Kita sering terkejut mendapati pasangan dengan pribadi yang amat berlawanan, namun sukses berakhir di pelaminan. Mereka berhasil melewati segala hambatan yang ada dalam hubungan, meskipun sedikit sekali persamaan di antara mereka.

Kebanyakan hubungan yang berhasil ternyata memang dibangun di atas perbedaan.


Hal ini disebabkan, sesuatu yang berbeda akan terus memercikkan rasa penasaran akan pasangan kita ( opposite attract).

Yang penting adalah, perbedaan tersebut bukan yang bersifat prinsip. Misalnya, soal perbedaan keyakinan.

Atau, perbedaan soal apakah Anda akan menjadi ibu rumah tangga atau ibu bekerja, serta keinginan memiliki anak atau tidak.

Di luar itu, perbedaan yang ada di antara pasangan sebaiknya dinikmati saja, seperti:

1. Selera musik

Anda mungkin kurang cocok dengan selera musik pasangan. Dia menyukai musik-musik oldies yang membuat Anda ingin tidur saat mendengarnya. Sedangkan Anda senang musik-musik masa kini yang lebih nge-beat. Tidak ada salahnya untuk memberikan empati pada hobi masing-masing pasangan, kan? Pengetahuan kita akan musik jadi bertambah, dan kita bisa berbagi.

2. Pengetahuan yang berbeda

Saat ke toko buku, ia langsung mendatangi rak buku dengan tema-tema militer. Sedangkan Anda langsung santai membaca novel sastra atau novel ala Albert Camus dan Satre. Ia menganggap buku-buku Anda kelewat serius, sementara Anda pun tidak mengerti apa yang membuatnya tertarik dengan militer (karena ia tidak berkarier di militer). Keuntungan dari perbedaan minat ini adalah, Anda dan suami bisa saling berbagi mengenai info baru.

3. Punya teman dengan latar belakang berbeda

Teman-temannya selalu ribut membicarakan persiapan untuk naik gunung atau alat-alat perlengkapan diving yang Anda tidak paham. Mereka juga tampil kucel dengan sandal jepit dan baju kaos kusam. Sedangkan teman-teman Anda selalu “wangi”, dan rajin membawakan buah tangan untuk Anda.

Siapa bilang Anda tidak bisa berdamai dengan situasi seperti ini?
Makin berbeda, maka makin seru.
Anda pasti bosan melihat perilaku yang serba diatur, kan?

4. Anda punya tabungan, dia boros!

Profesor dari Warthon School of Finance mengatakan bahwa kita terkadang tertarik dengan orang yang punya gaya hidup atau cara mengelola keuangan yang berbeda dengan kita sendiri.
Mungkin ia tidak punya simpanan deposito seperti Anda, tetapi ia menginvestasikan uangnya dalam bentuk rumah atau mobil.

5. Gaya pakaian yang berbeda

Anda ingin setelah menikah tinggal di rumah yang jauh dari kebisingan, sedangkan ia ingin tinggal di tengah kota. Ia punya selera pakaian yang nyentrik, sedangkan Anda cenderung konservatif.

Ladies, tidak perlu berkeras hati mengubahnya.
Setiap usaha akan mendapatkan jalan terbaik.
Ikuti saja keinginan si dia atau sebaliknya.

Anda akan mendapatkan pengalaman yang jauh lebih kaya daripada pasangan yang memiliki selera yang sama.

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

25 responses »

  1. Asop says:

    Betul, Bun.😀
    Bahkan saya mulai berpkir, sepasang kekasih akan lebih baik jika punya hobi yang tak sama.
    Jadi, semisal si pria suka ngumpulin mainan, si wanita hobi ngoleksi buku. Nah, kedua orang ini bisa saling memanfaatkan. Si pria bisa menahan “nafsu” belanja buku si wanita, dan si wanita juga harusnya bisa mengingatkan “nafsu” beli mainan si pria.😀
    Saling mengingatkan gitu, semisal bahwa duit yang terpakai sudah terlalu banyak, atau jatah untuk beli buku/mainan bulan ini sudah habis.🙂

    malah asik khan, Sop ? 🙂
    bisa saling tuker pengetahuan dan cerita2 yg beda🙂
    ini lah namanya menikmati dinamika bersama pasangan kita🙂
    salam

  2. dmilano says:

    Saleum,
    syukurlah bun, kami sekeluarga saling mengharagai selera masing2….🙂
    saleum dmilano

    alhamdulillah, makin indah kan jadinya🙂
    salam

  3. diananeeh says:

    dengan perbedaan kita bisa saling menghargai Bun, tapi klo bedanya prinsip kayanya I’m Sorry Good Bye…

  4. ajeng risma says:

    hidup di dunia tanpa perbedaan akan terasa sepi,,,

    iya ya Ajeng, seragam semua nya, monoton deh …………..😀
    salam

  5. Batavusqu says:

    Salam Takzim
    Iya bener bund. dengan perbedaan kita jadi tau keinginn pasangan kita dan itu menjadi dinamis dalam membina rumah tangga bund.
    Salam Takzim Batavusqu

    sepakat Mas Isro,
    dlm perbedaan inilah, kita jadi mau berusaha utk saling memahami dlm kasih sayang🙂
    salam

  6. susisetya says:

    Yang penting jangan mempersolkan perbedaannya tapi memberikan toleransi akan perbedaannya, seperti saya dan suami juga banyak sifat dan hobby yang beda, jalan keluarnya saling mengisi atau saling mengalah (meskipun pada akhirnya saya yang lebih banyak mengalah.. : ( ), tapi kalau dilakukan dengan sepenuh hati rasanya asyik asyik aja tuh… :)…..

    bener banget Susi…………..perbedaan bukan utk dipertengkarkan,
    namun justru utk memperkaya diri,
    apalagi dlm sebuah ikatan perkawinan, dimana kita kudu belajar dan belajar terus
    agar bisa awet hingga kaken niken ya🙂
    salam

  7. niQue says:

    hihihi saya banget tuh bun
    saya sama suami sangat sangat bertolak belakang
    wlo tentu saja masih ada yang sama sih

    dan, kalian berdua tetap mesra , malah makin sayang khan Nik ?🙂
    salam

  8. giewahyudi says:

    siap dipraktekkan Bun

    awas lho ya , kalau gak Gie😛
    salam

  9. wah, tips yang ini bener2 sarat akan take action, dilogikannya cocok semua tipsnya bun, salam.

    Alhamdulillah, terimakasih ya Hanif🙂
    salam

  10. dede6699 says:

    woww.. Terimakasih bunda🙂
    ini membuat saya semakin memahami akn perbedaan.. Sdikit ttg diri’a..hehee

    perbedaan itu indah, bila kita mau saling menghargai ya De:)
    salam

  11. Lyliana Thia says:

    Perbedaan minat, hobi, latar belakang, kebudayaan, dll, memang menjadikan rumah tangga lebih berwarna yah Bun? Nggak berarti yg sama, nggak berwarna jg sih, hehehe…😀

    ya gitu deh Thia,
    kakak beradik aja pasi beda ya
    apalagi dgn pasangan kita, pastilah hanya ada sedikit saja kesamaannya🙂
    salam

  12. lozz akbar says:

    bener juga ya Bun.. jika ada sebuah perbedaan kan enggak habis-habisnya bahan bagi kita untuk saling mengisi dan melengkapi, nambah ilmu lagi, nambah jatah anggaran kopi lagi loh Bun, kan semakin banyak yang saling ingin kita ketahui di antara kita, tu berarti semakin panjang juga obrolannya hehehe

    Maaf Bunda, Akbar baru mampir.. maklum baru drop baterei nih

    sepakat dgnmu, Akbar🙂
    oh ya, gimana sekarang Akbar?
    dah lebih sehat khan?🙂
    alhamdulillah, semoga selalu sehat ya Akbar
    salam

  13. marsudiyanto says:

    Menurut saya, beda selera justru memperkaya suasana Bun…
    Kalau seleranya sama, monoton dan disitulah justru awal retaknya hubungan.
    Mari berbeda selera

    kita khan memang dah beda selera nya , Pak Guru🙂
    Pak Guru selalu keren dgn anti biasanya🙂
    salam

  14. vittayuni says:

    saya on time, dia just about time…. (curcol dwehhh)
    solusinya, kalo ada acara jam 9, saya bilang jam 8…. (nah lo, ngajarin boong)

    *tosss dulu akh*🙂
    heheheee….kok bisa sama sih kita Vitta ?😀😀
    bunda juga suka gituh,
    abis dari pada keringetan nungguin nya, mendingan aja boong dikiiit🙂
    salam

  15. nasehat & pelajaran buat saya dalam mendapat pasangan…😀

    pasangan ya harus saling mengerti dan menerima perbedaan. namanya juga manusia, yang pasti ga mungkin sama..

    salaam

    iya bener banget Ruri🙂
    kakak beradik yg sekandung aja, pasti beda ya
    salam

  16. Aubergine says:

    bener mbak, beda tapi tetap satu. Indonesia raya juga orang2nya bersuku2 yg amat sangat berbeda adat istiadat. tapi tetep satu toh. walau kadang suka tawuran juga antar warga. hehehehe…

    hahahaa…kalau masalah tawuran nya , itu sih memang dari sananya dah niat sih, pengin tawuran , iya khan?
    buktinya dah siap2 dgn segala macem senjata segala😦
    salam

  17. bundamahes says:

    dia pendiam dan saya cerewet😳

    dan, tetap cocok juga saling melengkapi ya Ika🙂
    salam

  18. arkhanku says:

    tapi bedanya jangan banyak2 kan Bun?🙂

    hahahha….selama bisa saling mengisi dan bukan yg prinsip , ya gpp kok Arkhan🙂
    malah makin indah penuh warna lho🙂
    salam

  19. aryadevi says:

    hehe..belum bisa banyak berkata untuk perbedaan….pasangan…tapi ikut dengan apa yang BUnda tulis, selama bukan prinsip tak masalah….

    perbedaan yg bukan prinsip, malah membuat sebuah perkawinan makin indah dan berwarna ya gak Arya ?🙂
    salam

  20. tunsa says:

    waahh…kira-kira si dia gimana yah?😀
    salam

    Nah lho, gimana Ri?
    tanyain dong ke dia🙂
    salam

  21. diananeeh says:

    terkadang perbedaanlah yang menyatukan kita (sotoy banget ya Bun saya) ^_^, selama prinsip tidak berbeda apalagi beda agama, its okey…

    gak lah Diana, gak sotoy kok🙂
    bener banget lho itu🙂
    salam

  22. Mama Cal-Vin says:

    saya dengan suami banyak sekali pun perbedaannya, saling melengkapi dan menghormati saja

    sepakat Lidya, memang dgn saling mengisi lah, perkawinan insyaallah bisa langgeng ya🙂
    salam

  23. Arif Bayu says:

    Bukankah perbedaan itu ada untuk kita saling melengkapi, setuju sama bunda…🙂

    uhuy…..Arif setuju lho dgn Bunda🙂
    terimakasih ya Rif
    salam

  24. oo githu ya Bunda ….
    sambil manggut2🙂

    jangan kelamaan atuh manggutnya Tetik😛
    salam

  25. dhila13 says:

    setuju bun, yang penting saling percaya dan mecinta.. berusaha memahami dan berempati dan memberi atensi pastilah akan menimbulkan benih cinta yg tak pernah pudar.. *ciee dilaaa gayanya kyk konsultan cinta aja. padahal blum nikah tuuh:mrgreen:

    walaupun blm nikah, khan gpp Dhila🙂
    memang Dhila ini khan smart, bunda tau kok🙂
    salam

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s