courtesy of nafeezahmed.com

Ada saatnya nasib baik tak bersahabat dengan kita.
Ini saatnya kita mengelola emosi, modal untuk bangkit dari titik nol.
Hampir semua orang memiliki impian yang menjadi pemicu semangat, hidup lancar tanpa masalah, rumah tangga harmonis, kebebasan finansial, karier di puncak, atau bisnis berkembang.

Namun manusia hanya bisa berencana.
Perhitungan adakalanya meleset jauh dari harapan.
Kegagalan, apapun bentuknya, tentu mengecewakan.
Namun kesanggupan untuk bangkit menjadi penentu keberhasilan.
Masalahnya seberapa siap seseorang mengelola emosi untuk kembali bangkit dan meraih kesempatan berikutnya.

SAAT MERASA TAK BERHARGA

Keahlian mengelola emosi ini tentu saja tidak sama pada tiap orang.
Ada yang membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk bisa mendapatkan semangat kembali.
Bahkan ada yang memerlukan waktu hingga hitungan tahun.
Sedih, marah, kecewa dan stres tidak bisa terhindarkan saat mengalami kegagalan.

Bagaimana jika mengalami kegagalan karena sebab yang tidak diketahui?
Tetap saja menyisakan rasa resah.
Butuh waktu cukup lama untuk memikirkan dan ‘menerima’ hal di luar perhitungan kita

Tidak hanya kegagalan di bidang pekerjaan atau bisnis saja yang membuat hidup rumit.
Begitu pula dengan kehidupan perkawinan yang gagal (baca : perceraian) dan juga penyakit yang berat semisal; jantung atau kanker, juga tiba tiba kehilangan orang yang amat disayangi ( kematian), dibutuhkan waktu hingga beberapa tahun untuk menata hati dan pikiran kembali.

Saat terpuruk seseorang merasa dirinya dipandang sebelah mata.
Stres bisa bertambah saat lingkungan sekitar bereaksi dengan cara yang salah.
Seperti ingin menunjukkan empati tapi ujungnya malah mengganggu.
Di saat itulah orang harus bisa membaca situasi.
Contohnya banyak bertanya untuk menunjukkan kepedulian, tapi itu justru membuat orang semakin sedih.

DUKUNGAN ORANG TERDEKAT, PENTING!

Pelepasan emosi memang diperlukan.
Ekspresikan emosi sesuai dengan cara dan waktu yang wajar dan bisa diterima oleh orang lain.
Saat mengalami keterpurukan orang terdekat yang biasanya menjadi tempat berkeluh-kesah.
Biasanya orangtua dan sahabat menjadi pilihan untuk berkeluh kesah.
Berusaha menyelesaikan masalah sendiri tidaklah salah, tapi sebagai manusia juga harus mau memberi dan menerima.

BANGKIT LAGI

Banyak hal yang bisa diambil jadi pelajaran seperti perlunya kemampuan untuk mengelola emosi lebih baik lagi.
Untuk itu kehati-hatian jadi perhatian utama.
Apalagi dalam membangun kepercayaan terhadap seseorang.
Kita sering “lupa” pada saat cinta sedang berbunga-bunga, kita “memaksakan” diri bahwa si dia akan berubah.
Namun nyatanya tidak begitu.

Mengenali masalah adalah langkah awal yang baik untuk memperbaiki kesalahan sebelum bangkit kembali.
Sama halnya untuk bangkit dari keterpurukan, untuk berhasil meraih kesempatan kedua pun diperlukan andil dari diri sendiri.
Nasihat atau saran secanggih apapun jika yang bersangkutan tidak bergerak akan percuma, karena hanya kita sendirilah yang bisa menolong diri sendiri.

Bangkit dari masalah bisa lebih mudah jika tidak sampai mengalami trauma.
Bila ada, maka diperlukan bantuan seorang ahli (psikolog) agar dapat kembali berjuang untuk menata hati(emosi) dan pikiran, agar jangan sampai terjadi depresi yang berkelanjutan.

Momentum untuk bangkit justru terjadi saat manusia ada di titik paling rendah.
Anthony Robbins, seorang life coach, pernah mengungkapkan bahwa orang yang terpuruk ibarat pegas yang sudah terinjak dan siap melontar kembali ke atas.
Kesempatan kedua memang bisa dalam bentuk impian yang sama ataupun berbeda.

Pada prinsipnya kita tak boleh berhenti mencoba, tapi kita juga harus memiliki ilmu, meningkatkan skill, dan juga memiliki alternatif dalam hidup.
Jalan orang memang berbeda-beda.
Untuk sampai di titik A ada yang tinggal lurus ada yang harus berkelok-kelok dulu.
Mungkin juga ada yang tidak pernah sampai ke titik A, tetapi menemukan titik B yang ternyata lebih baik baginya.

 

 

Salam

Gambar diambil dari sini

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

23 responses »

  1. nice artikel, salam knal bunda, saya agung orng bndung.

    persis yg saya alami bunda🙂

    =============================================
    kadang saya juga ngerasa kecil hati ketika diperhatikan oleh teman-teman/lingkungan sekitar. tapi itu juga gambaran buat saya kedepannya, ktika ada orng yg berkondisi sama sperti saya saat ini.

    karna manusia yg sedang terpuruk itu berat, ibarat mobil truck dengan muatan penuh yg sedang menanjak dan tak kuat untuk menanjak lagi.
    Tak ada cara lain selain dengan mengurangi muatannya agar truck tersebut bisa berjalan dan melanjutkan perjalanan lagi.

    sebab tak mungkin untuk mengubah sifat/cara seseorang, kecuali meringankan hatinya agar ia bisa berjalan dan memilih jalan dengan ikhlas🙂

  2. Artikel yang bagus, tema artikel ini membahas topik psikologi. Seperti yang kita tahu manusia ketika sedang dalam kondisi terpuruk, maka akan dihinggapi emosi negatif seperti sedih, marah, menyalahkan diri sendiri dll. Untuk bangkit lagi seseorang harus membangun emosi positif sehingga ia dapat bergerak maju dan terus mencoba untuk menggapai impiannya. Well, nice artikel.
    Regards
    ngage4all blogs

  3. sangat bermanfaat, bangkit..

  4. Outbound says:

    Tak penting berapa kali kita jatuh, tapi lebih penting adalah kemauan kita utk bangkit. Nice share Bunda

  5. lagi blajar says:

    karena pikiran terbuka kita jadi termotivasi karna dulu aku juga tertutup sekali karna masalha sepela aja sering menyerah … sekrang aku juga berusaha sebaik mungkin untuk hari ini .. terima kasih bunda

  6. Bunda Allah akan merubah nasib dari kaum kalau kaumnya sendiri mau merubah..berati bekerja dan beribadah harus saling terjaga,, Selamat Menjalankan Ibadah Puasa…

  7. Rully says:

    lama tidak mampir, apa kabar bun?

  8. chacha says:

    selalu semangat tetap bangkit wallaupun telah jatuh berkali2

  9. pa says:

    selalu ada jalan bagi yang mau berusaha,

  10. mama hilsya says:

    … terimakasih sudah berbagi, bunda🙂
    salam sayang selalu

  11. harisspirit says:

    Saya selalu senang ketika mendapati tulisan yg memotivasi
    Terima kasih bunda🙂

  12. yadisuciyadi says:

    yaps setuju bunda kita harus bangkit dari titik nol,.,.,.

  13. terimakasih untuk inspirasi & motivasinya. sedikit dari saya : Saya gagal dan putus asa karena saya belum pernah mengalami kegagalan sebelumnya. Ketika saya mencoba membangun kepercayaan diri untuk bangkit saya gagal lagi, saya mencoba hal lain, ternyata gagal juga. Ditambah lagi tekanan dari lingkungan yang mengharuskan saya tampil bagus, saya menjadi tidak percaya diri lagi lantaran terbebani. Saya sempat berputus asa untuk waktu yang cukup lama, hingga saat ini saya membaca motivasinya yang sungguh luar biasa, kata-kata memang mengandung sejuta makna yang mempengaruhi perasaan emosional seseorang, kini saya akan berjuang kembali menata kehidupan saya.

  14. gak boleh menyerah, hrs tetep semangat, ya, Bun

  15. rahmat says:

    ane pun selalu berusaha mencoba dan mencoba. Walaupun awalnya banyak gagalnya tapi pada akhirnya kembali lancar. Seperti tahun ini, sampai bulan JUli, semua berjalan sesuai dengan keinginan

  16. sitirobiah says:

    tapi kalaou itu memangsudah jalannya ,, jadikan lah itu sebagai pembelajaran dan pasti disetiap itu semua ada hikmahnya🙂

  17. tapi kalau lagi emosi malah orang terdekat kita yang kena sasarannya

  18. Lidya says:

    dukungan itu sangat penting ya bun bisa jadi penyemangat

  19. Arman says:

    bener.. yang penting gak boleh menyerah ya…🙂

  20. LJ says:

    menyambut hari dengan penuh syukur,
    karena masih bisa menyapa mamih tersayang di sini.

    #pinginnya bisa nemenin mamih jalan kaki pagi hari,
    bareng Inon yang katanya skrg rajin olahraga.. 😛

  21. Analogi pegasnya bagus.
    Semoga artikel ini bisa jadi penguatan bagi yang sedang dalam pencobaan.

    Salam hangat, Bunda

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s