Cinta yang mungkin diperoleh dengan banyak pengorbanan di masa lalu bisa lenyap begitu saja tanpa disadari, bila tidak dijaga dengan baik.

Orang mengibaratkan pernikahan sebagai tumbuhan yang harus terus menerus dipelihara kesuburannya agar tumbuhan tersebut dapat tetap hidup, bahkan berbuah manis.


Jika saat ini Anda dan pasangan sedang mengalami kebosanan dalam hubungan nikah yang ada, maka kemungkinan besar hal tersebut dikarenakan Anda berdua telah membiarkan pergi cinta yang mula-mula itu.
Apa saja tanda bahwa cinta mula-mula itu telah lenyap?!
Berikut beberapa di antaranya.

Hubungan jadi garing

Salah satu tanda hubungan garing adalah hilangnya gairah untuk bersenang-senang/ saling menggoda antara satu sama lain. Saat menghabiskan waktu bersama, Anda berdua tidak lagi suka tertawa atau saling melemparkan joke seperti dulu. Hubungan yang ada jadi garing, monoton, datar, dan tidak hidup. Semuanya terasa formal dan kaku.

Hilangnya sikap menghargai

Dulu Anda dan pasangan selalu saling mengucapkan terima kasih untuk setiap perbuatan baik yang ada. Namun, seiring waktu berjalan ucapan itu hilang bak uap. Bahkan Anda merasa biasa saja saat pasangan melakukan sesuatu yang istimewa.

Padahal ucapan terima kasih merupakan suatu ungkapan bahwa Anda menghargai dan peduli terhadap apa yang telah dilakukan/ dikorbankan oleh pasangan.

Komunikasi ala kadarnya

Tidak ada lagi semangat untuk berbagi cerita atau lelucon seperti dulu. Yang ada hanyalah pembicaraan ala kadarnya tentang siapa yang menjemput anak-anak nanti siang. Pembicaraan berlangsung seperlunya saja.

Jarang menyentuh satu sama lain

Sentuhan memiliki efek ‘bisu’ yang lebih kuat pengaruhnya daripada kata-kata. Jika kita menyukai seseorang maka kita cenderung ingin untuk selalu berdekatan dan bersentuhan dengan orang tersebut secara fisik. Hilangnya hal ini bisa jadi menandakan bahwa kadar kasih antara Anda dan pasangan berada dalam tahap sekarat/ mati.

Bicara negatif tentang pasangan

Cara Anda membicarakan pasangan mencerminkan bagaimana isi hati Anda padanya. Jika dulu Anda selalu membanggakan pasangan di depan siapa saja, maka kini yang terjadi adalah sebaliknya. Anda kerap mengeluhkan tentang sikap pasangan pada orang lain.

Lalu, bagaimana agar cinta mula-mula itu bisa hidup kembali?!

Kuncinya hanya satu, lakukanlah lagi apa yang semula Anda lakukan dulu. Anda tidak perlu menunggu agar pasangan yang memulainya dulu. Anda bisa memulainya.

Lakukan lagi hal yang dulu pernah disukai pasangan dari Anda.
Begitu Anda melakukannya lagi, maka pasangan akan bernostalgia dan membuat cinta redup itu hidup kembali.
Semoga…………….

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

27 responses »

  1. dede6699 says:

    benci jadi cnta
    apa nanti bs bhagia
    antra de dngannya
    hehee.. Wahh love is trully..
    Jngn mula” prgi deh..he

  2. awe says:

    keren bun.. rasa cinta memang perlu direfresh terus dan terus..

  3. Batavusqu says:

    Salam Takzim
    Diusia mendekati senja, istri adalah pemberi semangat saya bund.
    Salam Takzim Batavusqu

    duh, bahagianya mendengar hal ini , Mas๐Ÿ™‚
    bunda juga gituh, di usia senja ini, makin merasa lebih dekat lg dgn pasangan hidup kita ya Mas๐Ÿ™‚
    alhamdulillah
    salam

  4. amirul says:

    bingung aku bun..

  5. ayahsauros says:

    biar awet … till the end of time ya bunda

  6. ysalma says:

    cinta mula-mula, resep untuk terus menghangatkan cinta ya bund, siiipp๐Ÿ™‚

  7. Kemarin malam ngobrol ma teman kos sampek bawa2 artikel bunda lho tentang suami istri ….
    Tetik jadi punya referensi nihhh…
    thanks bunda >_<

  8. septarius says:

    ..
    kalo garing disiramin Bun, biar basah hihihi…
    ..

  9. opee says:

    bagus bun,, tips nya bisa dipake wat di stiap RT๐Ÿ™‚ kl bisa tiap hari sayang-sayangan ma pasangannya biar jgn smp layu…

  10. Orin says:

    ‘cinta mula-mula’, suka dengan frase-nya Bun๐Ÿ˜‰

  11. Ahmad says:

    wah bermanfaat banget nih bunda… bagus diaplikasikan ketika sudah berumahtangga nanti..

  12. Arif Bayu says:

    Komunikasi memang penting ya bun,,,,,,, terima kasih bu tipsnya,,,,,,,,:)

  13. memang lebih sulit untuk mempertahankan cinta yang ada ya Bun..(sok dewasa banget ya saya) ^_^

  14. keharmonisan harus selalu dijaga ya bun,,,
    mungkin dengan mengenang masa2 pertama kali menjalin cinta dengannya, keharmonisan akan terus terjaga bahkan bisa semakin harmonis…. Ini baru mungkin ya bun, karena saya belum ngalamin, ooh Tuhaann…๐Ÿ˜€

    salaam

  15. hehe… artikel dewasa *berlagak anak-anak:mrgreen:
    Sepakat bun, cinta mula-mula itu, yang tidak kalah penting adalah bagaimana cara menemukan cinta. Maksudnya, proses memulainya pun sangat mempengaruhi proses perjalanannya sampai kapan pun… <– ah, teori…๐Ÿ™‚

  16. Adi Nugroho says:

    awal dan seterusnya itu harus sama..
    Ribet kalau bosen an..
    Hadeh..
    Mau jd apa?
    Hubungan kayak main main..

  17. aryadevi says:

    kalau memori yang diingat indah…akan membantu hubungan. tapi kalau sakit melulu…malah nambah runyam…

  18. fitrimelinda says:

    pasti efektif yah bund..
    ingatlah saat pertama kali kita jatuh cinta kepada pasangan..๐Ÿ™‚

  19. stuju ma mas bro…hahaha

  20. alamendah says:

    Masukan yang sangat berarti bagi siapa saja yang ingin cintanya terus abadi

  21. veera says:

    waahhh, saya belom nikah bun… ;D

    doain aja entar, beberapa taon lagi, saya gabakal “garing” hubungannya… hoho (halah, ini anak! *dijitak bunda* wk)

  22. Ass…..
    Setuju bun, sentuhan yang indah diawal kehidupanberumah tangga.

    Sukses selalu untuk Bunda sekeluarga.
    Salam
    Ejawantah’s Blog

  23. mama Cal-Vin says:

    terima kasih masukannya bunda, jadi saya yang harus memulai lebih dulu gak apa2 ya๐Ÿ™‚

  24. choirul says:

    wah ini bisa diterapkan nanti kalau saya sudah menikah ya bun…. he he he

  25. Ikkyu_san says:

    setuju bun… sentuhan itu paling efektif.

    EM

  26. vittayuni says:

    Bener banget bun, kadang karena terjebak rutinitas, the feeling fade away….
    padahal the chemistry harus selalu diusahakan berdua…..

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s