Saat Anda masih bersama orang yang terkasih beberapa jam yang lalu.
Namun malam harinya ia tidak lagi bersama Anda di dunia ini.
Tentu hal tersebut bukanlah hal yang mudah.
Dunia seolah-olah berhenti di titik itu dan Anda merasakan kesuraman, perih dalam hati dan guncangan dalam pikiran.

Semua keadaan ini seolah tak bisa diterima,
disaat itu mungkin Anda berfikir dan mengatakan pada diri sendiri :” Ini tidak nyata”.
Dan………….. Anda merasa seolah takkan sanggup menghadapinya sendirian.

Saat saat seperti ini, adalah saat yang tak diharapkan oleh siapapun dalam menjalani kehidupannya.
Kita cenderung mengharapkan sesuatu harus berjalan sesuai rencana yang kita buat,
dan kita lupa bahwa sesuatu yang tidak baik menurut kita,
justru merupakan permata kehidupan yang membuat kita bisa lebih bijak menjalani kehidupan itu sendiri.

Hidup Seolah Terbalik

Setiap orang yang kehilangan akan merasa kehilangan sebagian dari dirinya.
Berbagai penyesalan seperti, “Andai saja……….” akan terus berputar di kepala.
Ada banyak reaksi yang mungkin terjadi ,
antara lain menolak kenyataan, marah, depresi hingga akhirnya ia bisa menerima keadaan tersebut.
Orang yang tengah berduka tentu merasakan semuanya tidak mudah
dan tidak ada proses merelakan yang begitu instan……….
Tidak apa-apa, Anda akan menemukan jalan Anda sendiri untuk sampai pada penerimaan tersebut.

Berbicara Dengan Ramah

Mencoba bicara dengan baik kepada semua orang yang kita sayangi mungkin dapat mengatasi beberapa penyesalan dan menemukan tempat bagi kita untuk kembali hidup.
Menurut Plato, “Ramah pada siapapun yang kau temui sama saja dengan memerangi pertempuran sulit.”

Mencintai Hidup Sepenuhnya

Seperti pada poin pertama, semua membutuhkan proses.
Saat pertanyaan dan penyesalan bergiliran memenuhi pikiran dan perasaan Anda.
Anda hanya perlu melalui fase tersebut.
Namun jangan lupa untuk terus hidup………
karena kita tidak pernah mengetahui untuk hal-hal yang berada di luar dugaan kita.
Anda akan menemukan jalan untuk bangkit dan menemukan kembali makna-makna hidup yang sempat hilang selama ini.

So…………, sebelum kita kehilangan, hargai satu jatah pertemuan yang juga menjadi satu jatah telah hilang.
Bila kita telah kehilangan, biarkan semua berjalan dengan alami.
Seperti munculnya hal yang tak terduga dan membalikkan dunia kita,
suatu hari akan muncul juga kejadian tak terduga yang menghidupkan kembali diri kita.

Bagaimana pendapat Anda ,sahabat ???

Salam

Gambar diambil dari sini

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

15 responses »

  1. teppymaaruf says:

    Uni ku… beberapa kali kehilangan… akan membuat kita lebih bisa menerima… namun kehilangan disaat kita akan bertemu dua jam yg akan datang… menjadi perpisahan selamanya krn satu kecelakaan… ini hampir tidak bisa teppy terima… n sampai saat ini masih belum bisa menerima secara full…
    Selalu semangat ya Un…

  2. mechtadeera says:

    Terimakasih Bunda… Sangat menguatkan hati… Insya Allah. kita akan mendapat kekuatan dari-NYA untuk menjalani setiap takdir kita ya Bun…

  3. Selalu memberi yang terbaik kepada orang tua kita terutama, selagi beliu beliu masih ada..

  4. otak kiri says:

    hanya orang yang kehilangan yang bakal menemukan…yah, kehilangan itu mengajarkan saya bagaiamana indahnya hidup saya selama ini,dan orang yang tidak siap kehilangan pada prinsipnya adalah orang yang tidak berani untuk hidup bahagia..Tq inspirasinya. Salam

  5. Dhidhit says:

    ada awal ada akhir, ada pertemuan ada perpisahan

  6. Lia says:

    Semua orang gak ada yang ingin adanya perpisahan, pasti sulit menerimanya, namun kalau itu sudah menjadi ketentuan takdir Ilahi, mau gak mau harus bisa menerima dan mengikhlaskannya..

  7. roel says:

    thx for sharing…

  8. orange float says:

    memang untuk awalnya sulit menerima kenyataan bahwa sesuatu telah hilang dan inilah salah satu bentuk ujian kedewasaan kita. apakah kita ikhlas atau tidak menerima ketentuan dari Nya

  9. Bunda,
    Tulisan tanganmu seolah menggambarkan perasaan kami saat ini.
    Walau sekarang sudah 6 bulan lebih ayah meninggalkan kami, tp perasaan ini sulit hilang. Kepergian Ayah yang begitu cepat dan tiba-tiba sangat menyisakan penyesalan yang teramat dalam.
    Seakan baru saja melihat senyumannya yang membahagiakan, selepas mata ini terpejam, ternyata ayah sudah tidak lagi bersama kami..
    Untuk teman-teman yang masih memiliki ke-2 orang tua, sayangi mereka dan jangan sekali-kali membedakan sayang kalian kepada ke-2 nya.

    hal seperti inipun pernah bunda rasakan ketika kehilangan ibu mertua
    yang sudah puluhan tahun tinggal bersama kami…
    namun, kini dengan menyimpan seluruh kenangan tentang beliau,
    justru menjadikan bunda dan anak2 merasa beliau selalu ada dan hadir diantara kita setiap hari🙂
    salam

  10. Rasa kehilangan sejati itu akan terasa jika kita pernah merasa memilikinya, merawatnya, menghargainya, mencintainya, me…

    Salam kenal Bun🙂

    sepakat, Dian
    seolah kehilangan tsb membuat kita juga “hilang”
    sejatinya, justru kita menemukan….

    salam kenal juga,
    terimakasih utk kunjungannya ,Dian
    salam

  11. Evi says:

    Bun, membayangkan saja aku ngeri, jika tiba2 harus kehilangan orang2 tercinta. Aku secara emosi terikat sangat dalam pada mereka. Jd gak tahu deh Bun, gimana harus menghadapinya jika itu terjadi😦

    memang benar Vi
    kita seolah takkan pernah sanggup kehilangan orang2 yg kita cintai dan mencintai kita
    namun, yakinlah Vi…
    Allah swt pasti akan dan telah mempersiapkan kita utk hal2 seperti itu🙂
    salam

  12. Abi Sabila says:

    apapun alasannya, bagaimanapun caranya, rasa kehilangan itu sama, sakit. Tapi benar yang Bunda katakan, ada permata yang tersembunyi di balik kejadian yang menyakitkan ini. Hanya orang-orang yang pandai ‘membaca’ lah yang beruntung dan bisa tersenyum saat hati berair mata.
    Selamat tahun baru 1434 H. semoga tahun ini lebih baik dan lebih barokah. Amin.

    dan, bunda salut sangat dengan sikap Mas Abi yang justru “berani” membagi rasa kehilangan itu dengan kami melalui tulisan2 di blog
    rupanya airmata Mas Abi tertelan kedalam berbaur dengan keimanan yang luar biasa🙂
    salam hangat utk Sabila cantik ya………..
    doa yang sama untuk Mas Abi dan Sabila ,aamiin
    salam

  13. LJ says:

    aku tjinta mamih…

    selamat tahun baru, Mam.. segala kebaikan akan menemani di tahun mendatang, aamiin.


    aku tjintah eMak juga ..selalu…..never end …….

    selamat tahun baru juga eMakku sayang………..
    doa yang sama untuk eMak tertjintah ( peluuk rindu)
    salam

  14. mama hilsya says:

    setuju Bunda..
    kadang ada masa jenuh karena sudah terlalu terbiasa dan kita benar-benar apa adanya.. *tak terasa jika itu menyakitkan hati orang sekitar kita*
    dan LDR ini membuat saya jadi jauh mengapresiasi dan lebih mengekspresikan perasaan meski hanya lewat kata..
    alasannya cuma satu, saya takut menyesal tidak pernah mengungkapkan isi hati *versi romantis tentunya* sepanjang hidup..

    jadi..
    I love you, Bunda
    semangat!

    dengan kata lain, lakukanlah yg terbaik bagi orang yg kita cintai dan yg mencintai kita sebelum semuanya terlambat ya ,Hilsya🙂

    love u too ……as always
    salam

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s