Anda heran karena sering stres menghadapi masalah hidup ketimbang teman pria yang lebih santai?

Padahal, konon wanita punya kemampuan multi-tasking, sedang pria hanya bisa fokus pada satu masalah. Men From Mars and Woman from Venus? Jangan terjebak pada stereotype!

Wanita harus belajar dari perbedaan. Kadang, hal ini menjadi hambatan. Berpikirlah seperti pria, namun tetap bersikap bagai puteri.

The differences between us

Bertahun-tahun lalu, nenek moyang kita telah melakukan pembatasan kemampuan antara sebagai pria dan wanita. Sejak dulu, para pria terbiasa melakukan yang sifatnya fokus serta transendence atau berorientasi pada dunia di luar dirinya.

Sedang, wanita cenderung berorientasi ke dalam dirinya sendiri. Misalnya, ketika seorang pria bermain bola, mereka lebih mementingkan agar kehebatannya dilihat orang lain. Sedang, wanita saat bercermin, cenderung memberi penilaian terhadap dirinya.

Kenali cara hormon bekerja

Lantas, apakah otak serta hormon juga mempengaruhi perbedaan antara keduanya? Selama ini, orang berpikir bahwa pria lebih logis karena otak kirinya lebih berperan, sedang perempuan lebih intuitif karena otak kanannya yang lebih berperan.

“Pada dasarnya tidak ada hubungan antara hormon dengan perbedaan pola pikir antara pria dan wanita. Yang ada justru pola asuh, pola didik, serta lingkungan yang membentuknya,” jelas Dr. Suryo Dharmono, pengajar dari Departemen Psikiatri RSCM, Jakarta.

Pada dasarnya, tentu secara fisik perbedaan antara wanita dan pria bisa Anda lihat. Namun, jika lebih dalam, hormon serta otak antara wanita dan pria pun banyak berbeda. Hormon sangat berperan pada tubuh wanita adalah estrogen dan progesteron.

Kedua hormon ini yang membuat payudara membesar dan suara menjadi lebih tinggi. Sedangkan pada pria, hormon yang paling mendominasi adalah hormon testosteron, ini menyebabkan pria memiliki suara yang besar, tubuh lebih berotot.

Hormon yang dimiliki wanita juga dimiliki oleh pria, begitu pun sebaliknya. Namun rasio hormon dalam tubuh pria dan wanita sangat berbeda. Perbedaan rasio inilah yang membuat fisik pria dan wanita mutlak berbeda.

Secara biologis, siklus perubahan hormonal pada wanita juga diikuti perubahan psikologis pada wanita. Maka, kemudian ada istilah PMS (pre-menstrual syndrome) yang ditandai dengan ketidakstabilan emosi. Wanita pun dianggap main ‘perasaan’.

Otak kiri Vs Otak kanan

Sedangkan untuk otak, Dr.Roger Sperry dari California Institute of Technology, AS, yang juga pemenang nobel memiliki konsep yang mematahkan anggapan bahwa otak kiri pria lebih dominan dibanding otak kanannya.

Sementara pada wanita justru sebaliknya. Konsepnya kini telah dipakai di sejumlah bidang seperti pendidikan hingga praktik medis.

Anda tidak mungkin hidup hanya dengan salah satu sisi bagian otak (hemisphere otak), yaitu kemampuan intuitive dan art (otak kanan). Keduanya memiliki fungsi yang sama pentingnya. Jika dipisahkan, maka hasilnya tidak akan sempurna.

Tulang punggung dari ilmu pengetahuan adalah logika dan eksperimen. Sementara dasar seni adalah wawasan dan intuisi. Namun seni balet juga memerlukan akurasi matematis serta inspirasi geometris, sama pentingnya dalam menulis puisi.

Ini hanya mitos!

Berangkat dari konsep penemuan Dr. Roger Sperry, Anda dapat menyimpulkan sendiri bahwa sebenarnya kemampuan seorang pria dan wanita tidak dapat diasumsikan dari dominasi sisi otaknya saja.

Baik pria maupun wanita tidak mungkin hidup dengan salah satu bagian otaknya saja.

Sebenarnya perbedaan pria dan wanita itu tercipta karena pengaruh sosial. Pengaruh sosial amat memberikan kontribusi terhadap perubahan biologis manusia.

Misalnya, pria yang terbiasa dari kecil memiliki sifat pemimpin maka akan terbiasa tumbuh menjadi pemimpin. Namun tidak menutup kemungkinan wanita memiliki pola asuh seperti itu maka akan memiliki sifat serta tingkah laku seperti seorang pria,” kata Dr. Suryo lagi.

Maka, jangan heran jika wanita lebih ‘bawel’ ketimbang pria. Ini berhubungan kemampuan verbal. Wanita juga dikatakan lebih ‘ribet’ ketimbang pria pada soal detail dan ketelitian saat belanja.

Salam

Referensi : Women’s today

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

21 responses »

  1. Orin says:

    kalo ga sabar dan ikhlas, bisa perang terus soal perbedaan-perbedaan ini ya Bund ^^

  2. maminx says:

    hehe memang terasa itu bagian pria lebih bisa berlaku santai terhadap masalah dan wanita cenderung di pikir dalam masalahnya. Namun mungkin tidak semua seperti itu ya, kembali ke asuhan waktu kecil kali ya bunda. keren ini lengkap euy ulasan nya bunda. nice🙂

    ya bener banget Mamin,
    pola asuh itu yg sangat berpengaruh selain pergaulan ya🙂
    salam

  3. mood says:

    Berpikirlah seperti pria, namun tetap bersikap bagai puteri. Saya suka kata kata itu Bun.
    Thanks buat sharing inponya.

    Salam.. .

    hehehhee….terimakasih juga Mood🙂
    salam

  4. salam bund
    begitu banyak perbedaan dalam segala antara kaum adam dan hawa terlebih dalam menghadapi suatu masalah..
    info yang bagus sekaligus bisa jadi pembelajaran bagi kita semua

    salam hormat dari pegunungan Jenggrong

    alhamdulillah, kita bisa saling belajar ya Kang🙂
    salam

  5. Setuju banget.


    🙂
    salam

  6. woow,
    Sebuah cara yg sangat patut di aplikasikan dlm kehidupan kita sehari2..
    Mantap bund..
    Heheheh

    Nitip,
    Narsis = Kelainan jiwa ??
    http://setiaonebudhi.wordpress.com/2011/06/26/narsis-kelainan-jiwa/

    paling gak, kita jd bisa lebih bijak dlm bersikap ya One🙂
    salam

  7. yg ribet itu think like a lady act like a man…apalagi kalo lagi marah bisa bahaya…he..he…Salam hangat dariku Bunda


    waaa….serem banget itu tuh, bagian marahnya😦
    salam

  8. 'Ne says:

    Oh jadi begitu ya Bund, baru tahu juga lebih banyak..
    yang jelas masing2 pihak akan menganggap lawan jenisnya susah dimengerti ya hehe..

    hahahha….begitulah ‘Ne,
    masing2 merasa sulit utk dimengerti ya😀
    salam

  9. Lyliana Thia says:

    Bun… pernahada dokter yg ceramah… pada bbrp kasus (seperti waria), katanya siiih… ada pengaruh hormonal dari makanan juga… misal dari ayam yg disuntik hormon… sehingga keseimbangan hormon terganggu… Wallahu’alam…

    Tapi setuju dgn pendapat Bunda, bahwa kepribadian seseorang cenderung terbentuk oleh lingkungannya ya Bun… Jadi berasa semakin berat ternyata membesarkan seorang anak… Lingkungan spt apa yg akan dia masuki kelak ya? Aah, bismillah… Makasih sharingnya, Bunda,..🙂

    duh, ngeri banget ya Tia, kalau hormon dr makanan yg kita asup ternyata pengaruhnya begitu menakutkan😦
    setuju Tia, bismillah aja lah , insyaallah dgn pertolongan NYA, kelak anak2 kita selalu dlm karunia dan barokah NYA🙂
    salam

  10. Mas kholiq says:

    setuju banget bunda….


    alhamdulillah🙂
    salam

  11. tunsa says:

    Pria dan wanita itu memang beda bun. Mereka diciptakan untuk saling melengkapi. Tidak bisa berjalan sndiri2. Meski bisa jalan, pasti akan goyang…

    dan Tuhan menciptakan keduanya agar saling melengkapi khan ya Ri🙂
    salam

  12. dmilano says:

    Saleum
    Hehehe, saya tersenyum dengan kalimat ” wanita lebih ‘bawel’ ketimbang pria”. jadi ingat istri dirumah bun😀
    saleum dmilano

    hehehhe….istri tersayang biar bawel, tapi tetap cinta khaaan, Dmilano🙂
    salam

  13. soulharmony says:

    judul postingnya luar biasa

    isinya?
    salam

  14. susisetya says:

    Aku setuju bun bahwa karakter seseorang itu terbentuk dari pola asuh dan lingkungan yang menyertainya baik itu perempuan maupun laki-laki, saya pernah baca beberapa cerita yang menyatakan bahwa yang membentuk laki-laki jadi kemayu ataupun perempuan jadi tomboy disebabkan oleh pola pendidikan atau asuh yang diterima oleh yang bersangkutan sejak kecil….


    jadi memang pola asuh itu sangat besar pengaruhnya pd perkembangan seseorang ya Susi🙂
    salam

  15. ded says:

    Yang penting bagaimana membuat kedua perbedaan (laki2 dan perempuan) itu bisa menjadi satu tujuan seperti REL KERETA API. Walaupun selamanya tidak akan bisa disatukan, tetapi dapat berjalan seiring dan satu tujuan…

    dan, intinya adalah keharmonisan dan saling menghargai serta menghormati keberadaan masing2 ya Ded🙂
    salam.

  16. Sofyan says:

    Mungkin benar yang dikatan Oleh Dr. Suryo lingkungan lebih dominan membenuk sebuah karakter Bun…terima kasih infonya ☺ ☺

    ya Sofyan, apalagi Dr.Suryo didukung dgn riset segala ya🙂
    salam

  17. Salam Bunda
    mantab Bunda … biar tetik tidak terlalu underestimate terhadap wanita🙂
    dan terlalu membanggakan kecerdasan laki-laki😦

    hahahhaa….kenap kok gituh Tetik🙂
    salam

  18. negeribocah says:

    saling mengisi dan melengkapi kekurangan masing2

    setuju , itulah maksudnya Tuhan menciptakan manusia laki2 dan perempuan ya Herry🙂
    salam

  19. baha andes says:

    menurut saya, lingkungan lebih cocok yang membentuk kararter seseorang….


    ya , lingkungan besar sekali pengaruhnya membentuk kepribadian seseorang
    salam

  20. Mas sugeng says:

    Terimakasih infonya..!

    terimakasih juga Mas Sugeng🙂
    salam

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s