerja keras, serta mengetatkan anggaran, demi memenuhi ‘target’ tabungan.

Salah satu cara ‘mengembangkan’ uang, perempuan mencoba berinvestasi.
Sayangnya kekhawatiran itu makin tinggi.
Meski 49% perempuan bersedia mengambil risiko, namun hanya 22% perempuan yang menyatakan ‘menikmati’ berinvestasi (fakta di Financial Experience & Behaviors Among Women, studi Prudential 2012-2013 pada 1.410 wanita dari berbagai etnis).

Tembok #3 Mendambakan Romantisisme

91% pembeli dan penikmat novel roman adalah perempuan (Bowker Market Research, Q2 2012, New Books Purchased and RWA’s 2012 Romance Book Consumer survey).
Sebanyak 40% perempuan merasa pasangannya tidak terlalu sering atau tidak pernah bersikap romantis.
Sementara di sisi lain 75% laki-laki justru mengaku telah bersikap romantis secara konsisten. (Survei pada lebih dari 100.000 laki-laki dan perempuan yang dilakukan Cosmopolitan.com dan AskMen.com tahun 2010).

Gretchen Rubin, penulis kolom Happiness Project di GH-US mengungkapkan studi yang menunjukkan fakta: pasangan menikah lebih bersikap kurang sopan terhadap satu sama lain, dibanding terhadap orang lain.
Tapi, Gretchen menyarankan untuk fokus pada hal positif yang telah dilakukan pasangan.

Tembok #4 Ingin Jadi Supermom

Ingatkah Anda pada adegan ini? Kate Reddy tokoh yang diperankan oleh Sarah Jessica Parker dalam “I Don’t Know How She Does It”.
Ia merasa bersalah karena tak menjadi ibu yang bisa membawa kue buatannya sendiri ke sekolah anaknya.
Ia tertekan karena sering meninggalkan anak-anaknya untuk tugas ke luar kota.
Di sisi lain, ia ingin kariernya mencapai target.
Begitu banyak urusan yang ingin diselesaikannya, hingga ia terjaga larut malam karena memikirkan to do list di keesokan hari. Anda tersindir?

Perempuan kerap ‘menyiksa’ diri dengan ingin menjalani semuanya dan berusaha menjadi yang terbaik.
Stres mudah dialami perempuan yang ingin sempurna dalam segala hal.
Bisa menjadi pegawai teladan, ibu yang sabar, istri yang pengertian, dalam waktu bersamaan.

“Keinginan tersebut akan membuat Anda tertekan dan menyalahkan diri sendiri ketika gagal mencapainya,” .

Disebutkan, salah satu pemicu stres adalah karena seseorang membuat daftar (terlalu banyak) hal yang harus dilakukan setiap hari.
Bisa jadi hal itu dianggap bisa membuat semua rencana menjadi lancar dan menciptakan kebahagiaan.
Sebab perempuan  selalu mengejar kebahagiaan setiap saat.
Jika ia tidak merasa bahagia, rasa tertekan segera berperan.

Cobalah bersikap santai dengan keadaan (yang membahagiakan atau kurang menyenangkan).
Setiap hari mestinya bisa Anda nikmati.
Hindari menuntut diri sendiri untuk selalu menjadi sempurna.

 

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

3 responses »

  1. wulan says:

    Usaha wajib, tapi pencapaian harus disesuaikan dengan kemampuan ya Bun…hasilnya harus lebih bisa dinikmati dan disyukuri Wulan….hehehe. Trims ya Bun…

  2. Suse Herleni says:

    Hehehe….agak tersindir nih Bun, jujur aje deh aku sama Bunda😀 Memang betul ya, we have to take it easy, as easy as Sunday morning🙂 tadi pagi udh nyoba sih utk lebih santai, nemenin anak2 main basket dulu, dan coba mengurangi list kerjaan yang harus dicapai hari ini. Thanks Bunda for this thoughtful article🙂

    hugs

  3. Imelda says:

    dulu aku selalu memaksakan diri menjadi supermom.
    Sekarang tidak, karena aku punya 2 superkid!

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s