courtesy of zidnisilma.com

 

Puncak prestasi seorang jamaah haji adalah menggapai haji mabrur, yakni haji yang diterima oleh Allah SWT dan tiada balasan yang lebih baik, kecuali surga.
Namun, predikat haji mabrur itu tidak mudah digapai, kecuali oleh orang-orang yang ikhlas dan sungguh-sungguh dalam menunaikan niat, rukun, wajib dan sunnah haji.

Setelah kembali ke tanah air, hal yang tidak kalah pentingnya adalah merawat kemabruran haji itu agar tetap terjaga.
Sebab, seperti halnya iman yang bisa naik-turun, kemabruran haji itu pun bisa menurun bahkan luntur sama sekali kalau tidak dipelihara dengan sebaik-baiknya.

Setiap tahapan berhaji memiliki makna tersendiri yang perlu dipahami oleh para jamaah haji yang melaksanakannya.
Rasul saw pernah bersabda, ‘Ambillah dari aku tata cara berhaji’.
Dari hadits tersebut, dapat kita lihat bahwa segala tata cara dalam berhaji sudah memiliki perincian maknanya masing-masing.

Ketika kita memakai pakaian ihram dan mengumandangkan talbiyah merupakan cerminan komitmen kita untuk datang memenuhi panggilan Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji.
Pakaian ihram yang sama untuk seluruh jamaah haji juga memiliki makna bahwa kita semua sebagai umat Islam adalah sama di mata Allah.

Melaksanakan tawaf di Ka’bah dan berjalan mengitari Ka’bah sebanyak tujuh kali, memiliki makna bahwa umat Islam merupakan umat yang dinamis dan jujur.
Tawaf yang dilaksanakan tujuh kali hanya di pelataran Ka’bah saja mencerminkan bahwa segala pekerjaan yang dilakukan oleh umat Islam pun hendaknya selalu dilaksanakan di jalan Allah dan hanya berdasarkan petunjuk Allah SWT.

Berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah ketika sa’i memiliki makna bahwa kita tidak boleh berputus asa terhadap rahmat Allah swt.
Melempar jumrah yang juga merupakan bagian dari rukun berhaji juga memiliki makna agar kita menjauh dari segala sifat buruk yang biasa dimiliki setan.

Sedangkan tahapan tahalul, ketika kita mencukur rambut merupakan bukti syukur kita dan kepatuhan kita terhadap perintah Allah SWT dengan mengorbankan sesuatu yang amat kita sayangi.
Dalam hal ini, mengorbankan hal yang kita cintai tersebut direpresentasikan oleh mencukur rambut.

Ibadah haji merupakan ibadah yang sangat istimewa.
Tidak semua orang Islam bisa berangkat ke sana.
Bahkan, seandainya pun uangnya melimpah, belum tentu bisa berangkat haji.
Banyak calon jamaah haji harus menunggu dua, tiga bahkan empat tahun hingga sepuluh tahun, baru mendapatkan porsi untuk pergi haji.
Karena itu, kesempatan berhaji harus dimanfaatkan seoptimal mungkin agar mampu meraih haji mabrur.

Setidaknya ada tiga ciri haji mabrur, sebagaimana yang dinyatakan oleh Rasulullah saw.

  • Pertamaayyakuna tibil kalam (supaya setelah haji omongannya enak, manis, menyenangkan, nggak menyakiti orang).
  • Kedua, ifsaus salam (suka damai). Jadi, orang yang telah berhaji itu seharusnya tidak suka bertengkar, apalagi masalah sepele. Ia lebih menyukai perdamaian.
  • Ketiga, itamuth tha’am, sosialnya semakin tinggi karena memberi makan masyarakat. Jadi, kalau sudah haji tapi dia masih pelit, koret, bakhil, berarti hajinya belum atau tidak  mabrur.

Seorang yang sudah bergelar haji wajib meningkatkan ketakwaannya.
Disebut haji mabrur artinya ada perubahan untuk kebaikan dalam hal peningkatan kualitas ibadah setelah dia pulang haji dan menjauhi segala larangan Allah.

Orang yang hajinya mabrur bisa dilihat ciri-cirinya setelah dia pulang haji.

Kebaikannya meningkat; ibadahnya, iman dan takwanya, shalatnya semakin membaik.
Di keluarganya dia menjadi lebih baik, di kantornya pun dia menjadi lebih baik.
Jadi, perbaikan itu ada dalam seluruh segi kehidupannya.
Pendek kata, orang yang hajinya mabrur itu setelah pulang haji dia sangat bermanfaat bagi lingkungannya.

Untuk meraih haji mabrur harus dimulai sejak sebelum berangkat haji.
Haji mabrur harus diawali dengan niat yang tulus untuk menjalankan rukun Islam yang kelima dengan sebaik-baiknya.
Kemudian, harta yang dipakai untuk menunaikan ibadah haji harus harta yang halal dan jangan lupa mengeluarkan zakat.
Tidak kalah pentingnya adalah mengikuti latihan manasik haji dengan sebaik-baiknya, sehingga betul-betul mengerti seluruh rangkaian ibadah haji yang akan dilaksanakan.

Semoga calon jamaah haji kita menjadi haji/hajjah mabrur semuanya dengan ridho dan izin Allah swt ,aamiin……………..

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

13 responses »

  1. wah bener banget , harus bener2 ikhlas agar bisa mabrur , tap itu sulit dan banyak godaannya

  2. ummu fahmy says:

    ” Untuk meraih haji mabrur harus dimulai sejak sebelum berangkat haji. ”

    thanks bunda…
    (http://ummufahmy.blogspot.com)

  3. semoga saya juga segera bisa menunaikan ibadah haji dan jadi yang mabrur… salam hangat bunda ly

  4. amin,, dan semoga kita juga bisa menyusul ke rumah Allah swt ,, dan bisa menjalankan rukun islam yang ke lima dengan lancar dan berkah nantinya

  5. prih says:

    Bunda Ly, ikut belajar menikmati damai yang memancar dari postingan ini, berlandas syukur dan mewujud dalam relasi antar sesama. Salam

  6. amiinn ,, bun semoga dengan pergi haji mereka bisa mendapatkan balasan dari Allah dan haji yang mabrur

  7. aminn bunda semoga aja ,, dan kita semua bisa dapat menyusul ke tanah suci

  8. Bunda Lily… apa kabar? Lama tidak bersapa ria.

    Tulisan bunda ini membuat hati makin ingin berkunjung ke Tanah Suci. Semoga Alloh membukakan pintu rizkiNya.

    Alhamdulillaah, bunda baik2 saja ,Niken🙂
    semoga Niken dan keluarga selalu sehat yaa……….

    aamiin, bunda urun doa ,semoga Allah swt segera mengijabah doamu, Niken sayang ……

    #pelukrindu#

    Salam

  9. Lidya says:

    semoga yang berhaji menjadi haji yang mabrur dan yang belum berhaji semoga bisa segera kesana

    ikut mengaminkan doa Lidya🙂

    salam

  10. Abi Sabila says:

    Amin, Ya Rabb.
    Dan semoga pula, nanti setelah kembali ke tanah air bisa menjaga dan mempertahankan ke’mabrur’annya.

    ikut mengaminkan doanya Mas Abi🙂
    apa kabar Mas? semoga selalu sehat
    salam hangat utk keluarga ya…………..

    salam

  11. Yati Rachmat says:

    Asslkm bunda Lily, sebuah postingan yang bagus dan bermakna. Semoga suatu saat nanti, bila Allah mengizinkan, bunda bisa menjadi seorang hajjah yang mabrur. Aamiin. Btw, selamat ya untuk buku keduanya. Hebat, euy si bunda Lily teh. Do’akan juga supaya bunda yr bisa menelurkan sebuah buku solo, suatu saat nanti.

    walaikumsalam.wr.wb Bunda Yati

    apa kabar? semoga selalu sehat
    bahagianya dikunjungi oleh sahabat lama yg luar biasa kreatif nya🙂

    aamiin……….aku urun doa , semoga Allah swt segera mengijabahi niat suci Bunda Yati

    terimakasih banyak utk apresiasinya ya Bun🙂
    Hayuk doong..segera diterbitkan calon bukunya Bun🙂

    salam

  12. Aura Ide says:

    Aamiin, semoga semuanya hajinya mabrur!

    aamiin Ya Raabb…….

    salam

  13. aamiinn.. semoga kelak saya bisa berangkat menunaikan ibadah haji..

    aamiin….semoga Allah swt mengijabah doanya dan memudahkan utk segera berkunjung kerumah NYA

    salam

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s