Barusan habis bertamu ke rumahnya Usagi, disana Usagi cerita tentang ibu ibu rempong  yang ditemuinya di perjalanan di kereta ,yang senang sekali mengurus urusan orang lain.
Nah, terus dapet ide ini untuk dituliskan……….
Yuk, disimak bersama……..

Jika Anda masih lajang, Anda pasti sudah berulang kali mendengar pertanyaan seperti, “Kok belum kawin, sih?” atau “Kapan kawin?” atau “Kamu sih, pilih-pilih!” Si penanya mungkin tak sadar betapa menjengkelkannya mendengar pertanyaan seperti itu.

Anda sudah mendengarkannya sejak tahap Anda merasa terganggu dengan pertanyaan semacam itu.
Anda mulai kebal, hingga mulai terganggu lagi (ketika sadar usia sudah mendekati 35 tahun).

Mungkin si penanya memang tak bermaksud menyinggung perasaan Anda karena itu memang pertanyaan standar yang akan dilontarkan orang ketika sudah lama tak bertemu.

Oleh karena itu, daripada stres karena mendapat pertanyaan yang itu-itu saja, lebih baik Anda mencoba menjawabnya dengan cara yang berbeda.

Entah itu dengan mengutarakan pandangan Anda tentang pernikahan atau menanggapinya dengan jokes saja.
Yang penting, jawablah dengan tenang, tetapi tetap percaya diri.
Nah, berikut jawaban yang bisa Anda berikan:

“Belum ketemu yang seiman. Kalau sudah seiman pun, belum tentu langsung cocok, kan?”
Jawaban ini akan membuat si penanya respek terhadap kondisi Anda bahwa menemukan pasangan yang seiman adalah prinsip Anda, dan ini jauh lebih elegan daripada menikahi siapa saja karena sudah didesak untuk menikah.

“Yah, gimana dong, dulu aku terlalu lama menghabiskan waktu dengan orang yang salah. Sekarang, aku lagi sibuk-sibuknya. Tapi aku tetap mencari, kok!”
Jawaban ini menunjukkan bahwa Anda bersikap realistis dengan kondisi Anda. Anda terlihat percaya diri, tetapi tetap rendah hati. Setiap orang pernah berbuat kesalahan, dan Anda ingin memperbaikinya. Siapa tahu, akibatnya si penanya akan mengenalkan Anda kepada temannya.

“Kalau aku tahu jawabannya, mungkin aku sudah menikah sekarang, dan kamu jadi patah hati!”
Anda bisa mengatakan hal ini jika yang bertanya seorang pria, dan Anda merasa tertarik padanya. Bila ia juga masih lajang, bukan tak mungkin jawaban ini akan membuka peluang baginya untuk menjajaki hubungan dengan Anda.

“Ah, senang juga kok, tetap melajang. Enggak ada yang melarang kalau mau keluar kota, dan enggak perlu kompromi soal apa pun.”
Anda menunjukkan bahwa menjadi lajang tak selamanya merugikan atau memalukan. Namun, sampaikan jawaban itu dengan ekspresi yang meyakinkan. Bila tidak, Anda hanya akan dianggap menghibur diri atau bersikap defensif. Kalau Anda memang masih menikmati kehidupan lajang, kalimat ini menjadi cara yang baik untuk menjawab pertanyaan.

“Aku masih mencari pria beruntung yang akan mendapatkanku….”
Wow… great answer, great sense of humour! Berikan senyuman Anda yang paling menawan dan tunjukkan kepribadian Anda yang menyenangkan. Jawaban ini juga membuat si penanya sadar bahwa perempuan tetap harus mencari pria yang baik dan dapat diandalkan karena Anda pun punya kualitas yang sama. Hanya karena masih lajang, tak berarti Anda desperate.

“Aduh, belum ketemu Mr Right, nih! Cariin, dong!”
Nah, ini jawaban yang akan menguntungkan Anda. Bila Anda memang cukup sibuk sehingga tak terlalu sering meluangkan waktu senggang bersama teman-teman, si penanya akan merasa tergerak untuk mengenalkan Anda dengan teman-temannya. Bahkan, Anda mungkin bisa mendapat kenalan lebih dari satu. Asyik, kan?

“Ya, jelas harus pilih-pilih dong! Kalau tiba-tiba dia ternyata perampok bank, gimana?”
Ini juga jawaban yang asyik karena Anda menanggapi tuduhan “pilih-pilih” tadi dengan humor. Percayalah, sebagai perempuan Anda memang harus memilih pria yang mampu mendampingi Anda seumur hidup. Dan ini tak mungkin dicapai bila Anda tergesa-gesa memutuskan pria yang ingin Anda nikahi. Tentu, pilih-pilih yang dimaksud bukan “pilih yang ganteng, jangkung, kaya, atau terkenal”.

Sekali lagi, apa pun jawaban yang Anda berikan, Anda harus percaya dengan apa yang Anda katakan.

Bila Anda “membaca” bahwa percakapan itu akan berlarut-larut, segeralah mengganti topik pembicaraan. Ini memperlihatkan bahwa Anda tak bisa diatur olehnya.

Lagipula, jika si penanya tergolong orang yang usil atau gemar mengurusi orang lain, tak ada gunanya meladeninya.

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

59 responses »

Comment navigation

  1. raharjacyber says:

    wkwkwkw…emang iya sih…kalo org yg bertanya itu bner2 peduli akan selesai dg jawaban diatas…ketika masih bertanya…tinggalkan saja, cz org spt tuh penggosip ulung….bukan org yg bener2 peduli thdp kita

  2. negeribocah says:

    kalo kata iklan tipi: MAY … may be yes, may be no
    hehehe

  3. […] 1 per 1 nih. Dilihat sekilas, postingan dengan judul Meramal Masa Depan Sendiri, Yuk……… dan Bosan Ditanya “Kapan Kawin?” Begini Jawabnya! menjadi TULISAN […]

  4. imoe says:

    wkwkwkwkw kalo aku di tanya bun jawabnya…”Loe aja deh ama gw wkwkwkwk”

  5. wuaaaaahh,
    Mantap bund..
    Di save page akh..
    Hehehe

  6. Ahmad says:

    Bikin ngakak nih posting bunda…

  7. citromduro says:

    Sebetulnya sudah lama mencari, tapi kenapa yang di depan saya ini seakan tidak mengeri he.. he..

  8. yustha tt says:

    hehe…dari yang biasa aja dengan pertanyaan itu, sampai udah kebal, sampai akhirnya malah penanya yang udah males nanya… hahaha…..

    jawaban sy biasanya cuma cengar cengir Bun. Hehehe…

  9. mamah Aline says:

    dari beberapa lajang yang saya tanya, rata-rata jawaban mereka hampir sama bun: belum nemu calon yang cocok. entahlah saya usil atau tidak ya🙂

  10. Kalo saya bukan kapan nikahh,,,,, Tapi tiap ketemu temen lama di tanya
    “udah punya anak berapa??? Haduuuuh pusing dech kalo udah di tanya gt hehehehe
    Gimana mau bikin anak kalo Long distance mulu xixixixi

  11. ha.. ha.. ha..cocok juga buat saya Bunda.. pas mudik nih bisa jadi andalan >_<

  12. Irawan says:

    Nanti setelah menikah pertannyaannya berubah menjadi, anaknya berapa? kapan punya anak? dsb. Intinya pertanyaan tak kan pernah habis.

  13. aryadevi says:

    masalah ni..ga bisa komen apa-apa…..merenung…

  14. alamendah says:

    Keknya jawabannya gak saya butuhkan, deh. Soale sudah gak ada yang nanyain kek gitu lagi.
    hehehe

  15. fitrimelinda says:

    wah bund..makasi nih dah dikasi alternafit cara menjawab pertanyaan sejuta umat itu..😀

  16. Sofyan says:

    Alhamdulillah dapat jawabannya..terima kasih bunda..sngat membantu sekali hehe

  17. menone says:

    ayo2 yg blom nikah sekarang udah punya jawaban nich hehehehehehee…..

    salam persahabatan selalu dr MENONE

  18. callmeeno says:

    very…. very like this post… apalagi dng smua saran jawaban diatas… ^^

    tapi, belum ada yg nanyain khan Eno ?🙂
    salam

  19. giewahyudi says:

    Kalau saya, tinggal nunggu tanggal saja.. hihihiii

    trus, trus , bulan apa? en tgl berapa Gie ?🙂
    (pingin tauuuuu aja deh) 😀
    salam

  20. Kang Abid says:

    hm…. jadi nambah referensi jawaban…. makasih bun😀
    tapi malah jadi mupeng kawin…😦

    sok atuh cepetan Kang,
    nti keburu kiamat lho😀😀
    ( provokator)
    salam

  21. Heee… ini pertanyaan memang kadang2 bisa seolah2 menjadi pertanyaan dengan isu SARA saking tidak sukanya orang yang ditanya. Pertanyaan ini boleh jadi adalah salah satu bentuk pertanyaan care dari seorang teman, tapi berpotensi “menyentuh” hati.

    Saya belum cukup terganggu dengan pertanyaan ini Bun. Malahan saya yang sering men”teror” teman2 dengan pertanyaan yang ini.. hehe…:mrgreen:

    jiiiaaaahh……….. ternyata ya Yori yang di posisi si rempong inih …..hahahahaha😀😀
    salam

  22. ysalma says:

    setuju dengan semua pilihan jawaban di atas bund,
    tapi intinya, tetap diri sendiri, ga perlu meradang dengan pertanyaan seperti itu, anggap aja, mereka peduli sama kita ya bund🙂

    bener Mak, asik malahan ya ,ada juga yg perhatian sama kita🙂
    salam

  23. nh18 says:

    Kalau saran saya sih …

    Jawab saja apa adanya …
    “Iya nih … kok belum ketemu juga ya … bantuin cariin dong …”

    Dan menurut saya …
    Usahlah terlalu difikirkan … be positif saja … tetap ikhtiar terus …
    Itu saja …

    salam saya

    sepakat , Mas Enha
    yg penting ikhtiar jalan terus ya🙂
    salam

  24. dede6699 says:

    saya sering bnget ditanya gitu bun..hehe..
    Jawaban really yg sipp nih..🙂

    di cuekin aja De, nanti lama2 juga yg nanya bosen sendiri😀😀
    salam

  25. Triiz says:

    kayaknya perlu di simpan ni bun jawabannya soalnya mumpung belum ada ya nanya *kapan kawin🙂

    nah lho! sekarang bunda yg nomer satu nanyain Trizz deh 😀😀
    ( mau nyoba kyk si rempong)😀
    salam

  26. septarius says:

    ..
    kalo saya jawabannya..:
    ” pinjemin modal dong, kan biaya pestanya mahal..”
    biasanya yang nanya diem, syukur2 kalo balik nanya ” nomor rekening kamu berapa..? ”
    hihihihihi…
    ..

    trus, kalau dah jadi di transfer….. bunda dpt komisi nya gak yaaa… ??😛
    salam

  27. muslimarket says:

    😀
    bagus bagus bagus…

    Alhamdulillah, saya sudah mendapatkan orang yang beruntung itu…🙂

    Alhamdulillah, semoga awet sampai kaken niken ,amin
    salam

  28. chocoVanilla says:

    Tips yang sangat berguna ya, Bun. Itu memang pertanyaan menyebalkan. Nanti setelah nikah ada lagi pertanyaan: “kapan nih mo punya momongan?” halah, ndak ada habisnya😀

    Kan ada lagunya ya, Bun, I’m single and very happy😀

    heheheh…emang bener kok Mbak Choco, pertanyaannya gak kan klaar2 tuh kalau diladenin, mendingan dicuekin aja kali yeee…🙂
    salam

Comment navigation

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s