Berjanji sehidup semati, setia sampai akhir hayat, saling mencintai di dalam suka dan duka, dan menyayangi dengan sepenuh hati, komitmen tersebutlah yang Anda buat bersama pasangan beberapa waktu lalu.

Pada awalnya semua terasa indah dan menyenangkan, tetapi tiba-tiba semuanya berubah menjadi hal yang menyeramkan, ketika Anda merasa ternyata si dia bukan seperti yang Anda harapkan.

Ternyata Anda tak merasa ada kecocokan dengan si dia!

Nah ini dia, suatu hal klise yang selalu menjadi alasan dalam perceraian rumah tangga.

Tak hanya satu atau dua orang yang menyatakan tidak cocok setelah mereka menikah. Alasan ini dipakai hampir semua orang yang mengajukan cerai atas pasangan yang katanya dicintainya itu.

Apakah benar hanya ketidakcocokan yang menjadi alasan utama yang pantas untuk memisahkan Anda dari pasangan?.

Tidak! Karena sebenarnya banyak hal yang membuat pernikahan Anda nyaris hancur, dan semua itu berasal dari pikiran Anda sendiri.

1.Seharusnya ia bisa memenuhi keinginan Anda

Anda menuntut si dia agar sesuai dengan keinginan Anda, entah secara materi atau rohani, dan tentu saja tak semua keinginan Anda bisa ia penuhi.

Hal inilah yang menyebabkan Anda merasa ia tak mencintai Anda.

Mulailah timbul pikiran buruk atas si dia yang kemudian semakin lama berkembang bagaikan bola salju yang meluncur dari atas gunung.

Pasangan yang saling mencintai adalah pasangan yang bisa memberi dan menerima, melengkapi kekurangan masing-masing, bukan hanya menuntut untuk menjadi seperti yang Anda inginkan.


2. Pernikahan Anda akan bahagia jika si dia bisa mengubah sifat buruknya

Masing-masing orang pastilah memiliki kekurangan, dan saat Anda ada bersama si dia Anda berusaha meminimalisir kekurangan tersebut.

Tetapi jika Anda tak berhasil membantunya berubah, apakah berarti pernikahan Anda gagal?

Tidak!  memang sifat buruk itu tak dapat dibiarkan dipiara, namun masih bisa diminimalisir dengan berbagai cara.

Sekalipun mungkin sampai Anda dan si dia semakin tua, sifat buruk si dia masih ada, tak berarti pernikahan Anda gagal kan, justru Anda dan si dia sangat kuat hingga dapat mempertahankan pernikahan dan komitmen yang telah dibuat bersama.

3. Kebutuhan Anda harus diutamakan, karena Anda adalah wanita atau sebaliknya

Masing-masing pasangan memiliki peranan penting, tak ada yang lebih dominan sekalipun si dia adalah pemimpin rumah tangga.

Idealnya saham yang ada adalah 50 : 50, sehingga masing-masing memiliki hak dan kewajiban yang sama.

Ketika kebutuhan dalam suatu rumah tangga muncul, baik dari sisi si dia maupun Anda, hendaknya kebutuhan tersebut dibuat skala prioritasnya bersama.

Bukan dari sekedar Anda adalah yang paling unggul atau dia yang paling unggul. Namun sejauh mana keduanya membutuhkan hal tersebut untuk dipenuhi.

4. Pernikahan itu berhasil jika nyaris tak ada pertikaian dan perbedaan pendapat

Namanya juga manusia, memiliki pemikiran yang berbeda, sehingga tak memungkiri jika Anda dan si dia kerap bertikai dan berbeda pendapat.

Hanya saja dalam penyelesaian setiap pertikaian tersebut orientasinya adalah menyelesaikan masalah dan menemukan jalan keluar yang terbaik, bukan memihak kepentingan salah satu pihak saja.

Tak perlu khawatir jika Anda dan si dia berbeda pendapat.

Sekalipun di dalam cinta, perbedaan pendapat itu perlu agar semuanya terlihat lebih hidup dan berwarna.
5. Harus ada anak di dalam keluarga!

Anak memang penyemangat hidup, pusat inspirasi, namun jika salah satu di antara Anda tak dapat memberikannya apakah itu berarti akhir pernikahan?

Sadarilah bahwa di luar sana banyak anak-anak terlantar yang ditinggalkan orang tuanya entah karena alasan ekonomi, entah karena tak diinginkan, atau karena kedua orang tuanya meninggal, dan merekalah jawaban dari permasalahan Anda.

Jika secara alamiah Anda berdua tak dapat memilikinya, secara batiniah Anda bisa memiliki hampir selusin anak jika Anda mau.

Jadi benarkah alasan yang utama adalah ketidakcocokan?

Sepertinya alasan utamanya hanya karena keegoisan Anda saja.

Cinta itu selalu indah, jika diawali dengan hal yang indah, jangan biarkan segala yang indah itu berakhir.


Salam

Gambar diambil dari sini

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

16 responses »

  1. eMWe says:

    Terima kasih bunda sudah diingatkan kembali. Semoga pernikahan ini langgeng dan senantiasa diliputi rasa kasih sayang dan saling pengertian.

  2. bagus nih bunda artikelnya,,sangat bermanfaat banget buat yg baru nikah ,,, 😀

  3. edratna says:

    Hmm, walau sudah menikah 31 tahun, saya tetap harus belajar untuk saling memahami bu.
    Bagaimanapun cinta itu juga memerlukan pupuk, dirawat, agar tetap bersemi di hati kita.

  4. iya.. artikel yang bagus lainnya… intinya hanya pengendalian diri ternyata ya..

  5. saya baru menikah setahun yang lalu, dan apa yang anda berikan disini sangat memberi inspirasi kehidupan. saya akan sangat senang bisa mendengar lebih banyak saran2 anda tentang pernikahan.
    Best regard,
    Arya

  6. Bunda memang paling bisa memberi inspirasi dan pencerahan bagi kita-kita yg masih belajar dalam membina rumah tangga dengan caranya yang khas sederhana dan tanpa menggurui tapi nyesss gitu

    duh, Ina terlalu memuji😳
    bundapun hrs terus dan terus belajar dlm menjalani pernikahan🙂
    terimakasih Na utk komplimen nya🙂
    salam

  7. ~Amela~ says:

    waaah bundaaa.. .dicatet.. dicatet..
    buat pelajaran kalau nanti udah nikah.. biar cukup sekali seumur hidup ya bunda..
    lagian emang kalau pikiran dipenuhi hal2 yang buruk terus, mana bisa bahagia..

  8. oke bund !!!
    tapi bund apa cuma karna cinta aja pertikaian takan pernah terjadi ?? sedangkan sebagian orang ada yang bilang bila orang bercerai itu tandanya bukan jodoh ?? emang iya bund ??
    lalu..,,klo itu bukan jodoh kenapa ada pernikahan ??
    dan anehnya lagi banyak juga yang mngatakan bila pernikahan d usia muda takan pernah awet ??? masa sih bund !!!!!!! mnta solusi nya ya bund !!??

    cinta itu selalu indah, bila orang2 yg terlibat mau merawatnya bersama, Dea🙂
    dan, pernikahan itu tergantung dr niat awalnya yaitu mengikuti sunnah Rasul saw dan utk beribadah,
    jika ada pertengkaran, itu biasa saja terjadi, dan bila masih dlm taraf wajar, malah membuat rumah tangga tambah mesra setelah pertengkaran🙂

    Cinta saja tdk cukup utk membangun dan memelihara serta merawat sebuah pernikahan, Dea
    harus ada rasa percaya, kejujuran, komunikasi yg baik, saling menghargai dan menghormati juga tentunya empati.
    Mengenai nikah muda, bunda rasa semua tergantung pd pribadi kedua mempelai,
    apakah mereka cukup memenuhi kriteria yg bunda sebutkan diatas.
    karena ada saja pernikahan yg sudah berjalan puluhan tahun, harus berpisah karena tdk ada lagi rasa percaya, jujur, saling menghormati dll nya tadi itu,Dea.
    Waduh…..kok bunda jadi kayak penasihat perkawinan aja yaa….😀😀
    panjang banget reply komennya Dea….😛
    semoga bermanfaat ya Dea sayang……….
    salam

    • oh bgitu ya bund !!
      maksih ya bund sekarang berasa mnjadi lebih percaya diri nihh hehehe
      ga ppa bund kpanjangan juga yang penting ada manfaat nya tentunya buat dea hehe !! mkasih ya bund,,,,…

  9. asyik says:

    cinta itu indah !!! so.. ngikuti saran bunda ja, smoga pernikahanq bsok bisa menjhadi sesuatu, amin….

    bunda ikut mendoakan dan mengaminkan doamu, Uchi🙂
    salam

  10. marsudiyanto says:

    Saya sendiri mungkin belum baik, tapi 26 tahun lebih pernikahan kami bisa menjadi bukti sekaligus modal Bun…

    akupun begitu, dan ternyata lama waktu pernikahan kita sama ya🙂
    aku juga beberapa bulan lagi menuju 26thn………
    yuk, kita saling mendoakan agar pernikahan kita semua selalu baik2 dan langgeng ya Pak Guru🙂
    salam

  11. OOhhh Bun, beneran ya ternyata kebanyakan intinya hanya ego semata. Tapi garis hidup orang memang beda2 ya Bun🙂

    Tapi belakangan kasus perceraian memang sangat meningkat ya Bun, juga menimpa beberapa orang kerabatku, ikut sedih ;(

    TFS. selalu bermanfaat.

    ya Yunda…..ego inilah biasanya yg sulit utk dikalahkan😦
    hal inipun menimpa kerabat bunda ,Yunda😦
    semoga pernikahan kita langgeng dan baik2 saja ya Yunda🙂
    (peluk sayang)
    salam

  12. Kang Sofyan says:

    Intinya saling memahami dan saling mengalah antar pasangan, karena menikah berdsarkan cinta dan cinta itu menerima apa adanya,,tip yang bagus Bunda…

    Selamat pagi Bunda…

    pagi juga , Sofyan
    semoga selalu sehat dan sukses yaa…….
    salam

  13. tidak cocok sedidkit wajar lah anmanya juga manusia ….
    harus saling mengerti aja ,,,,

    dan saling jujur ,percaya juga menghargai….
    utamanya krn niat awal menikah itu utk ibadah🙂
    salam

  14. Arman says:

    setuju banget bunda!!!
    pernikahan itu emang landasan nya cinta, tapi tetep harus dipupuk dan diusahakan supaya langgeng.

    namanya 2 manusia berbeda ya, ketidakcocokan itu kan pasti selalu ada. gak mungkin ada 2 orang yang bisa cocok terus kan… tapi bukan itu berarti harus jadi alasan untuk bercerai…

    sepakat, Arman
    tapi, sekarang banyak bgt pasangan2 muda yg begitu mudahnya bilang gak cocok, lantas bercerai,padahal perkawinan baru seumur jagung ….
    ( ada bbrp kerabat bunda jg yg mengalami)😦
    kayaknya krn keegoisan masing2 kali yaaa….
    salam hangat utk klrga ….
    salam

  15. Tips yang bagus.
    Semoga pernikahan kita langgeng
    salam sayang selalu

    insyaAllah, langgeng krn selalu dijaga dan dirawat ya Dhee….
    salam hangat utk Budhe sayang………
    salam

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s