Buah hati kita, mereka begitu mendamba perhatian dan kehadiran kita.
Namun mereka tak pandai merangkai kata untuk mengungkap cinta.
Mereka juga tidak mengerti cara membisikkan rasa rindunya.

Kalau Anda seorang ayah pasti sering mendengar kalimat-kalimat berikut ini : “Ayah, aku sudah mandi”, atau kalimat lain : ”Aku sudah belajar lho, Pa, Apa aku boleh ikut pergi?” atau kalimat seperti ini ; Kalau bapak pulang, bawakan aku es krim ya?”

Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimanakah respon kita saat itu?
Apakah tanggapan kita seindah binar mata mereka?
Apakah sikap kita semanis senyum mereka?
Apakah jawaban kita sebesar harapan mereka?

Kalau kita seorang ayah, sungguh anak-anak kita itu memerlukan senyum gagah kita.
Mereka juga membutuhkan belaian sayang kita.
Buah cinta kita itu selalu merindu dekapan mesra kita.
Yakinlah Anda bahwa tutur kata manis kita amat berarti bagi hatinya.
Oleh-oleh yang kita hadiahkan begitu bermakna bagi jiwa mereka.
Ketika kita mengajak mereka bepergian rasa bangga memenuhi ruang-ruang kalbunya.

Bagi anak-anak, para ayah adalah pahlawan.
Menurut mereka kita adalah sosok gagah yang menentramkan hati mereka. Buah hati kita itu amat bangga terhadap keperkasaan kita.
Mereka begitu mendamba perhatian dan kehadiran kita.
Namun mereka tak pandai merangkai kata tuk mengungkap cinta.
Mereka juga tidak mengerti cara membisikkan rasa rindunya.

Mereka mencintai kita para ayah dengan bahasa yang sering tak mampu kita mengerti.
Mereka menyayangi kita dengan gaya yang sering tak bisa kita pahami.
Karena itu kita sering tak menyadari bahwa ada makhluk-makhluk kecil yang begitu mencintai dan membutuhkan kita.

Apakah ini yang pernah dan masih kita lakukan ;
Saat mereka mendekat, kita sering merasa terusik.
Ketika mereka mengajak bicara, kita sering merasa terganggu.
Waktu mereka bertanya, sering hati kita merasa tak nyaman.
Tangisan mereka seperti suara petir bagi telinga kita.
Teriakan mereka bagai badai yang menerjang jiwa kita.

Padahal seperti itulah cara anak-anak mencintai kita.
Begitulah cara mereka menyayangi kita.
Dengan cara seperti itulah mereka ingin menyampaikan bahwa mereka amat membutuhkan kita.
Hanya cara seperti itulah yang mereka mengerti untuk menyentuh cinta kita.
Boleh jadi kita belum mampu menjadi ayah yang indah untuk anak-anak kita.

Sudah tiba saatnya bagi  para ayah untuk mengerti bahasa cinta anak-anaknya.

Kita harus memahami gaya mereka dalam mencintai kita.
Dengan demikian kita bisa menjadi seperti yang mereka pinta.

Kita mesti berupaya menjadi seperti yang mereka harapkan.
Kita harus menjadi pendengar yang menyenangkan saat mereka berbicara. Ketika mereka mendekati kita sehasta, kita mendekati mereka sedepa.
Sewaktu mereka menangis, kita akan mendekapnya dengan penuh cinta.
Kita juga tak akan pernah lelah untuk berbisik mesra, ”Nak, ayah mencintaimu,”

Salam

Gambar diambil dari sini

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

12 responses »

  1. diananeeh says:

    Aku ga deket Bun sama Bapakku, meskipun begitu aku sayang sama Bapakku ^_^

  2. asti says:

    Tak banyak waktu yang dapat aku habiskan bersama Ayah. Hanya kenangan yang masih tersisa.

  3. Ach Bunda, selalu ada yang hangat setiap membaca tulisan tentang Ayah…

    Luv U Ayah😉

  4. LJ says:

    hehhee, yang anak ayaahhhh…😀

    kita semua punya ayah paling hebat di dunia.

  5. Orin says:

    Aaahh…suka…suka…sukaaaa

  6. ~Amela~ says:

    well.. ga terlalu banyak punya kenangan sama ayah..
    :clinguk:
    rumahnya habis dicet ya bund?

  7. namun terkadang bahasa cinta seorang ayah itu susah ditebak juga oleh seorang anak bun. Jadi kalau sudah besar, anak juga harus bisa jeli melihat bahasa dari seorang ayah..😀

  8. dmilano says:

    Saleum,
    Memang begitulah sebaiknya menjadi Ayah, harus dekat sebagai sahabat, dan berkharisma sebagai Pendidik dalam rumah tangga🙂
    saleum dmilano

  9. Wah, bekal yang baik untuk para calon ayah dan nasihat yang patut disimak untuk yang sudah menjadi seorang ayah. Terimakasih Bunda.

  10. Thans for sharing bun…
    alhamdulilah,bapak juga sosok yang dekat dengan saya, sosok yang penuh cinta dengan caranya .. saya pingin ayah kinan juga begitu ke kinan..:)

  11. dhila13 says:

    ayah aku begitu bun..😉

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s