Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhary disebutkan bahwa setiap malam ketika Nabi saw bangun untuk sholat malam beliau menyampaikan sebuah doa kepada Allah swt yang intinya memohon ampunan Allah swt atas segenap dosa di masa lalu dan yang akan datang.

Namun sangat menarik untuk dicatat bahwa doa tersebut diawali dengan rangkaian ungkapan pujian yang mengandung pembaruan komitmen Nabi saw  kepada Allah swt dan kepada kehidupan akhirat.

Jika setiap muslim melakukan sholat malam diiringi membaca doa ini, niscaya ingatannya terhadap kehidupan akhirat tentu akan menjadi sangat kuat.

”… Engkaulah Yang Maha Benar, dan janjiMu benar, perjumpaan denganMu benar, firmanMu benar, Surga itu benar, Neraka itu benar…”


Subhanallah…!
Kalimat di atas merupakan rangkaian pembaruan ungkapan komitmen, laksana pembaruan bai’at seorang prajurit kepada komandannya.

Jika seorang muslim membaca kalimat di atas setiap malam dengan penghayatan penuh tentulah ia akan menjadi seorang hamba Allah swt yang berkeyakinan mantap akan kehidupan setelah kematian.

Ia akan menjadi bersemangat mengusahakan segala daya-upaya untuk meraih kenikmatan surga.
Demikian pula ia akan menjadi sangat bersungguh-sungguh menghindari azab neraka Allah swt yang amat menakutkan.

Sungguh sangat berbeda sikap dan prilaku seorang ahli dunia dengan ahli akhirat.
Seorang ahli dunia sangat berambisi mengejar keberhasilan jangka pendek sehingga justru Allah swt cerai-beraikan urusannya di dunia dan akhirat dan Allah swt jadikan ia selalu dihantui oleh bayang-bayang kefakiran di dalam kehidupan dunia.

Rasulullah saw bersabda:

“Barangsiapa yang dunia adalah ambisinya, niscaya Allah swt cerai-beraikan urusannya dan dijadikan kefakiran di hadapan kedua matanya dan Allah swt tidak memberinya dari harta dunia ini, kecuali apa yang telah ditetapkan untuknya.” (HR Ibnu Majah 4095).

Rasulullah saw bersabda:

“Dan barangsiapa yang akhirat menjadi keinginannya, niscaya Allah swt kumpulkan baginya urusannya dan dijadikan kekayaan di dalam hatinya dan didatangkan kepadanya dunia bagaimanapun keadaannya.” (HR Ibnu Majah 4095).

Salam

dari: berbagai sumber

Gambar diambil dari sini

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

21 responses »

  1. ruame says:

    Subhanallah
    Makasih pencerahannya bunda😀

  2. Subhanallah, love it so much Bund😀

  3. Mungkin,pada kenyatannya memang bersyukur itu suatu strategi pertahanan yang lumayan efektip.

  4. nurfadila says:

    nice to post bund…
    infonya bener” interaktif…

  5. yadi says:

    kunjungan pagi, ikh bunda makin mantab aja artikel nya.

  6. Orin says:

    Hmm…suka dg judulnya Bun, sangat ‘menyentil’..

    hahahaaa….padahal gak ada kupingnya lho Orin😀😀
    (mau nyentil kuping sendiri)😛
    salam

  7. Peluk dari saya buunn….

    adem rasanya hati ini setelah baca….

    peluk2 juga utk Devi sayang🙂
    alhamdulillah, semoga bermanfaat ,aamiin
    salam

  8. ded says:

    Sudah mulai bisa bangun dan sholat tahajud Bun, tapi belum bisa tiap hari….🙂

    Alhamdulillah…..
    semoga Allah swt selalu memudahkan kita ya Ded ,aamiin
    salam hangat utk keluarga🙂
    salam

  9. dede6699 says:

    semoga semakin sadar bahwa semua benar akan terjadi..

    Teduhkan hati
    atas semua elegi
    pengusik hati

    aamiin ya Rabb……….

    DIA lah Sang Maha Peneduh
    kala hati dan jiwa ingin utuh
    dalam diamnya simpuh

    Salam

  10. komitmen yang benar2 real ya bun….

    iya bener, Ajeng
    dan, bunda msh terus berusaha ke arah sana
    doakan bunda ya Ajeng🙂
    salam

  11. makasih ya bund sudah mengingatkan !!
    kadang saya lupa akan hal ini dengan aktivitas* yang menyibukan !!
    ini mendorong saya untuk berkomitmen !!
    maksih ya bund !

    alhamdulillah, sama2, terimakasih banyak juga Dea sayang🙂
    salam

  12. sungguh sangat bermanfaat, semoga bisa menjadi renungan buat kita semua, dan bisa menjadikan diri kita lebih baik lagi. amien
    makasih bunda

    terimakasih, Agus
    bunda ikut mengaminkan doamu,aamiin ya Rabb…..
    salam

  13. Nchie Hanie says:

    Makasih bunda sudah mengingatkan..

    sama2, Nchie sayang 🙂
    ini utk mengingatkan diri bunda sendiri juga …
    salam

  14. 1990desember says:

    semoga bisa menjadi renungan bagi diriku sendiri

    tulisan inipun sekaligus utk pengingat bagi buda pribadi ,Arman🙂
    salam

  15. keinginan duniawi memang menggiurkan bund….
    tapi ketika kita memikirkan akhirat apalagi menginginkan akhirat semua org malah pada ngomong ‘ahh.. itu mah urusan nanti’….
    knpa bisa ia bun..
    org” brpikiran seperti itu…?

    biarlah mereka berpikiran seperti itu, itu hak mereka
    yg penting diri kita sendiri, mulai mempersiapkan bekal utk hari akhir
    utk rumah akhirat nanti….
    toh, nanti kita masing2 hrs mempertanggung jawabkan perbuatan kita sendiri2 , tdk berjamaah dgn yg lain🙂
    salam

  16. InVinciBle TeTik says:

    sungguh menginspirasi….
    semoga saya bisa memegang komitmen saya sendiri…

    terimakasih, Tetik
    ikut mengaminkan doamu,Tetik
    salam

  17. Sobat Bercahaya says:

    aku merindukan masa-masa dulu ketika aku masih dengan mudah bangun malam, semoga kita diberi kemudahan untuk melaksanakan shalat tahajud. aamiin.

    semoga masa2 itu kembali lagi sebelum kematian menjemput ya Sobat , aamiin
    salam

  18. Assalamu’alaikum, bunda apa kabar? Sehat?

    Betapa celaka orang-orang yang mempertuhankan keindahan dunia yang jelas-jelas kita tak kekal di dalamnya, Astaghfirullah. Terimakasih sudah berbagi bunda, terutama atas do’a ini ”… Engkaulah Yang Maha Benar, dan janjiMu benar, perjumpaan denganMu benar, firmanMu benar, Surga itu benar, Neraka itu benar…”, apa ada dalam berbentuk arab?

    Ya Rabb… Letakkanlah dunia di genggamanku, jangan di hatiku.


    walaikumsalam.wr wb.
    alhamdulillah, bunda sehat berkat doa darimu Ichsan🙂
    semoga Ichsan jg selalu sehat ,aamiin

    ada dalam bentuk tulisan arabnya didalam buku ttg doa2 Rasulullah saw ,Ichsan
    ikut mengaminkan doamu ,Ichsan
    aamiin ya Rabb………
    salam

  19. alamendah says:

    Sebuah komitemen yang mengaskan diri hanyalah seorang abdi yang senantiasa merindukan keridloan Tuhannya.

    sepakat Mas Alam….
    semoga kita semua menjadi hamba2NYA yg merindukan ridho NYA semata, aamiin
    salam

  20. Lidya says:

    malam hari saat yg tepat ya bun untuk memperbaharui komitmen.
    Bun OOT nih, saya lihat di mutual friend FB suaminya bunda ada mamanya temannya pascal, dulu pramugari juga, mungkin bunda kenal

    iya bener Lidya….
    insyaAllah kita bisa komit ya utk melakukan shalat malam ,aamiin

    oh ya? siapa namanya? banyak sih mutual friendnya …😛
    mungkin iya ….🙂
    salam

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s