Mungkin diantara Anda, sahabat, ada yang berencana untuk berpergian menggunakan pesawat udara dengan tujuan luar negeri yang lumayan jauh dan memakan waktu penerbangan yang cukup panjang, misalnya ke negara Eropa atau bahkan Amerika.

Jika iya, Anda wajib mewaspadai beberapa masalah kesehatan yang bisa disebabkan oleh perjalanan panjang dalam pesawat, seperti berikut ini.

1. Sinus dan perut
Udara kering dan tersaring di dalam pesawat bisa membuat saluran napas kering dan menghilangkan lapisan lendir yang memberikan perlindungan dalam hidung.
Tanpa perlindungan itu, bakteri bisa dengan mudah masuk dalam tubuh Anda.
Jika melakukan penerbangan yang lama, sebaiknya jangan terlalu sering menyentuh hidung atau mata menggunakan tangan untuk menghindari bakteri masuk.

Bagaimana dengan kamar mandi?
Orang yang terserang norovirus ( virus yang mengkontaminasi makanan atau minuman) biasanya sering muntah dan diare.
Bakteri dari penderita bisa menempel pada toilet dan kamar mandi pesawat.
Untuk menghindari terkena bakteri dan kuman tersebut, sediakan hand sanitizer untuk digunakan.
Selain itu, Anda juga bisa menggunakan bahan berdasar alkohol untuk mengelap tempat Anda.

2. Darah
Tekanan udara yang rendah dalam kabin bisa menyebabkan sirkulasi darah lebih pelan.
Ini bisa berbahaya bagi orang yang pernah mengalami penyumbatan pembuluh darah, karena kemungkinan akan terjadi penyumbatan pembuluh darah bisa jadi besar.
Wanita yang mengonsumsi pil atau memiliki sejarah kesehatan dan keluarga yang pernah mengalami penyumbatan pembuluh darah sebaiknya tak berdiam diri selama di pesawat.
Berjalan-jalanlah dan gerakkan tubuh beberapa jam sekali.

3. Telinga
Anda mungkin mengalami mabuk udara, namun semuanya berasal dari cairan dalam telinga yang terpengaruh turbulensi.
Ditambah lagi jika Anda berusaha menjauhi suara mesin dengan mendengarkan musik, hal ini bisa mempengaruhi sel saraf telinga.
Tak masalah jika dilakukan sekali dua kali, namun jika Anda adalah orang yang sering melakukan penerbangan panjang, ini bisa menyebabkan kerusakan permanen.

4. Sel
Atmosfir bumi menipis di ketinggian lebih dari 30.000 kaki, artinya orang yang sering melakukan penerbangan ( frequent flyer) terkena paparan radiasi kosmis yang tinggi.
Radiasi semacam ini bisa menyebabkan perubahan pada sel tubuh.
Namun hal ini hanya bisa berlaku pada orang yang terlalu sering melakukan penerbangan, seperti kru pesawat terbang atau penumpang wanita yang sedang hamil.

5. Tidur
Ketika Anda melewati zona waktu terlalu cepat, ritme sirkadian tubuh masih sama dengan waktu asal Anda.
Hasilnya, jet lag.
Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan cahaya matahari untuk membuat otak dan tubuh menyesuaikan diri.
Jika Anda bepergian ke timur, hindari matahari pagi, dan coba dapatkan matahari sore.
Jika Anda bepergian ke barat, cobalah dapatkan sebanyak-banyaknya matahari sebelum petang.

Itu dia beberapa masalah kesehatan yang bisa terjadi akibat perjalanan udara yang panjang.
Jangan khawatir, jika Anda berhati-hati , perjalanan Anda tak akan membahayakan.
Happy holiday!

 

 

Salam

Gambar diambil dari sini

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

14 responses »

  1. siippp,,,,,,aku aja belum pernah naik pesawat jadi pengen naik deh

  2. Kepanikan akan bertambah jika harus membawa anak kecil (“,)
    Info yang sangat berguna Bunda.. Terima kasih

  3. Masterz Seo says:

    kalau saya waktu naik pesawat tu bawaanya gemeteran terus..mungkin takut ketinggian kali ya..

  4. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) , suatu organisasi dokter kebidanan dan kandungan di Amerika Serikat menyatakan, perjalanan sesekali dengan pesawat terbang telah dinyatakan aman bagi wanita dengan usia kehamilan hingga 36 minggu, dengan syarat tidak memiliki komplikasi di saat hamil atau penyakit penyerta lainnya. Setelah usia kehamilan 36 minggu disarankan bagi wanita hamil untuk tidak melakukan perjalan udara, hal ini untuk menghindari jika ada kesalahan dalam perhitungan hari perkiraan kelahiran atau persalinan yang dimulai sebelum harinya.

  5. Imelda says:

    Aku pernah panic syndrome, dan harus mengadakan perjalanan dari Tokyo ke Munich…13 jam. Itu sudah siapkan semua: buku, novel, laptop termasuk obat penenang. Untungnya aku pergi dengan adikku, jadi masih bisa ngobrol juga. Dan ya, aku terpaksa minum obat penenangnya.

  6. mesin kasir says:

    Haduh pengalaman bun, aku kalau di pesawat gak bisa tdr karena perasaan yg tkut jatuh itu bun

    maklum lah bun orng kampung, hehehe

  7. i like your article and your thought in this posting. nice info.

  8. Berbagi pengalaman yang berharga Bun, seringkali kita hanya tahu dengan masalah jet lag saja. Dengan membaca artikel dari pengalaman bunda, maka kita akan lebih tahu luas menganai hal ini. Terimakasih atas informasi yang berguna ini.

    Sukses selalu
    Salam wisata

  9. Rina says:

    terima kasih banyak bunda atas penjelasannya, sangat penting untuk diketahui sebab sangat berhubungan sekali dengan kesehatan kita ni

  10. Sepertinya saya kemarin kena beberapa gelaja di atas deh seharian di kendaran bus keluar kota… nih masih antar kota kalau ke luar negeri bagaimana yah he he he

  11. Lidya says:

    tidak membaca didalam pernajalan kalau saya bun, membuat pusing

  12. Waaw perjalanan panjang di pesawaat Buun?
    hadeuuh …aku aja naik 1 jam terbang, udah senewen xiixi :p

    Met pagi Bundaaa

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s