Apakah Anda termasuk pengagum berlian? Kemilaunya selalu indah dan menggoda mata.
Kehalusan detail lekuk yang muncul membuat berlian semakin menarik jika dilihat.

Dan untuk menjadi sebuah berlian yang menarik ada suatu proses yang sering kali luput dari perhatian banyak orang.

Padahal proses tersebut sangat penting, dan bisa dibilang hal yang paling penting karena tanpa proses itu berlian tak kan indah dan berharga di mata semua orang.

Jika saja berlian hanya berbentuk batu yang tak beraturan dan tak berkilau, apakah Anda masih akan memamerkannya pada teman-teman Anda?

Apakah di atas cincin pernikahan ditahtakan berlian sebagai lambang keabadian?
Tentunya tidak akan demikian.

Berlian berawal dari sebuah batu yang bentuknya sangat tidak beraturan, banyak bagian tajam.

Namun kemudian para pengrajin membentuknya sedemikian rupa, menggosoknya agar berkilau.

Melalui proses penempaan yang cukup lama dan berat untuk menjadi sebuah berlian yang cantik dan berharga.

Demikian juga Anda, yang juga mengalami berbagai proses di dalam hidup.

Kita berawal dari seseorang yang tidak tahu, mengalami berbagai hal sedih dan bahagia, dari situ kita menjadi tahu dan mendapatkan pengalaman baru.

Proses itu berulang di dalam keseharian kita, hanya kejadiannya saja yang tidak pernah sama.

Namun kita  seperti batu yang ditempa untuk menjadi berlian.

Saat ini mungkin kita sedang dalam kondisi yang buruk, kondisi keuangan yang tidak baik, serba mepet mungkin.

Tak banyak relasi yang dapat membantu, dan mungkin hanya beberapa orang yang masih mau mengenal kita, sedangkan yang lain hanya datang ketika kita berbahagia.

Belum lagi nuansa hujan yang mewarnai kesibukan kita membawa oleh-oleh demam dan flu, sehingga kerja tidak bisa maksimal.

Lelah memang menghadapi kondisi semacam itu, namun jangan pernah lupa. Sebuah berlian melewati proses yang hampir sama buruknya dengan kita.

Tak dengan mudah berlian menjadi dikenal dan digandrungi semua orang.

Jika dipikir sekali lagi, berlian hanyalah batu biasa yang menjadi istimewa karena ditempa dan diasah sehingga berkilau dan indah.

Begitu juga kita, yang tak jauh beda dengan berlian, jika ingin menjadi seseorang yang sukses, banyak hal harus dilalui terlebih dahulu.

Barulah kita bisa menjadi seperti berlian, berkilau dan dicintai banyak orang.

Jadi, marilah kita jalani dan nikmati semua proses tempaan hidup, agar kelak kita bisa bersinar layaknya berlian…………

Salam

Gambar diambil dari sini

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

24 responses »

  1. Batavusqu says:

    Salam Takzim
    Semoga saya mampu menjaga kilauan yang sudah ada bund
    Salam Takzim Batavusqu

  2. Mey says:

    amin…smoga bs. bantu do’a ya bun

    yuk Mey , kita selalu saling mendoakan utk kebaikan ,aamin🙂
    salam

  3. yulijannaini says:

    Proses itu sangat nikmat… Sayapun merasakannya…🙂


    apalagi kalau sudah berhasil ya Yuli,
    akan lebih terasa lagi nikmatnya
    salam

  4. nique says:

    tulisan bunda mengingatkan saya pada kejadian beberapa tahun silam, ketika kami masih di bangku sma, ini hasil menguping pembicaraan bapa dengan seseorang yg sedang berbelanja di toko kami.
    “pelihara baik2 permatanya ya pak, agar menjadi berlian satu hari nanti.” saat itu saya tidak paham apa maknanya, tapi semakin ke sini, semakin mengerti yg dimaksudkan, dan seperti kata Bunda untuk menjadi berlian harus melewati proses yg bertingkat2, ditempa – di asah teruuuus begitu berulang2🙂


    Ortu zaman dulu kalau berbicara memang seringkali menggunakan perumpamaan2 ya Nik🙂
    setelah dewasa , barulah kita mengerti apa yg Beliau2 ini maksudkan🙂
    salam

  5. lozz akbar says:

    andai saya bakal calon sebuah berlian, kira-kira saya dalam tahap apa sekarang ya Bun.. mungkin masih di dalam batu nih yeee

    Salam sayang Bundaaaa

    gak kok Uncle🙂
    Uncle khan sudah bersinar seperti berlian bagi adik2 dan juga bagi sahabat2 blogger🙂
    salam

  6. candiville says:

    hidup kadang tak juga seperti kilau berlian, justru hanya jadi batu sandungan. Tapi tak apalah karna kita tak kan lama, ada masanya berlian tak berharga. Saat kita terbawa arus sungai yg deras, justru rumput dan tali lebih berharga dari berlian termahal sekalipun. Salam kenal bunda.


    salam kenal juga
    terimakasih sudah mampir disini🙂
    salam

  7. Laki-laki Biasa says:

    Like this Bun🙂

  8. terroRIEZ says:

    semua berujung pada proses ya bun…kalo pengrajinnya asal2an membentuk berlian yang dihasilkan punya nilai tapi biasa,berbeda dengan berlian yang ditempah dengan sungguh2,tekun insyallah hasilnya sempurna dan nilanya jauh lebih tinggi….seperti perjalanan hidup manusia….thanks bunda untuk motivasinya hari ini

    Salam Kompak

    semoga kita mampu dan mau utk berproses hingga bisa berkilau seperti berlian ya Riez🙂
    salam

  9. berrakit – rakit dahulu
    berenang ketepian
    bersakit – sakit dahulu
    bersenang – kemudian😀 8)
    nyambung ga bun…?


    nyambung aja deh Risma🙂
    kan, bila ingin berkilau seperti berlian, memang perlu tempaan yg cukup lama , setuju?🙂
    salam

  10. mamung says:

    hmm… mantap bunda, mengambil hikmah dari sebuah berlian..
    ternyata banyak yang tidak berpikir seperti itu, kita kebanyakan melihat akhirnya..

    padahal proses utk menjadi atau mencapai sesuatu itu, sangat penting ya Mamung🙂
    salam

  11. Orin says:

    Aamiin…semoga kita semua adalah batu biasa yang berkualitas berlian yang suatu saat mampu berkilau menerangi sekitar ya Bun🙂

    aamin, ikut mengaminkan doamu, Rin sayang🙂
    salam

  12. naftalanga says:

    nice one bunda…itulah yg terjadi jika sbg orangtua kita tak berhati2 atas segala prilaku kita, bahasa pertama anak adalah bhs ibu, so seharusnya ibu menjadi teladan bagi anak2nya…


    ibu adalah sekolah pertama dan utama bagi anak2nya ,
    begitu pula seorang ayah
    salam

  13. susisetya says:

    hidup ini butuh proses dan belajar untuk mendapatkan hasil yang terbaik. karena kalau kita mendapatkan yang instan hasilnya pun akan instan yang mana rapuh dan hanya sesaat…

    karena ada proses penempaan yg mampu bikin kita tambah kuat ya Susi🙂
    salam

  14. dede6699 says:

    perlahan lahan menuju berlian ahh..
    Betul pisan bun, semuanya ada proses yah..tidak ujug” jd berlian sprti mnusia jg..heheesprti mnusia jg..hehee


    yuk De…sama2 kita lalui proses utk menjadi berlian ini🙂
    Semoga Allah swt memudahkannya ya ,aamiin
    salam

  15. hajarabis says:

    begitupun dengan emas, bunda🙂 harus melalui proses pembakaran yang sedemikian panasnya..
    sempatkan juga mengunjungi website kami http://www.hajarabis.com
    sukses selalu!

  16. Betul, Bunda. Seringkali kita harus menderita dulu untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.
    Salam hangat

    setelah lewat masa proses itu,
    kita pun bisa merasakan hasilnya, yg tentunya tdk instant ya Mas Dewo🙂
    salam

  17. Sofyan says:

    Setuju banget Bun,…tanpa ujian hidup tan temapaan kita tidak akan bisa terbentuk…

    Selamat Siang BunDa…. ☺ ☺ ☺


    sepakat, Sofyan
    dgn mengalami berbagai kesulitan, kita bisa belajar utk kedepannya agar lebih baik lagi ya🙂
    salam

  18. Lidya says:

    prosesnya hidup tidak mudah ya bun,seperti berlian itu.Jika kita,oops saya maksudnya bisa melalui proses tersebut Insya Allahbisa menjadi seperti berlian

    semoga kita semua mampu dan mau menjadi seperti berlian ya Lidya sayang🙂
    salam

  19. Asop says:

    Hidup ini adalah proses penempaan.🙂


    dan pembelajaran sepanjang hayat ya Sop🙂
    salam

  20. Mas Jier says:

    makasih bun. pencerahan yang bagus sekali di pagi yang cerah ini. Semua putuh proses dan perjuangan. Kadang orang hanya melihat hasil tanpa tahu perjuangan yang harus dilewati begitu berat. Dari proses tersebut seseorang akan menjadi lebih berharga dari sebelumnya.

    semoga saja kita semua mau dan mampu utk bersinar seperti berlian ya Masjier🙂
    salam

  21. Iswanto says:

    setuju bun
    kita harus banyak belajar dari berlian. Semua tidak ada yang instan. Bahkan mie instan sekalipun butuh proses untuk siap dinikmati.

    betul betul betul ………setuju sekali Is🙂
    salam

  22. Abi Sabila says:

    Hidup ini butuh proses, bukan protes, seperti yang sering terjadi ketika kita diuji dengan berbagai cobaan. Padahal benar kata Bunda bahwa ujian yang kita hadapi sebenarnya adalah bagian dari pembelajaran yang apabila kita menyikapi dan menjalaninya dengan benar, justru akan membuat kita semakin bernilai di masa mendatang.


    jadi intinya, tetap harus kerja keras utk mencapai keberhasilan ya Mas Abi🙂
    salam

  23. Lyliana Thia says:

    Gak gampang menjadi seseorang dgn kualitas “berlian” spt itu yah Bun… Dan ternyata cobaan dari Allah sesungguhnya baik buat kita… Jadi.. Apakah berkah atau ujian, dua2nya patut kita syukuri yah Bun.. Makasih pencerahannya Bun..🙂

    Tepat sekali Thia, krn dibalik anugerah atau ujian selalu ada hikmah🙂
    salam

  24. setuju sekali bun,,
    semuanya butuh proses, ga ada yang namanya instan begitu saja. Namun kebanyakan kita hanya melihat hasilnya saja sih, tanpa mau melihat bagaimana proses dari awalnya, jatuh bangun yg dilalui tak pernah kita lihat.
    hidup ini harus dijalani, suka dukanya sudah pasti ada, tapi dengan terus berusaha dan percaya kepada Tuhan, insya Allah setiap jalan yang dilalui akan terasa mudah…

    salaam

    segala sesuatu gak mungkin instan didapat, semuanya krn hasil kerja keras ya Ruri🙂
    salam

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s