Seketika teriakan Anda membahana di seisi rumah bagaikan gempa. Begitulah kejadian sehari-hari saat si kecil tiba-tiba memukul kepala Anda, loncat-loncat di atas tempat tidur selagi Anda sedang rebahan di atasnya, atau berbicara tidak sopan kepada Anda.

Kejadian ini seringkali membuat Anda pusing. Sampai-sampai ketika kesabaran di dalam hati Anda sudah mulai menipis, jurus pukul memukul dengan sapu atau penebah segera Anda praktekkan kepada anak Anda.

Apakah itu akan membuat dia sadar akan kesalahannya kemudian menjadi anak yang baik? Ah lupakan saja!
Tentu saja anak Anda tidak akan instant menjadi anak yang baik hanya dengan pukulan sapu atau penebah. Yang ada tubuh mereka penuh memar dan luka. Dan kemudian Anda menyesal, berisak tangis melihat anak Anda.
Ayolah, Anda adalah orang tua, kedewasaan dan pemikiran Anda tentu jauh lebih bijaksana. Dengan pukulan atau kekerasan fisik lain tidak satu orang pun akan sadar dari kesalahannya.

Komunikasi! ajak dia berbincang, raih tangannya, peluk dia dan letakkan pada pangkuan Anda. Tatap matanya lembut penuh kasih sayang dan ceritakan kepadanya dengan cara Anda, bahwa apa yang ia lakukan tidak baik dan sangat tidak sopan.

Anak-anak senang sekali mendengarkan dongeng atau fabel. Mungkin sebelum tidur Anda dapat menggunakan dongeng atau fabel untuk menyampaikan pesan moral kepadanya.
Cara ini akan lebih mudah dimengerti dan diterima setiap anak yang paling bandel sekalipun.

Anda harus bersabar dan yakin dengan pendekatan penuh kasih Anda.

Tak ada satupun yang tak dapat diajarkan kepada anak kecil.

Mereka ibarat gelas kosong yang mendambakan diisi dengan air. Anda adalah seseorang yang mengisinya.

Namun sekali lagi, Anda harus mengisinya dengan perlahan, agar tidak setetespun airnya akan tumpah dan terbuang sia-sia.

Perlahan dan pasti, Anda dapat mengajarkan semua hal baik kepadanya. Dan jangan lupa, Anda adalah teladan yang terbaik bagi mereka.

Jadi sebelum mengajarkan sesuatu kepada mereka, buat diri Anda mengerti terlebih dahulu.

Berikan contoh yang terbaik bagi mereka. You’re the best parent!

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

13 responses »

  1. sri oktavia says:

    senyumnya adalah pengobat sakit, i love you

  2. sri oktavia says:

    memang melelahkan ketika melihat senyumnya, semua rasa sakit hilang,

  3. bermanfaat sekali bunda, trima kasih

  4. susisetya says:

    bunda, ternyata jadi orang tua itu yang paling sulit adalah mendidik anak yang baik dan benar, sehingga anak kita menjadi anak yang shaleh…dan semoga saya bisa menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak saya kelak…makasih bunda….

  5. sungguh sangat berharga bunda tulisannya,,bekal buat aajeng bundaaa,,,,,

  6. agussupri says:

    tips yang menarik terimakasi

  7. Setuju Bunda, teladan adalah yang utama😉

  8. Orin says:

    Bundaaaa…. duh alhamdulillah bgt bisa ‘kenal’ sm Bunda, jadi bisa banyak belajar🙂

  9. rheena says:

    Iya bun… sedang belajar jadi ibu…
    anak kecil memang nggak bisa dikerasin, kalau udah dipeluk dan dibilang baik2 dan kemudian diberi alternatif lain baru dia nurut…
    kalo anak saya bicara dengan agak keras saja dia udah tampang pasang mau nangis…jadi nggak tega dan pake tips dipeluk dan diberi penjelasan baru dia nurut🙂

  10. bundarynari says:

    Wah uni Ly mengulas tuk peran menjadi contoh lebih dari memberi contoh ya, tarimokasih tuk sharingnya ya Uni. Salam

  11. maminx says:

    makasih bunda. memang contoh yang terbaik ya kelakuan dari orang tuanya juga ya. oh ya bunda buat postingan tentang kiat-kiat/tips buat wanita yang lagi hamil muda donk😀

  12. Evi says:

    Bunda, beberapa hari lalu si bungsu saya ngomong gini : ” Mama sekarang berubah deh, lebih kalem, enggak sangar lagi kaya dulu.” Setelah saya eksplorasi ternyata dulu saya termasuk bunda yg suka teriak-teriak melihat mereka melakukan berbagai “kegilaan” di rumah. Sekarang karena mereka sdh remaja, sudah bisa diajak ngomong dari hati ke hati, otomatis kegarangan saya mundur kembali ke tempat semula. Rupanya itu yg disebut bungsu saya sebagai ” sekarang mama jinak”🙂

  13. Bayu says:

    “Namun sekali lagi, Anda harus mengisinya dengan perlahan, agar tidak setetespun airnya akan tumpah dan terbuang sia-sia.”

    “Jadi sebelum mengajarkan sesuatu kepada mereka, buat diri Anda mengerti terlebih dahulu.”

    aku jadi pingin belajar terus nih. makasi ya bunda. bermanfaat banget nih

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s