Anak kita sulit diatur, tak mau belajar, egois, manja, atau suka melawan?
Jangan langsung menyalahkan anak, orang-orang di sekitarnya, atau “keadaan” bila si kecil menjadi anak yang bermasalah.

Sebab, apa pun yang menjadi keluhan orangtua tentang anaknya, sebenarnya adalah kesalahan orang tua itu sendiri.

“Kebanyakan orangtua menyalahkan anak-anak mereka.
Padahal, orangtua seharusnya mau melihat ke dalam dirinya, apa yang salah sehingga anak sulit diatur,” ujar Melly Kiong, penulis buku Cara Kreatif Mendidik Anak .

Anak menjadi “bermasalah” karena mereka ingin menunjukkan ketidaksepakatan mengenai sikap orangtua mereka.

Bila kita bertanya kepada anak, adakah hal yang mereka keluhkan mengenai diri kita, mereka mungkin akan mengatakan bahwa kita/orang tua  galak, sok tahu, sok sibuk, tukang ngatur, egois, diktator, atau terlalu memanjakan.

Oleh karena itulah, apa pun yang terjadi pada anak, adalah karena orangtuanya.

“Jangan menyalahkan anak-anak jika mereka senang main game. Yang membelikan game kan orangtuanya,” ujar Melly memberi contoh.

Masih banyak contoh perilaku kurang baik dari anak yang sebenarnya dipicu oleh perilaku orangtua yang tidak menyenangkan.
Misalnya,  anak-anak suka melawan karena orangtuanya diktator.
Anak-anak manja karena orangtuanya memang terlalu memanjakan.
Anak-anak egois karena orangtuanya pun egois.

Kita pernah menjadi anak-anak, sedangkan anak-anak tidak pernah menjadi kita, orangtua.

Oleh karena itu, dalam mendidik anak, masuklah ke dalam posisi anak kita, bukan memaksakan kehendak kita sendiri.

Kesalahan orangtua lainnya adalah sering terlalu cepat menyimpulkan perilaku anak yang dianggap tidak sesuai nilai-nilai yang dimiliki.

Bila anak-anak menunjukkan sikap yang sulit diatur, Anda bisa mencoba mengatasinya dengan melakukan beberapa cara berikut:

1. Melibatkan anak untuk membuat aturan bersama sehingga ketika ia melanggar, ia bisa diingatkan lagi mengenai aturan-aturan yang telah disepakatinya.
Buat konsekuensi dari pelanggaran tersebut berupa hukuman yang juga disetujui oleh anak.
Jadi ketika mendapat hukuman, anak tidak kaget lagi karena ia yang menyetujui konsekuensi tersebut.

2. Bangun mental juang anak-anak.
Biasakan agar anak mendapatkan sesuatu dengan perjuangan.
Misalnya ia akan mendapatkan mainan apabila dapat membuat prestasi tertentu. Bahkan untuk uang jajan, biasakan memberinya sesuai kebutuhan anak.
Jika anak menginginkan lebih, anak harus melakukan sesuatu yang bermanfaat atau membanggakan agar bisa mendapatkan uang lebih tersebut.

3. Bangun kepercayaan diri mereka.
Biasakan untuk memuji setiap perbuatan baik yang dilakukan anak di rumah, sekecil apa pun, untuk membangun kepercayaan dirinya.
Berikan sebutan-sebutan yang membuat anak bangga kepada dirinya seperti “si pintar” atau “si cantik” atau “si cerdas”.

4. Bangun “Museum Kasih Orang tua”.
Abadikan setiap momen bersama anak-anak.
Misalnya menyimpan tiket bioskop ketika nonton bersama, menyimpan tiket pesawat ketika melakukan liburan bersama, atau menyimpan foto dan video kenangan dengan baik.
Semua benda kenangan tersebut dapat dibuka dan dikenang bersama anak-anak suatu hari, untuk mengingatkan anak-anak akan masa-masa bahagia bersama ibu dan ayah.

5. Buat catatan-catatan yang mendekatkan orang tua dengan anak.
Misalnya sebelum anak berangkat sekolah, tuliskan catatan-catatatan tentang betapa sayangnya Anda kepada anak, lalu masukkan ke dalam kotak pensil.
Atau tempelkan kertas berisi pesan-pesan sayang Anda di kulkas ketika Anda akan bertugas ke luar kota agar anak selalu merasa dekat dengan Anda.
Buat pesan-pesan yang menyentuh anak sehingga anak mengerti apa yang boleh dan tidak boleh dilakukannya tanpa merasa diperintah.

Hal-hal yang memengaruhi kesuksesan adalah kecerdasan intelektual, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual, dan ketahanan menghadapi masalah.

Kecerdasan intelektual bisa dipertajam dengan pendidikan formal di sekolah.
Namun kecerdasan emosi, spiritual, dan ketahanan menghadapi masalah adalah tugas orang tua untuk melatih anak-anaknya

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

47 responses »

Comment navigation

  1. Halo. Saya menemukan situs web Anda melalui Google ketika mencari masalah yang sama, situs web Anda tiba di sini sampai. Tampaknya baik. Saya telah bookmarked di bookmark saya google untuk kembali lagi nanti.

  2. Citra W. Hapsari says:

    iya bund,bener bgt..
    anak itu bisa jd cermin orang tuanya kn? hehe

  3. rudy hariawan says:

    betul betul betul
    orang tua adalah teladan bg anak anak

  4. Batavusqu says:

    Salam Takzim
    Setuju bund. Jangan menyalahkan anak yang susah diatur, instropeksi diri lah, makasih ya bund
    Salam Takzim Batavusqu

  5. ya emang benar sekali saya sangat setuju klw anak khan ga jauh dari kasih sayang ortu ibarat buah ga jauh jatuh dari pohonnya…mknya jangan dulu salah orang lain…koreksi dulu tuh ortu

  6. dedewinasis says:

    saya sekarang nakal jhe…piye anakku nanti yaa
    salam kenal bu….BW
    http://dedewinasis.wordpress.com

  7. warm says:

    singkat saja komen saya
    : adalah merasa tertohok😀

  8. eniharyanti says:

    trimakasih Bunda, saya jadi tahu bagaimana saya harus menghadapi anak2…

  9. usagi says:

    Nanti aku bilang mama gini ah
    “Mammmm kata bunda aku mada gara-gara mama,, hee hee hee jdi bukan aku yg mada,, mama yg salah”
    *langsung di jitakkk mamih ama mama*

  10. Artikel yang sangat bermanfaat…
    makasih Bun…

  11. Tips yang sangat bagus dan bermanfaat Bun untuk para calon orang tua. Seorang anak akan lebih mencontoh prilaku dari budi pekerti dari orang yua atau orang-orang terdekat disekelilingnya untuk selalu mencontohnya, dari pada mendengarkan hanya sekedar nasehat.

    Sukses selalu Bunda dan keluarga.

    Salam

    Ejawantah’s Blog

  12. fharkhan says:

    ilmu yang sanga bermanfaat bua bekal kelak saat berumah tangga..
    salam kenal bunda dan terima kasih..

  13. mamah Aline says:

    Bunda Ly, ada beberapa poin yang sudah diterapkan untuk anak-anak tapi saya belum mencoba salah satunya poin 4, museum kasih orang tua.
    makasih sharing berharganya di posting ini, saya suka sekali..🙂

  14. monda says:

    hi.hi…hi.. udah mulai mikir mama nggak boleh ngomel2 kalau anak nggak makan sayur, mama juga makan sayurnya cuma dikit…:D

  15. beberapa tipsnya udah kujalani, bunda. semoga kelak aku bisa menjadi ayah yang baik untuk setya.

  16. madinah says:

    Wah kayanya saya merasakan banget nih

  17. giewahyudi says:

    Anak itu cermin bagi orangtua ya, Bunda?

Comment navigation

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s