Seorang pemuda meminta pertolongan pada  gurunya : “Guru, tolonglah carikan tempat bersembunyi yang paling aman, aku telah lelah……”

Dengan tenang, sang guru menjawab:  “ bersembunyilah di tempat yang terang dan terbuka, ”

Mendengar jawaban itu, si murid terheran dan bertanya kembali:  “ Guru, saya ini sudah lelah terus menerus sembunyi namun tetap saja diketahui orang. Setiap kali saya merasa sudah menemukan tempat terbaik untuk bersembunyi, selalu saja mudah bagi orang lain menemukan saya.

Kenapa justru guru menganjurkan saya bersembunyi di tempat terang dan terbuka ? Ya sudah pasti akan lebih mudah orang melihat saya…”

Untuk jawaban kedua, Sang guru hanya mengeluarkan kalimat yang hampir sama, “ Cobalah, bersembunyilah di tempat yang saya sarankan…”

Merasa tidak puas. Akhirnya si murid pergi meninggalkan gurunya. Namun sepanjang perjalanan ia terus merenungi kalimat gurunya, yang menganjurkannya bersembunyi di tempat terang dan terbuka. Tentu ada maksud tertentu dari sang guru dari anjuran tersebut.

Suatu hari, ia kembali merasa dikejar perasaan bersalah atas perbuatannya tempo dulu. Ia merasa setiap mata terus menerus mencari jejaknya dan akan mengadilinya.

Maka ia pun kembali berlari dan mencari tempat sembunyi. Di saat itulah, ia teringat pesan gurunya, “ bersembunyilah di tempat yang terang dan terbuka ”.


Maka, melengganglah ia dengan tenang di depan khalayak ramai, di pasar, di taman bermain, dan tempat-tempat keramaian lain yang menjadi pusat aktivitas orang banyak.

Aneh memang, pada mulanya ia merasa malu pada setiap pasang mata yang menatapnya tajam, pada setiap mulut yang pedas mencibirnya, atau bahkan makian yang membuat hatinya tercabik-cabik.

Tetapi beberapa saat setelah itu, hatinya sangat tenang, wajahnya kembali berseri dan ia tak perlu menundukkan kepala setiap melintasi tempat keramaian.

Selama ini, ia selalu merasa cemas dan ketakutan karena merasa semua orang di muka bumi mencarinya. Selama ini, setiap kali menemukan tempat persembunyian yang dianggap paling aman, justru ia merasa tidak aman.

Rasa cemas dan takut terus menerus menghantui dirinya selama di tempat persembunyian, dan karena itulah setiap orang teramat mudah menemukan tempat persembunyiannya.

Setelah mengikuti anjuran sang guru untuk bersembunyi di tempat terang dan terbuka, justru ia merasa aman dan nyaman, meski harus didahului dengan perasaan malu dan sakit.

Tetapi ia tidak lagi merasa dihantui terus menerus, tidak lagi cemas, dan hatinya sangat tenang.

Maka, ia pun merasa harus mengunjungi gurunya.

“ Saya baru mengerti maksud guru tentang tempat terbaik untuk bersembunyi itu. Ternyata yang guru maksud tempat terang dan terbuka itu tidak lain tidak bukan adalah: ” jujur ”

Setiap manusia pasti dan pernah melakukan kesalahan. Bersembunyi, atau menyembunyikan kesalahan terus menerus hanya akan membuat hati cemas, gelisah dan takut.

Selalu khawatir jika suatu waktu dan pada akhirnya orang lain mengetahui perbuatan salah kita itu.

Kejujuran kadang harus dibayar dengan perih dan malu, tetapi sesungguhnya itu akan membawa ketenangan batin selamanya.

Jujur dan terbuka, di situlah mata air ketenangan jiwa .

Salam

Gambar diambil dari sini

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

10 responses »

  1. mesin kasir says:

    matur nuhun bunda

  2. ,super sekali bund,,,,
    , ayok bund di uplode fotonya bund

  3. salam kenal bunda🙂
    jujur itu sakit sih memang tp selama kita ga pernah melakukan kesalahan besar seperti korupsi , atau kejahatan besar lainnya, kayanya jujur itu ga akan menyakitkan ya bun??

    terima kasih banyak tulisannya selalu “touching” sekali

  4. mama hilsya says:

    setuju sekali, bunda
    jujur kadang membuat kita ciut..
    tapi lebih baik dihadapi daripada bersembunyi…

  5. Lari dari masalah bukan lah solusi kan bunda….
    dengan jujur pada dunia hidup akan lebih nyaman
    hidup aja apa adanya gak perlu repot >_<

  6. Lidya says:

    Sore bunda🙂 kejujuran selalu membaw akebaikan bun

  7. Selamat Pagi Bunda..
    Ah, rasanya adem sekali baca tulisan ini. Tidak semua orang bisa menerima kejujuran. tapi ternyata kejujuran yang akan membawa kita pada banyak kebaikan..

    Salam manis Bunda🙂

  8. niken says:

    Met malam Bunda Lily.
    Suka dengan tulisan ini. Memang betul ya bunda, jujur walau menyakitkan tapi membawa ketenangan batin.
    Apa kabar bunda sayang?

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s