Jangan merasa tidak terima jika dikatakan bahwa semur adalah hidangan Belanda (smoor).  Sebab, di balik semur memang ada riwayat nusantara, bukti bagaimana silang budaya terjadi antara Indonesia dan Eropa.

semur daging

Percaya tidak, Indonesia ternyata sudah meramu berbagai makanan dengan berbagai jenis rempah sejak abad pertama.
Hal ini terjadi karena posisi Indonesia terletak di tengah jalur perdagangan dunia.

Kekayaan rempah Indonesia ini lalu mengundang berbagai bangsa untuk datang dan mengeksplorasi cita rasa rempah. Diawali dengan kedatangan pedagang India pada abad 1-7, dan diikuti oleh pedagang China dan Arab.

Perdagangan rempah kemudian membuka jalan ekspansi masif bangsa Eropa pada abad 16-19. Mereka menjelajah wilayah Indonesia untuk menemukan rempah-rempah, dan memulai terjadinya interaksi budaya kuliner antara Eropa dan Indonesia.

Sebelumnya, penguat rasa makanan Eropa hanya terbatas pada tomat, ceri, bawang bombai, madu, atau wine. Orang Eropa lalu mendapatkan inspirasi untuk menggunakan berbagai rempah Asia untuk mengolah makanan Eropa.

Nah, ketika keahlian meramu bumbu khas Indonesia seperti lada, kayu manis, jahe, kemiri, cengkeh itu berpadu dengan teknik memasak bangsa Eropa, hadirlah hidangan unik seperti semur.

Semur sendiri asalnya dari bahasa Belanda, smoor, yang artinya masakan daging yang direbus dengan tomat dan bawang secara perlahan.

Ketika itu, orang Eropa yang bisa memasak dengan rempah-rempah dianggap sebagai kalangan aristokrat. Hidangan semur ini diterima dengan baik oleh lidah kaum priyayi Belanda, dan menjadi menu rijsttafel

Rijstaffel merupakan konsep penyajian makanan lengkap ala restoran di Eropa, yang diawali dengan hidangan pembuka, hidangan utama, dan hidangan penutup. Namun hidangan yang disajikan bukan hidangan Eropa, melainkan menu Indonesia dimana nasi sebagai makanan utama dinikmati dengan lauk-pauk.

Sebenarnya, semur itu sendiri bukan makanan asli Belanda. Semur, menurut pakar kuliner Chef Ragil Imam Wibowo, merupakan persepsi bangsa Indonesia dari hidangan tradisional Belanda yang bernama hachee.

Hachee merupakan hidangan daging rebus yang dipotong-potong, kadang-kadang juga menggunakan ikan, burung, dan sayuran.

Bumbu dasarnya adalah bawang dan rasa asam (biasanya didapat dari cuka atau wine). Cengkeh dan daun salam lalu ditambahkan ke dalam kuah kaldunya yang kental.

Hachee kelak menjadi trigger untuk hidangan semur. Dalam versi Indonesia, semur ini menggunakan bumbu bawang merah, bawang putih, dengan tambahan berbagai rempah lain untuk menguatkan rasa, seperti ketumbar, pala, lada, cengkeh, dan kayu manis.

Semur lalu menjadi istimewa karena menggunakan kecap sebagai penguat rasa manis yang legit, dan memberi warna coklat yang menggugah selera.

Kecap itu idenya ketika orang Indonesia berimajinasi bagaimana membuat warna coklatnya. Pada hachee, warna coklat didapat dari brownstock, yaitu kaldu dari tulang sapi yang dibakar.

Orang Indonesia lalu mencari, apa yang kira-kira bisa memberi warna dan rasa yang diinginkan.

Semur kemudian melekat menjadi tradisi bangsa Indonesia, dan menjadi menu favorit setiap keluarga Indonesia. Menu ini hadir dengan inovasi bumbu dan topping yang beraneka ragam.

Jika awalnya semur identik dengan daging sapi, kita sekarang bisa menemukan semur daging kambing, ayam, telur, tahu, tempe, jengkol,terong, dan bahkan ikan.

Dan semuanya lezat!

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

22 responses »

  1. Shafaaei says:

    Thank’s infonya Bun… Aku izin copas ya, buat tugas tata boga

  2. ysalma says:

    Saya baru tau sejarahnya nih Bund,
    btw, saya baru belakangan ini lidah bersahabat dengan semur,
    tapi tidak, untuk semur telor🙂

  3. diananeeh says:

    thx infonya ya Bun, jadi inget lebaran klo ngomongin semur, coz nenek aku selalu buatin semur daging ditemenin ketupat emping en sayur paya, hemmm….nyummy….

  4. heni says:

    eit….baru tau aku. ternyata semur bukan asli dari indonesia. kirain asli li li indonesia.

  5. Paling enak Semur tahu dan telor pake nasi uduk, mantap…

  6. Hooo …. baru tau saya Bund. tuh kan makanan tuh gak cuma sekedar makanan… terkadang ada cerita unik dibaliknya … hehehe

  7. Kris says:

    Bikin kangen sama masakan indonesia bun… saat ini saya sedang studi di thailand, meski kuliner disini dikenal sangat banyak dan enak, tetapi lidah saya tetap memilih masakan indonesia… Apalagi bila yang memasak istri saya…. wah…enak sekali meski kadang rasanya agak kurang pas, tetapi tetap terasa enak bun……😀

    kapan pulang kembali ke indonesia , Kris?
    nanti kalau kembali pulang, bisa menikmati masakan istri tercinta yg lezat, krn dibumbui dgn cinta🙂
    selalu sehat dan sukses di negeri Gajah Putih itu ya Kris🙂
    salam

  8. Asop says:

    Ah, mau itu aslinya dari mana, saya gak peduli. Saya tetap suka semur lidah dan semur telur.😀

    wow, serem juga sih Asop, jgn keseringan atuh makan semur lidah, kolesterol atuh Sop😦
    salam

  9. susisetya says:

    aku pernah denger cerita semur asalnya dari Belanda tapi cumacerita selewat jadinya cuma jadi candaan, tapi setelah baca cerita bunda aku jadi tahu cerita aslinya…ternyata orang indonesia itu sejak dulu sudah inovatif mengenai meramu masakan yah bun….

    ya Susi, nenek moyang kita pintar memanfaatkan rempah2 yg memang berlimpah disini ya🙂
    salam

  10. amirul says:

    oo.. berarti semur jengki juga berasal dari belanda ya bun..🙂

    ya gak juga Rul,
    inspirasi cara masaknya aja,
    tapi dgn tambahan rempah2 , maka jadilah semur ala indonesia , gitzuuu………. 🙂
    salam

  11. dmilano says:

    Saleum
    Kirain pencipta semur itu orang indonesia, gak taunya orang londo🙂
    tapi saya yakin semur yang sering saya rasakan sudah gak berbau londo lagi bun, kan gaya serta bumbunya sudah diasimilasikan ke dalam rasa khas daerah masing2.
    saleum dmilano

    iya bener ,Dmilano
    semur khas indonesia dgn rasa yg kaya bumbu rempah, pastinya selalu jadi masakan yg lezat ya🙂
    salam

  12. saya juga baru tau bunda…
    ternyata dari londo yah,,,,
    tp saya nda suka semur jengkol bunda…😀

    salaam

    iya Ruri, tapi dah dimodifikasi oleh kita dgn ragam bumbu2 rempah yg ada disini🙂
    gak suka semur jengkol, ya gpp Ruri, semur yg lain ada kok🙂
    salam

  13. negeribocah says:

    kirain dari betawi, bunda
    setiap beli nasi uduk pasti tersedia semur jengkol sih … hehehe

    salam


    iya, betawi juga jadi punya masakan semur khasnya , yaitu semur jengkol, Herry😛
    salam

  14. ded says:

    BTW Apa Bunda sudah pernah coba SEMUR DAGING KAMBING/SAPI dari Padang. Rasanya beda lho Bun… he3x.
    Dari warnanya sudah beda, kalau semur ala Padang warnanya kuning, bukan coklat seperti yang biasa kita lihat…..

    iya bener ,Ded
    kalau ibu bunda bilangnya gulai korma …xiixixi…🙂
    rasanya gurih ya Ded🙂
    masing2 daerah punya kekayaan sendiri2 dlm kuliner,
    sungguh hebat memang negeri kita ya🙂
    salam

  15. baha andes says:

    semur udah di patenkan apa belum ya…
    sayang klo sampe dipatenkan ama tetangga karena semur sebagian dari khasanah kuliner Indonesia.

    hayah, gak perlu juga kayaknya deh Baha🙂
    kan, kita bisa membuat dan menikmatinya kapan saja kita mau, ya gak?
    salam

    • Kris says:

      mungkin perlu juga di inventaris bun…. soalnya kuliner sekarang kan juga jadi komoditi pariwisata tuh, nah kalo gk dilindungi dengan benar bisa dianggap sebagai produk kuliner bangsa lain. Padahal kita yang sudah memproses dan mengembangkannya selama ratusan tahun…. Bisa gigit jari dong kalo gitu…😀

  16. dede6699 says:

    Luarbiasa bunda asal mula semur ..he..
    aduhh bunda de jd inget semur jengkol buatan ibu de..asoy geboy rasanya..hehee..maklum semur jengkol ala kampung🙂 dan favorit de.. ssshhaaaahh..hehee..


    apapun masakan ibu kita, pasti selalu istimewa ya De🙂
    terlebih kalau masakan itu, favorit kita, waaaahh…udah deh, makannya bisa nambah terus😀
    salam

  17. mascoro says:

    saya baru tahu itu bunda…..terima kasih…

    salam

    sejarahnya semur yah Mas ?:)
    salam

  18. Mama Cal-Vin says:

    makanya indonesia dijajah ya bun krn kaya akan rempah2, itu sih menurut pelajaran sejarah waktu saya SD🙂
    semur memang enak bun

    iya, Lidya , salah satunya pasti karena rempah2nya yg aneka ragam ya🙂
    salam

  19. yustha tt says:

    tunggu foto semurku ya Bun…
    hehhehe…..

    #tetp kekeuh, semur masakan Indonesia😀

    gak mauuuuu….kalu cuma suruh liat fotonya dowang ,Tt😦
    maunya dicobain sekalian dong ……. *ngarep*🙂
    salam

  20. Masbro says:

    Tapi smoor nggak ada hubungannya dengan spoor kan Bunda? Hehe, bercanda.

    Hmmm, sejarah yang runtut. Saya baru tahu Bun, makasih nggih bagi bagi ilmunya. Kebetulan saya suka semur hehe…

    whuahahhaa…….Aim, nakal ya, moso’ sih smoor disamain dgn spoor tho nak?😛
    nanti kalau ada yg bikin smoor spoor, sopo yg makan , ayo ?😀😀
    salam

  21. monda says:

    Panjang juga sejarahnya Semur ya bun..semur telor dan tahu yg jadi favorit keluarga.

    iya kayak gituh Mbak asal usulnya🙂
    kalau dirumahku anak2 sukanya semur tahu dan semur ayam🙂
    salam

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s