Basicly,we can’t live with others, but we can’t also live without another (Unknown)

Judul pertanyaan di atas saya lontarkan saat saya merenungkan mengapa belakangan ini banyak orang berlomba-lomba untuk mencari pasangan hidup dan menikah, namun di sisi lain, mengapa banyak orang juga berlomba untuk bercerai?

Kita tahu bahwa manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk dapat hidup dengan baik.
Namun, jika mau direnungkan sebenarnya manusia juga sering kali tidak dapat hidup ‘baik-baik’ dengan manusia lainnya.

Secara karakter, selain pada dasarnya tiap manusia memiliki sifat egois, setiap manusia juga berbeda satu dengan lainnya.
Tak seorang pun yang sama persis sifatnya dengan sifat orang lain, meski orang tersebut sama-sama pendiam misalnya.

Karena perbedaan sifat dan karakter itulah maka manusia sering mengalami gesekan dan bentrokan dengan sesamanya.
Tak hanya itu saja, keinginan manusia yang beragam juga turut andil di dalam terjadinya peristiwa yang namanya perselisihan.

Lalu, bagaimana?
Apakah kita bisa hidup baik tanpa orang lain?
Jawabnya tentu tidak.
Jelas bahwa kita butuh orang lain.
Namun, hal yang patut kita camkan adalah bahwa kita tidak boleh menggantungkan diri atau berharap lebih dari yang seharusnya kepada orang lain.

Untuk meminimalkan rasa kecewa (bagi Anda yang tergolong bermental rapuh) saat berhubungan dengan orang lain, maka kita perlu memiliki mental teman.
Maksud saya di sini adalah mental kitalah yang harus kita jaga, bukan jaga jarak dengan orang lain.

Mengapa dikatakan mental teman?
Karena teman tidak menuntut dan tidak mudah cemburu.
Teman tidak mudah marah dan tidak terlalu mengandalkan temannya seperti yang terjadi pada sahabat, pacar, orang tua, atau keluarga lainnya.

Selain bermental teman alias tidak mudah menuntut, kita juga perlu belajar tentang karakter orang lain.
Jika kita ingin meminimalkan yang namanya perselisihan, maka kita harus mengetahui dan menghargai keberadaan orang lain.

Apa-apa yang dia sukai atau benci, ketahui dan hargailah itu.
Jika Anda ingin dikenali, diterima, dan dihargai orang lain, maka lakukan prinsip ini terlebih dulu.
Buang sikap egois dan mementingkan diri sendiri, itu kuncinya!

Jika kita memegang dan mempraktekkan prinsip ini baik-baik, maka kita boleh berkata bahwa kita bisa hidup baik-baik dengan orang lain.
Anda setuju?

Salam

Gambar diambil dari sini

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

18 responses »

  1. Orin says:

    kalo ingin dihargai harus menghargai ya Bun๐Ÿ˜‰

  2. diananeeh says:

    mental teman,,,setuju banget Bun, terlebih bagi yang hatinya rapuh….
    mental teman dengan siapa pun, terlebih dengan lawan jenis,,,,

  3. Agung Rangga says:

    hiks, dan sepertinya, saya merupakan salah satu orang yg “bermental teman”…๐Ÿ˜ฅ

  4. Necky says:

    BUnda…selama kita maish mau menghargai pasangan kita…insya Allah ga akan terjadi yang namanya percerai *kecuali perselingkuhan* karena karena saya dengar alasannya…kita sudah ga cocok lagi, ada perbedaaan prinsip yang tidak bisa disamakan, dsb. Rasanya koq, seperti mengada-ada tapi saya ga mau menghakimi mereka lho bun….

  5. Budi Arnaya says:

    Kita tidak pernah bisa hidup tanpa orang lain ya bunda, biar bagaimanapun itu,,,mental teman saya suka bunda

  6. “Buang sikap egois dan mementingkan diri sendiri”
    Setuju sekali dengan yang ini bunda, kebanyakan retaknya suatu hubungan ya karena saling membesarkan ego sendiri.
    Dalam menjalin suatu hubungan, hendaknya dari awal harus memahami bahwa setiap orang itu berbeda, dan menjaln hubungan bukanlah untuk menyamakan suatu perbedaan, tapi untuk saling mengerti dan memahami perbedaan itu agar bisa bersatu,๐Ÿ˜€

  7. Ahmad Alkadri says:

    Sangat amat setuju dengan bunda… kita semua perlu memiliki mental seperti itu. Menjadi pribadi yang tidak senantiasa menuntut, tidak senantiasa ingin menerima, tapi juga memberi dan mengerti. Kalau saja bisa terpenuhi, pastilah jalinan hubungan dan silaturahmi bisa bertahan lama, awet, dan bahkan abadi๐Ÿ˜€

  8. melly says:

    Bunda, terima kasih tipsnya..

  9. yaah bener bund, teman.. dan dulu ketika masih zamannya dhe suka pacaran #halah, dhe lebih suka menyebut dia itu temen deket dhe bukan pacar.. hehe๐Ÿ˜€

  10. advertiyha says:

    Sejak menjalin hubungan dengan si dia.. *hihihi,,, mas Nakho
    kami sudah sepakat untuk saling menyebut kita ini Teman, ya Teman Special…๐Ÿ™‚
    dan setelah menikah, menjadi teman hidup..
    dengan begitu, Alhamdulillah gak ada gesekan2 yang berarti, apalagi sampe berantem.. karena kita saling menjaga, karena kita saling menghargai, karena kami saling menyayangi sebagai “teman”

    trims artikelnya bun,,, mengispirasi..
    salam sayang,,, mmuahh..๐Ÿ™‚

  11. nh18 says:

    Buang sikap egois dan mementingkan diri sendiri, itu kuncinya!

    SETUJU banget Bunda Ly …
    Ini kunci utama …
    tanpa itu ? … akan hancur semua

    salam saya Bunda Ly

  12. susisetya says:

    setuju sekali bunda, bunda memang selalu memberi nasihat yang baik…makasih bunda..

  13. nisa says:

    Setuju, Bunda.. Buang egoiss ^^

  14. mental teman, tak mengikat namun hangat๐Ÿ™‚

  15. muamdisini says:

    hhmm…mental teman yah bunda?…
    mudah-mudahan bisa…
    makasih yah bun udah dinasihatin…๐Ÿ™‚.

  16. pa Tuo says:

    pa Tuo cemburu waktu Mamih berteman dengan Nami maid..๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

  17. Evi says:

    Prinsipnya, agar tak egois, kita mesti selalu berusaha memandang segala sesuatu dari sudut pandang orang lain yah Bun. Selamat pagi, semoga hari2 Bunda selalu ceria๐Ÿ™‚

  18. menghargai teman, berarti menghargai diri kita sendiri..๐Ÿ™‚
    salam bun,..

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s