Kita pasti pernah melihat seorang anak yang menangis keras hingga meraung-raung.
Di supermarket misalnya, ketika mereka menginginkan sesuatu, bila orang tua tak menuruti, mereka akan mengamuk, tak jarang pula mereka malah berguling guling di lantai. Hal ini tentu saja membuat yang melihat menjadi gemas sekali…

Kalau sudah begini, orang tua akan menuruti apa yang dimaui anak, dan orang tua pun ‘seolah’ malu saat menghadapi kelakuan anaknya.
Atau tak jarang juga kita melihat anak kecil yang tengah marah hingga menyakiti siapa saja yang mendekatinya ( ibu atau ayah, bahkan pengasuhnya dipukuli) .

img.'Anger Management' Untuk Anak/bundadontworry.wordpress.com

Jangan sampai buah hati kita melakukan hal tersebut.
Ternyata, anak-anak pun perlu diajarkan cara melampiaskan amarah.
Mungkin mereka belum bisa mengendalikan amarahnya dengan baik.
Namun dengan menuntun mereka, kita bisa mengarahkan energi kemarahan mereka menjadi sesuatu yang positif.

Berikut beberapa tips dari psikolog Deborah Plummer, yang bisa membantu si kecil melampiaskan amarahnya.

 

1. Jadilah Contoh yang Baik

Orang tua adalah role model (contoh) utama bagi anak.
Jika Anda melampiaskan amarah dengan cara berteriak, menghujat bahkan memukul, hal tersebut akan terekam jelas di otak sang anak.
Jangan heran jika nanti anak Anda akan melakukan hal yang sama.

Jadi Andalah yang harus berlatih melampiaskan amarah dengan baik, baru kemudian mengendalikan amarah si kecil.

 

2. Ajarkan Anak Untuk Mengutarakan Amarah

Biasakan anak untuk mengutarakan perasaannya saat marah.
Jelaskan padanya bahwa ia harus menjelaskan pada Anda apa yang dirasakan.
Sehingga Anda bisa mengerti maksudnya.
Ajarkan juga dia untuk tenang saat mengutarakan perasaannya.

 

3. Gunakan Permainan

Di dalam buku-buku psikologi anak, akan banyak ditemukan aneka jenis permainan yang bisa membantu anak melampiaskan kemarahannya.
Energi anak saat marah bisa diarahkan menjadi sesuatu yang positif.

Nah, sahabat, apa yang pernah Anda lakukan untuk meredam amarah anak anak?

 

Salam

Gambar diambil dari sini

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

20 responses »

  1. No1 buuunnn yg paling susaaahhhh…..😦

    hahaha….gak lah,
    bunda yakin kok, Devi ibu terhebat di dunia , buktinya , anak2 sehat dan pinter semua nyaa🙂
    salam

  2. Hendaknya memang kita mendidik anak degnan meberikan yang terbaik…..

    semoga kita semua mau dan mampu melakukannya ,aamiin
    salam

  3. ded says:

    Alhamdulillahh anak-anak saya tidak demikian Bun, karena di rumah sudah kita ajarkan. bahwa tidak semua permintaannya bisa dipenuhi. Jadi jangan memaksakan kalau ada yang diinginkan…..

  4. Orin says:

    Terima kasih Bun, jd belajar banyak, semoga anak orin kelak bs mengontrol marahnya ya🙂

  5. arif says:

    biar anaknya bisa ngontrolll… bagus itu

  6. Sebuah informasi yang bagus bunda, cocok dibaca setiap orang tua yang ingin mendidik anaknya untuk menjadi generasi penerus yang luar biasa hebatnya. Pendidikan pada anak merupakan upaya mempersiapkan generasi yang lebih baik. Kalo memang generasi sekarang sudah banyak yang tidak benar, banyak yang jadi koruptor, anarkis, preman, namun generasi berikutnya diharapkan bisa jauh lebih baik

    semoga harapan semua orang tua , bisa terwujud demi kebahagiaan dunia dan akhirat bagi bangsa kita ,aamiin
    salam

  7. Jadi ingat masa kecil dulu. Memang apa yang dicontohkan orang tua, merupakan blue print bagi karakter anak. seperti pepatah : buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Namun demikian, ketika kita beranjak dewasa kita dihadapkan pada pilihan, mau mempertahankan blue print yang jelek, atau merubahnya menjadi sesuatu yang hebat

    semoga kita semua tetap mempertahankan blue print yg baik itu menjadi semakin hebat🙂
    salam

  8. iya ini tips pending nih. sering anak anak tiba tiba marah, kalau saya biasanya membiarkan saja sampai amarahnya reda dan baru diajak bicara lagi.

    sambil latihan kesabaran menghadapi anak kita🙂
    salam

  9. indra kh says:

    Kalau saya ketika anak seperti itu terkadang harus didiamkan dulu hingga benar-benar amarahnya sedikit mereda, setelah itu baru bisa diajak bicara. Meskipun kadangkala lama sekali🙂

    melatih kesabaran kita juga ya Indra🙂
    salam

  10. rizalean says:

    tergantung situasinya sih. kalo marah-nya nggak puguh sebabnya, biasanya kubiarkan aja. biar dia belajar berperilaku. nangis2 sampai meraung2 di di mall minta barang? kutinggal aja sampai jauh. meski kuatir diculik orang.😀


    hehehe… ditinggalkan tapi tetap dipantau ya Rizal🙂
    itulah kasih ortu terhadap anak ……….
    salam

  11. Yunda Hamasah says:

    Memeluknya🙂

    Pernah juga mendiamkannya🙂

    Achhh maraahnya anak terkadang mbuat kita makin marah ya Bun :-)padahal g baik🙂

    he he bener tuh Yunda …
    bunda dulu kadang gak sabar juga, jadi belajar dr pengalaman…..🙂
    harusnya bisa lebih mengontrol emosi sendiri yaa….

    salam

  12. kids party says:

    bagus artikelnya…mudah2an bermanfaat juga untuk yang membacanya ya…

    aamiin………semoga .🙂
    salam

  13. ysalma says:

    paling kalau ada mau manyun dan matanya berair sambil di umpetin bund, tapi gak berhenti2 merengek sampai penjelasannya dia terima atau dia punya solusi lain😀,
    dia pernah begitu terkesima melihat anak seperti itu dan kesempatan saya untuk berbisik, coba tuh sikap seperti itu bagus gak? dilihatin semua orang, dia capek nangis guling teriak2, orangtuanya jadi kasihankan😉

    dan Junior selalu punya solusi jitu,
    seperti juga eMak yaaa….🙂
    jadi pembelajaran utk Junior ketika melihat ‘pertunjukkan’ itu dong ya Mak …
    salam

  14. tiga tips yang sangan penting untuk kita perhatikan
    makasih banyak ya, Bunda, telah memosting hal yang bermanfaat ini….

    Alhamdulillah, kalau memang bermanfaat🙂
    sama2, terimakasih juga Akhmad ….
    salam

  15. bundamahes says:

    biasanya sih berpelukan trus nanyain alasan dia marah… trus setelah itu minta maaf trus pelukan lagi deh!😳

    Ika memang bunda yang bijak utk Mahes🙂
    salam

  16. marsudiyanto says:

    Alhamdulillah masa2 itu sudah terlewatkan Bun…
    Dan saya juga bersyukur karena saat anak2 masih kecilpun kalau marah nggak sampai main pukul, juga nggak ada acara nangis meraung2 ditempat umum.

    sama dunk, Pak Guru
    masa2 itu sdh lewat yaa…..🙂
    salam

  17. makasih bund.. !!
    tips nya buat bekal nanti dikala aku punya anak !!
    o. iya bund kemana aja baru ada post baru ?? hihihi😀

    alhamdulillah, kalau memang bermanfaat , Dea🙂
    ada aja kok Dea ….
    cumaaa…..biasalah, penyakit malas dateng …. hehehe 😛
    salam

  18. LJ says:

    haduuwwhh, mam.. aku sering begini bersuara tinggi saat nemenin yudha belajar.

    keknya harus belajar anger management buat emak2 dulu nih,
    makasih sharingnya ya mam..🙂

    eMak khan emang galak,
    sama mamih dan inon aja galak kok ….hahaha😛
    ( buru2 kabuuuuurr…. )
    salam

  19. Yati Rachmat says:

    Bunda Lily, postingan yang berbobot. Mudah2an para ibu muda membacanya. Aku sendiri pernah melihat seorang ibu di Mal yang menyeret dengan paksa anaknya untuk berjalan karena menangis (mungkin karena minta sesuatu yang tidak dikabulkan). Kalau aku pergi dengan cucu-ku (balita) terjadi seperti itu, ia aku tinggalkan berjalan perlahan seolah gak acuh, walau hati dag-dig-dug takut dia diculik orang. Tapi alhamdulillah cucuku pasti mengejar aku dan memelukku, tangis pun berhenti. Hhhmmmm….hepi-nya aku ketika dipeluk cucu seperti itu.

    Bunda Yati, sayapun begitu, pernah mengajak cucu ke mall,
    dan, berulah sambil menarik2 baju ibunya, maka saya bilang ‘ tinggalkan saja, tapi ttp sambil dipantau ,
    setelah anaknya tenang, baru diajak bicara …
    ternyata kiat seperti yg kita lakukan ini, ampuh ya Bunda Yati🙂
    salam

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s