Sebuah berkat kebahagiaan mungkin saja dikemas melalui keadaan yang kurang menguntungkan, atau bahkan bencana…

Entah kenapa saya begitu menyukai kisah dibawah ini, bahkan saya bersedia untuk kembali mengulang2 membacanya. Mungkin Anda pernah tau atau dengar cerita ini sebelumnya.

Adalah seorang pemuda yang sebentar lagi akan menyelesaikan kuliahnya. Ia berasal dari keluarga yang berada, tampan, memiliki kekasih yang cantik dan tak pernah kekurangan apapun.
Suatu ketika, ia lewat di depan sebuah showroom mobil dan kagum terhadap mobil sport merah yang ia dambakan.
Ia pun mengungkapkan kekagumannya terhadap mobil itu kepada ayahnya, dengan harapan ayahnya akan menghadiahkan mobil itu saat ia lulus.

Tibalah pada hari kelulusan.
Dengan hati yang girang ia menunjukkan bukti prestasinya kepada ayah dan ibunya.
Ia yakin, bahwa ayahnya pasti akan membelikan mobil sport kemarin sebagai hadiahnya. “Ya, ayah sudah tahu apa yang aku inginkan…” bisiknya dalam hati.

Sepulang dari acara kelulusan, sang ayah memanggilnya ke dalam sebuah ruangan. Kemudian menyerahkan sebuah kotak yang dibungkus dengan kertas sederhana dan pita di atasnya.
Sang anak terheran-heran, apa gerangan yang ada di dalam kotak tersebut.
Pikirannya pun melayang dan berharap sebuah kunci mobil yang ada di dalamnya. Bergegas ia pun membuka, dan langsung kecewa.

Di dalamnya hanya ditemukan sebuah agenda usang milik sang ayah di mana banyak pengalaman hidup dituliskannya. Sang ayah tersenyum dan berharap anaknya bahagia.
Namun sang anak marah dan memaki ayahnya dengan kasar.
Sejak itu, sang anak pergi meninggalkan rumah dan melanjutkan hidupnya.

Bertahun-tahun sudah ia lewatkan di dalam hidup yang mewah dan bahagia.
Sungguh beruntung sang anak karena kepandaiannya membuat hidupnya selalu berkecukupan.
Tiba-tiba ia terkejut menerima sebuah kabar, bahwa ia diharuskan segera pulang untuk mengurus semua kematian ayahnya.
Ya, ayahnya telah meninggal dunia.

Iapun berkemas dan bergegas menuju kediaman orang tuanya, yang telah ditinggalkan sejak hari kelulusan beberapa tahun silam. Tak ada yang berubah, semua tetap sama, bahkan ruangan tempat ia bertemu dengan ayahnya terakhir kali juga tak berubah sama sekali.

Kemudian ia melangkahkan kaki perlahan menuju meja kerja sang ayah. Dilihatnya sebuah kotak kado yang ditolaknya mentah-mentah masih tersimpan rapi di atas meja.
Ia lalu membuka kotak tersebut dan bermaksud membaca agenda ayahnya. Namun sebuah amplop jatuh dari dalam agenda.

Sang anak memungut amplop tersebut yang ternyata isinya sebuah kunci mobil sport dengan bukti pembelian ‘LUNAS’ di dalamnya.

Sang anak menangis sejadinya, ia tak pernah menyangka bahwa di dalam agenda usang tersebut sang ayah menyelipkan kunci mobil yang didambakannya.
Bahkan ia tak pernah membuka agenda tersebut.

Dan begitu pula kita…

Kita seringkali melewatkan berkah dari Tuhan karena kemasannya tak sesuai seperti yang kita inginkan.
Kita berharap menjadi kaya namun menolak sebuah pekerjaan yang dianggap kasar dan menyulitkan, tanpa mencobanya terlebih dahulu.
Kita kerap bertindak kasar pada seseorang berparas pas-pasan yang mengajak berkenalan, padahal di dalam hati berharap mendapat pasangan yang baik dan setia.
Kita marah karena harta benda ludes terbawa bencana alam, dan menyalahkan Tuhan karena tak memberi perlindungan.
Kita marah karena orang yang kita cinta meninggalkan kita…

Bersyukurlah dengan apa yang kita miliki, karena kita tak pernah tahu ada apa di balik keadaan yang menimpa kita saat ini.

 

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

26 responses »

  1. topengireng says:

    sedikit atau banyak … setiap rejeki wajib disyukuri agar membawa berkah dunia dan akherat

  2. MENONE says:

    sering kali kita berburuk sangka sengan sesuatu yg menimpa dirikita padahal dibalik itu semua ada sebuah anugrah yg tersimpan……

    salam persahabatan selalu dr MENONE

    inilah perlunya kita selalu berbaik sangka ya Menone🙂
    salam

  3. susisetya says:

    semoga kita termasuk orang-orang yang selalu mensyukuri nimkat yang diberikan-Nya dan dujauhkan dari sifat kufur nikmat…

    ikut mengaminkan doamu, Susi sayang🙂
    salam

  4. Sebuah cerita yang menyiratkan keadaan dimana segala kebaikan bisa tertutupi dengan sebuah nafsu bunda… Salah siapakah yang ada dari cerita tersebut??? entahlah… hanya sepenggal keadaan yang kita ketahui…

    kadang memang kita harus pandai2 juga utk menyikapi suatu keadaan ya Mas Budi🙂
    agar mudah bagi kita utk mengucapkan syukur🙂
    salam

  5. Hiks, cerita yg mengharu biru. Sekaligus menyadarkan kita utk selalu bersyukur. Nice story, Bunda.

    GBU


    terimakasih banyak Mas Dewo .
    semoga kita selalu menjadi orang2 yg bersyukur ya ,amin
    GBU too………
    salam

  6. agussupria says:

    Mensyukuri nikmat yg telah diberikan baik kesenangan maupun kesulitan malahan harus tiap detik mensyukuri. Semoga kita termasuk orang yg tidak lupa bersyukur….

    bunda ikut mengaminkan doamu, Gus 🙂
    salam

  7. diananeeh says:

    Aku juga suka sama ceritanya Bun, dan ga bosan untuk selalu bersyukur baik saat senang ataupun susah, karena semuanya itu adalah rencana terindah yang Allah berikan untuk kita, tinggal bagaimana kita saja yang menjalaninya ^_^

    setuju banget Diana, Allah swt paling tau apa yg kita butuhkan, dan Allah swt pun selalu memberikannya pd kita.
    jadi, gak ada alasan utk tdk bersyukur ya🙂
    salam

  8. Lidya says:

    semoga saya tidak lupa untuk selalu bersyukur bun

    ikut mengaminkan doamu, Lidya sayang🙂
    salam

  9. citromduro says:

    jadi ingat cerita ulama dalam pengajian, rasulullah menguji kekhusukan ali dalam sholaat dan akan menghadiahkan sorban bagi ali jika dapat sholat dengan khusuk
    tapi tanpa melihat, selesai sholat, ali langsung menyebut sebuah warna shorban

    penyesalan tidak diawal, kita harus pandai mensyukuri apapun yang telah kita rasakan, meskipun terkadang terasa sepele hanya dapat menarik dan menghembuskan nafas

    salam dari pamekasan madura


    bener Mas Citro, apapun dan bagaimanapun keadaan kita, kita memang seharusnya selalu bersyukur🙂
    salam

  10. @brus says:

    Trimakasih infonya – nice😛

  11. Kakaakin says:

    Hiks… Semoga takkan ada penyesalan2 lagi selanjutnya akibat salah duga terhadap sesuatu yang ‘terbungkus’🙂

    agar kita selalu ingat utk bersyukur ya Kak🙂
    salam

  12. Mbah Jiwo says:

    Inspiratif, menurut sebuah buku, tentang keajaiban air… Kata syukur lebih ajaib daripada kata apapun, mudah2an bisa dipraktikkan…

    ya bener ,Mbhj, bunda juga pernah membaca buku itu,
    bagaimana ucapan syukur , mampu mengubah sifat molekul dr air tsb ya🙂
    salam

  13. ded says:

    Jadi bersyukurlah terhadap apa yang sudah diberikan oleh Allah SWT, Sesungguhnya Allah akan menambahnya

    persis seperti janji Allah swt ya Ded,
    “Siapa yg bersyukur, sesungguhnya akan KUtambah2 nimatKU”
    salam

  14. tunsa says:

    kita mesti malu dengan Rasulullah yg sudah diampuni dosanya tapi ttp paling besar syukurnya..
    saya berusaha memantapkan rasa syukur setiap hari bunda…mari kita berlomba kebaikan

    yuk, apalagi tiap hari ,Allah swt tak kan pernah lupa memberikan berkah NYA pd kita, hambaNYA🙂
    salam

  15. imoe says:

    kalau dalamnya indah, maka luarnyapun pasti indah

    wajah yg indah, pasti krn hatinya penuh rasa bersyukur ya Imoe🙂
    salam

  16. Baha Andes says:

    Pelajaran yg sangat berharga bun.
    Bagaimanapun dan seberapapun nikmat yg Allah telah berikat wajib untuk d syukuri.

    karena takkan pernah terhitung nikmat yg Allah swt berikan utk kita semua ya Andes🙂
    salam

  17. Rivanlee says:

    subhanallah…. terima kasih bunda udah share ini

    alhamdulillah, sama2, terimakasih juga Van🙂
    salam

  18. seperti pada judul blognya bunda,,
    “kedamaian hati ada dalam rasa syukur”
    betul sekali, jika kita bisa pandai bersyukur, hati akan merasakan damai, tak terbebani oleh masalah-masalah yang datang silih berganti ya bun,,
    Mulai sekarang sudah saatnya hati yang bergerak untuk bisa melihat dan merasakan, jangan hanya mata saja.

    Salaam bunda

    dengan kata lain, gunakan hati nurani dlm mencermati keberkahan2 yg datang pd kita ya Ruri,
    krn kadang keberkahan pun datang dln kemasan yg kurang menarik🙂
    salam

  19. maminx says:

    subhanallah bunda merinding baca nya. mengena banget ini cerita. makasih ya. boleh kopas ya buat notes lainnya. makasih bunda. semoga saya bisa pandai bersyukur dan tetap teliti dalam menerima “kemasan”🙂

    ikut mengaminkan doamu ,Mamin🙂
    alhamdulillah, silakan di share kalau memang kelihatannya bermanfaat ,Mamin🙂
    salam

  20. riez says:

    Akibat terlalu memandang semua dari sudut kemewahan


    akhirnya kurang bisa mensyukuri yg lain yg tak terlihat ,Riez😦
    salam

  21. ceritabudi says:

    Dengan bersyukur berarti kita telah menikmati hidup yang singkat ini ya Bunda, karena kita tidak tahu kapan untuk mengakhirinya

    sepakat Budi, sebelum hidup ini berakhir, nikmati segala pemberian dari NYA🙂
    salam

  22. monda says:

    Jangan berburuk sangka dulu ya bun, yang buruk bisa jadi punya sesuatu yang indah di dalamnya.


    jadi, lebih baik disyukuri saja ya Mbak Monda🙂
    salam

  23. alamendah says:

    Yup, karena keterbatasan kita, sering kali kita tidak menyadari hikmah yang di balik segala sesuatu yang menimpa kita.

    maka, sebaiknya lah kita mensyukuri apapun yg kita dapatkan ya Mas Alam🙂
    salam

  24. manusia memang harus bersyukur, dilihat dari sifatnya yang memerlukan manusia lain (makhluk sosial), selalu bergantung dengan berbagai sesuatu dan kondisi, dan terakhir karena ada hati nurani.
    Untuk mencari penyebab rasa penasarannyalah, manusia selalu berpindah-pindah suasana hati. Ketidakpuasan, selalu ada, mencari ketenangan, yang bisa didapat dari menemukan adanya satu kekuatan lain yaitu zat Tuhan.


    ketika manusia menemukan pegangan yg kokoh ,yaitu Tuhannya,
    maka dpt dipastikan, manusia akan tak henti2nya bersyukur ya Arya🙂
    salam

  25. keren Bunda ceritanya…
    itu judul bukunya apa Bunda🙂
    hem tetik kudu banyak baca nih masak kalah ma Bunda

    hehehhee….terimakasih Tetik , bunda jg suka banget sm cerita ini,
    gak bosen2 bacanya🙂
    lho ini bukan dibuku Tetik, tapi baca di majalah Intisari jaman kapaaan gituh …hehehehe…😛
    salam

  26. Mas Jier says:

    wah benar sekali bun, kita sering kali lebih tertarik terhadap kulit yang tampak dari luarnya saja tanpa melihat esensi isi yang ada di dalamnya. Sehingga kita sering salah menilai sesuatu.


    padahal apapun itu yg kita dapatkan,
    seharusnya kita tetap bersyukur ya Masjier🙂
    salam

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s