Si kecil yang memasuki usia balita, biasanya mulai suka marah dengan berteriak, memukul atau menendang.
Bagaimana mengatasi anak dengan sikap seperti ini?

Sebagai orangtua, kita tentu akan merasa kesal melihat sikap anak tersebut.
Tapi memarahinya bukanlah cara yang baik untuk mengatasi sikap buruknya itu.
Marah-marah bisa membuat anak tidak menghargai dan menuruti Anda.

Sikap buruk yang ditunjukkan si kecil dengan cara berteriak, menangis, memukul atau menendang ini, sebenarnya adalah bagian dari perkembangannya.
Anak yang mulai beranjak dua tahun melakukan hal-hal tersebut sebagai bagian dari caranya menumbuhkan rasa percaya diri dan bersikap mandiri.

Sebagai orangtua yang bisa Anda lakukan adalah mulai mengajari si kecil disiplin.
Bagaimana caranya? Berikut ini tipsnya:

1. Saat anak bersikap baik jangan lupa untuk memberinya pujian.
Begitu juga ketika si kecil bersikap buruk, Anda pun perlu memberinya hukuman.

Terkadang orangtua lupa memberikan anak pujian ketika anak menunjukkan sikap dan sifat baiknya karena hanya fokus pada keburukannya saja.
Anak bisa merasa tidak dihargai jika Anda hanya bereaksi saat dia bersikap buruk saja.

2. Saat anak bersikap buruk, langsung ajak mereka bicara.
Contohnya, jika anak baru saja memukul temannya karena rebutan mainan.
Cobalah langsung tenangkan anak.
Dengan pelan, bukan dengan nada marah, katakan padanya, “Kamu tidak boleh memukul saat marah atau dia tidak mau kasih mainannya. Tanya saja baik-baik sama teman kamu boleh tidak pinjam mainannya.”

Ketika mengajaknya mengobrol, Anda tidak hanya mengatakan kalau apa yang dilakukannya salah.
Anda juga perlu memberinya solusi, bagaimana seharusnya bersikap.

3. Ajari anak untuk membuat keputusan.
Biarkan anak memilih apa yang ia mau, tapi Anda yang memberikan pilihan tersebut.
Misalnya saja, apakah dia mau makan brokoli atau jagung, atau mana yang dia mau, sepatu merah atau biru.

Rata-rata balita marah karena mereka sedang mencoba mandiri.
Mereka pun merasa ingin mengontrol situasi.
Dengan memberinya pilihan, si kecil akan merasa merekalah yang memiliki kontrol.

4. Anda juga bisa menggunakan kontak mata untuk mendisiplinkannya.
Saat si kecil tidak mau menurut, janganlah berteriak-teriak atau marah padanya.
Cukup menatap mata anak dengan kasih sayang, dengan sendirinya si kecil akan mengerti.

Anda juga sebaiknya berhenti mengomel.
Katakan saja pada si kecil, apa yang seharusnya ia lakukan.
Kalau ternyata anak masih tidak mau menurut, berikan konsekuensi dari perbuatannya itu.

5. Saat Anda merasa tidak tahan untuk mengomel atau marah, menjauhlah dari si kecil.
Istirahatkan diri Anda dan tenangkan diri dulu agar tidak meluapkan kemarahan pada anak.
Dan, selalu ingat bahwa mereka akan sangat bahagia ketika kita memeluknya , walaupun mereka melakukan kesalahan.
Karena sebuah pelukan akan berdampak sehat bagi jiwa mereka, mereka tetap merasa disayangi dan dicintai oleh orang tuanya.

Semoga bermanfaat…

Salam

Gambar diambil dari sini

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

18 responses »

  1. herbalwarung says:

    wow mantep nih tipsnya, betul anak saya sedang berkembang, sekarang memang suka marah-marah

  2. Obat Alergi says:

    terima kasih banyak karena telah menyajikan berbagai informasi yang sangat menarik , sukses selalu untuk anda semua nya🙂

  3. mesin kasir says:

    terimakasih bunda

  4. ,wah bsa di praktekin ini bunn, besok kalau sudah punya anakk,, trimakasih bunda

  5. om ganteng says:

    Aduhh ini pelajaran yg sangat berarti bgt buat saya.. makasih ya bun..
    salam..😀

  6. Si kecil pasti merasa sangat kehilangan dan mempunyai banyak pertanyaan seputar kepergian keluarga dekat mereka seperti opa/oma yang begitu mengasihi mereka. Banyak anak menjadi takut berkelebihan sehingga tidak berani ke kamar mandi seorang diri walaupun di siang hari. Parents dapat menghindari hal demikian terjadi dengan penjelasan yang sederhana yang dapat dimengerti si kecil, dan menanamkan kenangan manis saja mengenai opa/omanya dalam memori si kecil.

  7. Lidya says:

    kontak mata ya bun, siip di ingat

  8. kiostix says:

    Wah informasi penting nih, makasih bunda sangat bermanfaat untuk buah hati saya🙂

  9. Artie says:

    Makasih tipsnya bunda.. salam kenal yaa

  10. yulijannaini says:

    hrus bljar mengendalikan emosi dr skrg….

  11. Wilmer N. Rowe says:

    Sebenernya salah satu kekuranganku, aku jarang ngajakin anakku bicara, entah kenapa kalau sama suami aku bisa cerewet tapi sama anakku (berdua saja) biasanya jarang aku sajak komunikasi, memang pada dasarnya aku orangnya diem, jadi kebawa ke anakku, dan kekuranganku ini sudah berusaha aku perbaiki sedikit demi sedikit, salah satunyayah dari bermain ini, aku kadang suka sajak dia bicara, atau main boneka, tapi kalau pas mau bobok siang, kadang aku lupa ngajak ngobrol (padahal sama ibu dan kakaku sejak anakku lahir sudah diwanti wanti agar selalu diajak komunikasi) tapi entah kenapa yah, kok aku selalu merasa kekurangan ide utk melakukannya, mungkin ini salah satu penyebab anakku sampai sekarang belum bisa bicara, tapi Alhamdulillah aku senang ngajakin anakku bernyanyi dan denger musik, jadi dia tumbuh jadi anak yang ceria.

  12. Ira says:

    siap dipraktekan, makasih sharingnya🙂

  13. mama hilsya says:

    thanks for sharing, bunda…
    love you… ^^

  14. Hafid Junaidi says:

    Wah bisa saya praktikkan ke buah hati ini bun. Makasih tipsnya

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s