Saat terjadi sesuatu yang baik, rasanya mudah saja untuk mengatakan ” memang sesuatu terjadi karena sebuah alasan” .
Berbeda jika hal itu adalah buruk dan menjengkelkan…….
Tiada henti-hentinya kita menanyakan ” mengapa ini terjadi?” .
Tidak hanya peristiwa, orang yang kita temui setiap harinya juga hadir karena sebuah alasan;
dan alasan itu selalu positif jika kita mau berpikir secara proses, tidak hanya dari hasilnya saja.

Seringkali kita harus berhadapan dengan situasi yang menyakitkan,
dan merasa bertemu dengan orang-orang yang salah.
Sebagian orang memilih untuk melupakan dan tidak mau tahu dengan hal-hal buruk itu,
sementara sebagian lainnya tidak bisa menerima keadaan dengan menuntut ganti rugi dan meluapkan kemarahan atau membalas dendam.
Berapa banyak orang yang bisa berdamai dengan rasa sakit dan menyadarinya sebagai suatu proses?

 

Rasa sakit, kesedihan dan kekecewaan bukanlah sesuatu untuk dilupakan,
tidak juga untuk dihilangkan dengan menuntut balas.

Cara yang terbaik untuk melaluinya adalah dengan menerima dan mengolah rasa yang merugikan ini menjadi sesuatu yang membangun diri.
Bahkan hal buruk pun sebenarnya ikut membentuk pola pikir dan kebijaksanaan seseorang dalam menghadapi sesuatu.

Dalam keadaan berkelimpahan mungkin tidak pernah terpikir untuk menghemat dan memanfaatkan fungsi barang dengan lebih efisien.
Rasa tidak berdaya karena keterbatasan memang menyakitkan;
seringkali kita dipandang remeh dan harus menahan keinginan karena tidak mampu membeli.
Namun jika dilihat sebagai proses, keadaan itu membentuk gaya hidup yang lebih efisien, sederhana dan hemat.
Pada saatnya, ketika kesuksesan di tangan, kita bisa menjadi seorang yang berkelimpahan dengan gaya hidup yang lebih bijak.

Berinteraksi dengan orang yang salah akan menimbulkan kekecewaan dan juga kerugian.
Namun orang itu juga mengingatkan kita agar tidak berlaku yang sama pada orang lain.
Dia menjadi jalan bagi kita untuk belajar bagaimana harus bersikap di saat kecewa dan jengkel.
Keimanan dan prinsip hidup benar-benar diuji dalam hal yang demikian.
Membentuk kita menjadi pribadi-pribadi yang lebih matang.

Berhentilah terpuruk dan marah karena sesuatu yang buruk……..
Segeralah tersenyum karena Anda sedang mendapatkan satu lagi pelajaran dan pengalaman baru.
Karena rasa sakit, kesedihan dan kekecewaan adalah pelajaran paling berharga dalam kita menjalani detik demi detik dari kehidupan ini.

 

 

 

Salam

Gambar diambil dari sini

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

11 responses »

  1. Tina Latief says:

    Berhentilah terpuruk dan marah karena sesuatu yang buruk……..
    Segeralah tersenyum karena Anda sedang mendapatkan satu lagi pelajaran dan pengalaman baru.
    Karena rasa sakit, kesedihan dan kekecewaan adalah pelajaran paling berharga dalam kita menjalani detik demi detik dari kehidupan ini.

    saya suka sekali dengan kata-kata yang ini..
    sangat manusiawi, hanya saja bagaimana mengendalikan amarah namun tetap berfikir jernih, rasional itulah yang sulit..

  2. nadja says:

    Dear Bun, qt memang blm saling kenal.
    But your words mean a lot to me.🙂
    Yang kuat Ϋªª Bun.
    Allah loves u.

  3. Pulau Tidung says:

    Ya, asal jangan cari alasan aja kali ya Bun.

  4. marsudiyanto says:

    Selalu ada sebuah alasan dan selalu juga ada jalannya…

  5. teeta says:

    semua yg terjadi senang ataupun sedih tetap hrs disyukuri ya Bune….bnyk pelajaran yg bisa diambil….

  6. roel says:

    sesuatu yang buruk adalah ujian untuk mencapai kelas yang lebih tinggi…

  7. Lidya says:

    kadang yang menurut kita menjengkelkan kalau direnungi lagi mengandung suatu hikmah ya bun

  8. ~Ra says:

    So inspiring. Thank you for sharing.

  9. genthuk says:

    Ketika seorang bayi belajar berjalan, dia terjatuh dan menangis, tapi dia tidak menyerah karena memang itulah proses untuk menjadi sanggup berjalan dan berlari…

  10. Setuju sekali, jadi intinya semua akibat pasti ada sebab. Suatu masalah ataupun kekecewaan akan membuat diri kita merasakan sebuah perubahan yang lebih baik. Jadi jangan pernah menyalahkan suatu kesalahan ataupun akibat, tapi introspeksi diri kita.

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s