Remy Sylado

Sean PV, tokoh dalam cerita Mimi Lan Mintuna karangan Remy Sylado, menunjukkan bagaimana proses kedegilan hati itu terjadi.
Ketika dewasa Sean PV, berbuat dosa dan ia enggan bertaubat.
Alhasil, dosa dosanya menggunung, dan menjadi makanan sehari hari.
Bahkan, ….”Ia mengganggap dosa itu sebagai mata pencaharian”.

Karena dosa dianggap mata pencahariannya, maka tidak mengherankan jika Sean mudah menipu, mudah bersandiwara, mudah menyiksa, mudah marah, bahkan mudah meletupkan senjata di kepala orang lain.
Terkait dengan hal ini, salah seorang musuhnya menyatakan padanya :” …..Syaraf kasihan kita sama sama sudah tidak ada”.

Sean PV adalah seorang pedagang gelap wanita yang dijadikan pelacur kelas atas dan bintang film porno di Bangkok, Hongkong, hingga Tokyo.
Sedemikian hina pekerjaannya, sehingga ada begitu banyak petaka yang ditimbulkannya disepanjang cerita.

Memang, dunia tempat kita hidup semakin hari semakin kejam.
Dan, dosa selalu menantang kita untuk mencobanya.
” Dosa selalu memperanakkan dosa”
Seperti sebuah kebohongan harus ditutupi lagi dengan sebuah kebohongan baru begitu seterusnya , hingga akhirnya membesar dan menggunung seperti layaknya bola salju yang makin bergelinding makin besar dan membahayakan diri kita sendiri.
Ketika melakukan sebuah dosa, kita tak akan ragu lagi untuk melakukan dosa lainnya, begitu seterusnya.

Alhasil, tumpukan dosa itu akan membuat hati kita tumpul dan degil.
Kita tak lagi memiliki kepekaan akan dosa, belas kasihan, hingga bahkan tak sanggup lagi mengecap kemuliaan dan welas asih, hidup bersahaja atau bahkan kejujuran.

Kini, renungkanlah: kapan terakhir kalinya kita mengoreksi diri dan memohon ampun pada NYA??

Salam

Gambar diambil dari sini

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

11 responses »

  1. Citra Indah says:

    bener banget bun , sukses terus ya bunda🙂

  2. Pulau Tidung says:

    Ada juga yang bilang sudah tidak punya urat malu.

  3. “Dosa selalu memperanakan dosa” suatu ungkapan yang jitu bunda. Sama seperti kebohongan diatas kebohongan. Seperti halnya bila kita melakukan suatu kebohongan kecil, maka kita akan menutupinya dengan kebohongan yang lainnya. Maka, hal itu akan menjadi besar. Akan banyak alasan yang dikeluarkan untuk menutupi kebohongan tersebut.

    Semoga kita dapat menata hati kita. Karena menata hati tidak semudah menata aksara dalam setiap kalimat yng kita tulis ya Bun.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

  4. Kalau sudah terbiasa berbuat dosa jadinya tidak merasa berbuat dosa lagi

  5. ded says:

    Kalau bunda nanya “kapan terakhir kalinya kita mengoreksi diri dan memohon ampun pada NYA?? ”
    Saya menjawabnya setiap hari dan setiap saat Bun……
    Mudah2an Tuhan menunjukkan jalan yang terbaik buat kita semua. Amiiinnn

  6. Benar sekali Bunda.. jika kita sekali saja berbohong,maka terpaksa kita harus berbohong lagi unuk menutupi kebohongan sebelumnya..
    Demikian juga dosa. Cara kerjanya serupa ya Bunda..Terimakasih telah mengingatkan…

  7. Vyan RH says:

    Sean PV itu singkatan dari “Sekelumit perjalanan Pak tuo Vyan” ya Mam??…😀
    **bung Yapi Tambayong memang fans berat sama Vyan :hahahaha:

  8. applausr says:

    betul sekali… makin kita terpuruk dalam kesalahan yang ada hanyalah mencari pembenaran dan terus mencari. hingga akhirnya tidak tahu bagaimana menampungnya lagi.. dan semuanya meledak….

  9. andai pahala yang jadi mata pencahariannya pasti senang dunia akhirat tuh..

  10. Introspeksi shalat 5 waktu terkadang belum cukup, karena dosa bisa membuat ktia lupa bahwa kita telah mengerjakannya

  11. nh18 says:

    “…Kita tak lagi memiliki kepekaan akan dosa, belas kasihan, hingga bahkan tak sanggup lagi mengecap kemuliaan dan welas asih, hidup bersahaja atau bahkan kejujuran…”

    Ini bencana ya Bunda Ly …
    Mudah-mudah kita semua senantiasa selalu bisa menajamkan hati … mengkalibrasi arah kepekaan hati … sehingga tetap bisa berjalan di arah yang diridhoi NYA

    Salam saya Bunda Ly

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s