Ada banyak hal di sekitar kita yang bisa menyebabkan kesedihan.
Keluarga atau kerabat yang meninggal, sahabat atau tetangga Anda harus pindah ke negara lain dan tidak bisa berjumpa dalam waktu yang lama, bahkan bila kebun mawar kesayangan Anda rusak dan mati akibat hama, serta segala hal yang bisa membuat rasa sedih menghampiri Anda.

Jangan sembunyikan kesedihan Anda, karena anak-anak Anda akan belajar bahwa orang tua mereka tetaplah manusia biasa yang bisa bahagia sekaligus berduka.

Bagaimana jika anak Anda ikut bersedih?
Hal ini justru bisa menjadi pembelajaran mereka bahwa bersedih adalah hal yang alami dan bukan sesuatu yang menakutkan.
Menunjukkan wajah bahagia di tengah rasa duka justru akan membuat anak bingung, karena anak-anak bisa membaca bahasa tubuh bahwa Anda sedang menunjukkan kebahagiaan palsu.

Daripada berpura pura bahagia, Coba ikuti cara ini:

Biarkan mereka tahu perasaan Anda.
Penting bagi anak-anak untuk tahu bahwa alasan Anda bersedih bukan karena mereka.
Sehingga mereka tidak akan menduga-duga dan menyalahkan diri sendiri.

Sampaikan dengan sederhana.
Jika anak-anak bertanya mengapa Anda bersedih, beritahu alasannya dengan penyampaian sederhana.
Misalnya, “Bunda sedih karena tidak bisa mengantar Ayah ke bandara,”

Jangan terlalu lama.
Anda boleh menunjukkan rasa sedih Anda, tetapi jangan terlalu lama.
Katakan pada anak-anak Anda, “Bunda saat ini sedang sedih, tetapi tidak akan lama,”

Katakan sesuai porsi mereka.
Anda tentu tidak bisa mengatakan bahwa Anda sedih karena baru mengalami pertengkaran hebat dengan suami.
Katakan sesuai porsi usia anak Anda.

Salam

Gambar diambil dari sini

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

15 responses »

  1. diananeeh says:

    Kadang aku suka nangis bareng Mamah aku Bun, pas curhat bareng sama adik2 ku juga,,,,ck…ck….


    wah, enak dong ya Diana ,
    jadi bisa sharing …🙂
    keluarga yg hebat ……..
    salam

  2. Agung Rangga says:

    benar, memang lebih baik orang tua jujur mengenai perasaan mereka didepan anak-anak mereka…🙂


    yg penting jgn membuat anak merasa bersalah krn ortunya menangis ya Rangga
    salam

  3. Belajar menjadi teladan jujur untuk anak anak kita,dan kita juga belajar menghargai anak anak kita,postingan bunda slalu berkwalitas,dan meng inspirasi para orang tua..

    Alhamdulillah, terimakasih banyak utk apresiasinya pd tulisan ini🙂
    salam

  4. Lyliana Thia says:

    aku pernah nangis di depan anakku Bun, waktu lihat video ttg Bunda di youtube.. ya ampun dia jd ikutan nangis… jd tambah nangis. hiks…

    tp sebenernya gapapa ya Bun menunjukkan emosi.. asal tdk krn mereka🙂

    makasih sharingnya Bunda🙂


    dulu juga waktu anak2ku msh kecil,
    kalau lihat aku nangis mereka suka ikut2an gituh…….😛
    jadi aja kudu dijelasin, kita nangis bukan krn mereka 🙂
    salam

  5. pa Tuo says:

    walaupun lelaki juga boleh menangis, namun tetap tidak menunjukkan emosi didepan anak agar menjaga suasana tetap kondusif..

    pak tuo nangisnya didepan mamih aja yaaa……..😛
    salam

  6. Asop says:

    Uh-oh, saya jadi sedih mengingat kejadian masa lalu…😥


    lho kok, ada kejadian apa dimasa lalumu Sop ?
    jgn sedih dong ………🙂
    salam

  7. Ipras says:

    Sip banget deh tipsnya, biar anak-anak juga nggak terpengaruh oleh ekspresi para pemeran sinetron :p


    ya kayaknya anak2 juga udah tau kalau di sinetron itu hanya pura2 dowang😛
    salam

  8. Clara Croft says:

    Selama saya kecil, Ibu saya tidak pernah menunjukkan kesedihan Bunda. Sekali saya lihat Ibu saya menangis saat Abangnya meninggal, tapi itu pun beliau masuk ke dalam kamar dan tidak keluar2 sampai air matanya kering😦

    duh, demikian tegarnya seorang ibu utk memperlihatkan pada anaknya
    bahwa beliau perempuan yg hebat🙂
    lain orang, lain cara menunjukkan kesedihannya ya Clara🙂
    salam

  9. Adi Nugroho says:

    wah maksih bunda buat tipsnya, sangat berguna..

    Alhamdulillah, terimakasih banyak ya Adi🙂
    salam

  10. melly says:

    jgn menutupi kesedihan…
    thanks tipsnya bund🙂


    bener banget Mel ……
    asal gak berlarut larut aja🙂
    salam

  11. ceritabudi says:

    Jujur bunda…saya lebih sering menyembunyikannya pura2 ketawa dan sebagainya…jadi saya berbagi dengan melati saja


    bersyukur ya Budi🙂
    masih ada Melati yg bisa dijadikan tempat sharing …. 🙂
    salam sayang bunda utk Melatimu …..
    salam

  12. Orin says:

    Sepakat Bun, ga harus selalu (sok) kuat ya, terimakasih tipsnya🙂


    iya Rin, krn Mama kan manusia juga🙂
    jadi sangat manusiawi sekali ……….
    salam

  13. pa kabar bunda, selamat tahun baru hijriah bunda..maaf telat banget…dan maaf baru menjejakkan kaki di rumah bunda lagi setelah sekian lama, maaf yah bun..lagi dikejar kejar deadline project ditempat kerja, alhamdulilah ini dari agak senggan dan refersh sebentar..ada notifikasi di email posting terbaru bunda…informatif sekali bun, saya juga pernah nangis didepan kinan, kinan pasti tanya..kenapa ma nangis??” jangan nangis ma” jadi akhirnya memutuskan nangisnya nggak boleh lama lama, biar kinan nggak sedih juga….proses perasaan bersedih dan menangis ini kinan juga harus tahu biar jadi pembelajaran, tapi nggak boleh berlarut larut….membawa mereka Happy adalah yang terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka..semoga kita orang tua selalu bisa bertindak bijaksana …
    tfs bun..:)

    Alhamdulillah, bunda sehat berkat doamu Mam🙂
    Mama juga sehat2 kan ya…..
    iya bener Mam, nangis jgn lama2, aku kalau nangis malah jadi pilek 😛
    ikut mengaminkan doanya Mama🙂
    salam hangat utk Kinan ya Mam…………..
    salam

  14. Imelda says:

    oh aku tidak pernah menutupi kesedihan, bahkan tangisan keharuan. Mereka pasti bertanya dan kadang aku dihibur dengan perkataan mereka, “Mama jangan sedih, kan ada Riku/Kai”
    sedih kan manusiawi sekali…..


    sama denganku sekarang Mbak EM🙂
    dulu, sewaktu mereka masih kecil, aku sering juga menyembunyikan kesedihanku,
    karena tiap kali aku sedih, anak2ku ikut menangis, kasihan jadinya😦
    salam

  15. semua manusia pasti mempunyai rasa sedih dan senang dan itu hal yang wajar bagi semua manusia

    dan,anak anak kita perlu diberi pengertian juga ttg hal yg manusiawi ini🙂
    salam

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s