Air dan beras adalah pasangan serasi.

Itu bisa dilihat di sawah, tempat padi tumbuh; juga di dalam panci, tempat beras menyerap air atau kaldu.
Bahkan, keserasian juga terlihat di atas piring saji ketika nasi sudah terendam dengan kuah dan bumbu.
Rasa manis-gurih beras bervariasi.

Tekstur yang pulen merupakan ciri khasnya, baik yang berwarna coklat maupun putih, dan berbulir panjang atau pendek.
Keajaiban bulir-bulir beras tak hanya muncul dari rasa kenyang yang ditimbulkan.
Meski hal itu masih dianggap penting, sifat fleksibel bulir membuat beras lebih spesial.
Fleksibel artinya beras sanggup menghasilkan cita rasa yang “menyatu” ketika disandingkan dengan makanan lain.

Beras juga bisa hadir dalam ragam tekstur: halus, lembut, kental, atau garing. Olahannya pun beraneka: digiling, dipanggang, atau difermentasi menjadi minuman.
Beras melunak dan mengembang saat ditanak.
Setelah lunak dan matang, nasi langsung siap disantap.

Namun, ada juga tradisi di beberapa negara yang menambahkan proses menggoreng, memanggang, atau menghaluskan nasi sebelum siap disantap.

Dalam makanan khas Persia, tah-dig, beras dimasak pada wajan dari besi tempa sampai agak berkerak.

Sementara itu, tekstur lembut dan kental menjadi ciri risotto ala Italia.
Tekstur ini didapat dengan mengaduk beras Arborio secara konstan dan menambahkan kaldu sedikit demi sedikit.

Anda tentu juga tidak lupa dengan cara memasak nasi liwet ala tanah Pasundan.
Beras dimasak dalam periuk.
Ada tambahan tumis bawang merah, daun salam, serai, dan ikan teri.
Ketika masak, rasanya bukan main sedap.
Adakah cara memasak beras selain cara2 diatas ditempat anda, sahabat?
Monggo…….silahkan berbagi disini

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

19 responses »

  1. Thanks for sharing bun..beras makanan pokok kita yang bermanfaat lewat beras tercipta aneka kuliner yang mak nyusssssssss🙂

  2. asti says:

    “Nasi Gurih” nasi yang dimasak dengan air santan dan ditambah bumbu-bumbu, diantaranya: garam, daun salam, sereh. Rasanya nikmat banget, apalagi dihidangkan dengan sayuran urap-urap dan lodo ayam kampung. Heemmm… nyammy….
    Jadi kangen kampung halaman…

  3. Nasi liwet kesukaan saya Nun, tapi tidak menutup kemungkinan dengan nasi-nasi yang lain.

    Sukses selalu untuk bunda sekeluarga.
    Salam
    Ejawantah’s Blog

  4. Imelda says:

    beras Jepang sekarang juga banyak yangdicamour dengan bebijian, konon lebih sehat

  5. Ditempatku ada yang namanya nasi gemuk Bunda, masaknya pakai air santan, enak rasanya gurih …

  6. ada beras di masak dalam periuk teruz masukin minyak sayur setelah itu masukin penyedap rasa (masako)
    nasi apa tu namanya …………?

  7. ded says:

    Ada lagi beras yang dimasak di dalam kelapa dan airnya juga air kelapa. Jadi yang dibakar kelapanya.
    Saya pernah beli beras merah beberapa bulan yang lalu, sampai sekarang belum dimasak….🙂

  8. sunarno2010 says:

    saya penasaran dengan olahan beras yang diolah dalam potongan bambu bagaimana rasanya

  9. ahmad says:

    Pagi2 lihat postingan bunda bikin laper aja… hehehe

  10. Wahh……rumah bunda mrip rumahku jadinya…:D
    tentang nasi liwet, kalau aku yang di tasik, tradisi ngaliwet bersama teman2 sering banget
    seminggu bisa 2-3 kali , gimana yang ngundang, minggu ini rencananya saya mau ngaliwet…bunda dateng yaa….😀

  11. LJ says:

    Bikin lontong yang dibungkus daun pisang atau bubua samba, bubur yang didinginkan sampe mengeras baru disendoki dan disiram kuah gulai pakis.. ngacai suracai deh.

  12. Nchie says:

    Pokoknya nasi liwet paling sedaap Bun..
    Nuikmat,apalagi pake peda hmm..kok jadi laper ya..

  13. lozz akbar says:

    Kalau di pencinta alam ada Bun. masak beras dalam bumbung bambu

  14. lozz akbar says:

    Pertama nih saya Bun🙂

  15. Baha Andes says:

    Pokoknya nasi liwet sedap banget apalagi ada temannya ikan asin, sambal, lalab, goren tempe. Mantap.

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s