Entah disadari atau tidak, tabungan kita diganjar dengan tambahan bunga bank. Namun, bunga tabungan itu terlalu kecil sehingga kita tidak merasakan manfaat yang bermakna.

Makanya, kita sering menggunakan bank dan mesin ATM hanya untuk sekedar menitipkan untuk sementara.

Cukup ‘terima-kasih’ saja. Setiap kali kita ‘terima’ dihari gajian, kita langsung ‘kasih’ ke berbagai macam rekening tagihan. Kita tidak tertarik untuk menyimpan uang itu berlama-lama di bank.

Bagaimana jika ada bank yang memberi bunga berlipat-lipat dari tabungan yang kita simpan? Dua kali lipat. Sepuluh kali lipat. Bahkan tujuh ratus kali lipat.
Bersediakah Anda menabung lebih lama? Anda mau sih, tapi ragu jika ada bank yang seperti itu. Iya kan? Ada.

Namun bank itu bukan tempat penyimpanan uang, melainkan tempat tersimpannya segala amal perbuatan.

Sebuah hadits mengajarkan bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan itu laksana sebutir benih yang tumbuh menjadi sepuluh tangkai. Sedangkan dalam setiap tangkai itu, terdapat tujuh puluh buahnya. Maka setiap kebaikan kita diganjar dengan bunga dan buah sebanyak 700 kali lipatnya.

Sekarang, sudah ada ‘bank’ yang memberi bunga berkali-kali lipat itu. Dia tidak hanya menerima tabungan dalam bentuk uang. Tetapi juga menerima ilmu yang Anda tebarkan. Menyambut perilaku baik yang Anda lakukan. Membukukan setiap tindakan terpuji yang Anda kontribusikan. Maukah Anda menabung kebaikan di ‘bank’ itu?

Pendapatan yang kita peroleh berbanding lurus dengan kontribusi yang kita berikan. Tetapi, kadang-kadang pendapatan itu tidak kita terima dalam bentuk uang yang bisa kita ambil di ATM; melainkan berupa tabungan yang disimpan di bank yang memberikan bunga hingga 700 kali lipat.

Maka jika Anda telah berkontribusi tinggi, namun jumlah uang yang Anda bawa pulang tetap tidak melimpah ruah juga; ikhlaskanlah.

Karena kadar keikhlasan kita dalam berkontribusi sangat menentukan berapa kali lipat imbalan yang bisa kita dapatkan untuk bekal dirumah akhirat kelak.

Selama kita ikhlas, kita juga tidak akan pernah dihinggapi oleh rasa kesal, kecewa, atau penghujatan karena merasa telah diperlakukan secara tidak adil.

Dengan keikhlasan itu, kita menambah jumlah tabungan yang bisa dibawa ketika tiba saatnya untuk ‘pulang’.

Salam
Referesi : Master Trainer & Natural Intelligence Inventor (Dadang Kadarusman)

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

32 responses »

Comment navigation

  1. Alris says:

    Apalagi kalau nabungnya di bulan ramadhan ini, tentu ada tambahan bonus bunganya, ya, bunda.

  2. topengireng says:

    ikhlas memberi … ikhlas berbagi …
    semoga amal perbuatan kita mendapatkan ridho Allah SWT

    nitip lapak, bunda
    http://topengireng.wordpress.com/2011/08/08/gus-yusuf-hukum-chatting-facebook-twitter/

    terima kasih

Comment navigation

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s