Sekuat apapun fisik yang dimiliki seseorang, sepintar apapun dia, dan seahli apapun dia dalam bidangnya, semua itu bakal ‘lumpuh’ dan tak berarti jika di dalam hatinya bercokol rasa khawatir.

Apa yang kita khawatirkan saat ini? Atau, mungkin ada di antara kita yang membuka hari dengan kekhawatiran dan menutupnya dengan kecemasan yang lebih parah.

Berikut ada beberapa kecemasan yang kerap melanda kita semua, namun untungnya ada ‘obat’ untuk bisa sembuh dari perasaan negatif tersebut.

Khawatir kesehatan pribadi

Kenyataan: Setiap orang khawatir akan sakit , penyakit yang mungkin diidapnya, dan bagi yang sedang merangkak mendekati usia lanjut ( seperti saya tentunya ),  mulai sering mengeluh tentang tubuh yang terasa sakit pada bagian ini-itu.

Titik paling sensitif berlaku bagi kita yang pernah mendapati orang terdekat mendadak sakit atau meninggal akibat penyakit mematikan. Atau, bagi yang pernah bermasalah kesehatannya, maka  pasti akan lebih concern tentang hal itu.

Apa yang harus dilakukan? Lakukan check up secara teratur untuk mencari tahu apakah kesehatan kita tetap baik-baik saja, dan jangan lupa terbuka pada dokter. Lalu, fokuskan diri pada hal positif yang bisa dilakukan, misalnya menjaga pola makan, dan gaya hidup sehat lainnya.

Khawatir tentang hubungan dengan seseorang

Kenyataan: Hubungan antar manusia selalu penuh dengan tantangan.
Titik sensitif berlaku bagi kita yang pernah dikhianati, trauma diabaikan, atau tumbuh dalam keluarga broken home.

Apa yang harus dilakukan? Selidiki hubungan ini dengan bertanya pada diri sendiri, seberapa sering kita frustasi dan marah pada pasangan kita atau  orang lain, dan dalam situasi bagaimana biasanya hal tersebut terjadi.

Tuliskan pemikiran itu, sebab menuangkan rasa cemas dalam sebuah kertas akan memudahkan kita mengevaluasi dengan pikiran jernih. Renungkan seberapa masuk akalnya ketakutan tersebut, lalu carilah waktu yang tepat untuk membicarakan hal tersebut dengan orang yang bersangkutan.

Khawatir Dipecat

Kenyataan: Dalam keadaan ekonomi yang tak menentu seperti zaman ini, tetap tidaknya penghasilan dan pekerjaan yang dimiliki merupakan hal yang masih tanda tanya. Seseorang bisa dengan begitu mudah merasa terancam dan ketakutan jikalau posisinya tiba-tiba digantikan orang lain, dan itu berarti dirinya….dipecat. Oh, tidak!

Titik paling sensitif berlaku bagi Anda yang melihat teman dekat atau pernah mengalami sendiri pahitnya di-PHK.

Apa yang harus dilakukan? Tetapkan diri untuk menjalani hidup dari sehari ke sehari, nikmati dan syukuri. Cara ini merupakan cara yang paling manjur untuk mengurangi stres. Kita juga bisa melakukan usaha nyata untuk ‘menyelidiki’ aman-tidaknya posisi kita di kantor. Temui bos dan mintalah evaluasi darinya, bagian mana yang mesti ditingkatkan.

Ada sebuah kutipan dari buku “worry cure” yang saya tuliskan dibawah ini :

“Adalah sikap yang bijak pula untuk melihat jauh ke depan dan menerima setiap kesempatan yang bisa membawa karir Anda ke posisi yang lebih tinggi”,  Robert Leahy, Ph.D., pengarang The WORRY CURE.

Mungkin ada kekhawatiran lain yang pernah sahabat alami, berikut cara menyiasatinya? Mohon sahabat sudi membaginya disini.

Salam


About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

25 responses »

  1. Kekhawatiran emang sering memporak porandakan keadaan….daripada khawatir emang lebih baik belajar memperbaiki diri, kinerja, menjaga kesehatan dll.

    sepakat 100% dgnmu, Hani sayang🙂
    salam

  2. Prima says:

    selalu berpikir positif bunda… mungkin cara sederhana untuk mengusir rasa khawatir… pas banget sama aku yang lagi worry…😦

    don’t worry dong Pim sayang🙂
    pasrah dan tawakal ja ya nak🙂
    salam

  3. rasa khawatir tidak akan membebani jika Allah selalu ada dlm hati kita.

    Terimakasih sharingnya Bunda…🙂

    sepakat dgnmu, Win🙂
    salam

  4. monda says:

    be positive, jangan terlalu banyak khawatir ya bun, hidup ini sudah ada yang mengatur

    setuju sangat dgnmu, Mbak Monda
    gak ada yg perlu dikhawatirkan kok ya🙂
    salam

  5. wahyubmw says:

    JAngan khawatir, dont worry, bundadontworry🙂
    teringat lagu : syukuri apa yang ada ….. bla bla lupa syairnya

    hidup adalah anugerah……… (d’massiv yg nyanyi khaaann…. ?)😀
    salam

  6. Lidya says:

    bersyukur dengan yang ada sekarang ya bun

    dengan selalu bersyukur, insyaallah kita gak pernah kecewa ya Lidya sayang🙂
    salam

  7. wuaaahh, bener bund,
    Tiap orang pasti punya kekhawatiran yang berbeda beda,
    Misalanya one,
    Skrg one lgi khawatir bgt kalo kelingking one yg dulu sempat patah gak bisa sembuh normal lagi,,
    Aduuuh, mudah mudahan aja kelingking one bsa normal lagi..

    kekhawatiran memang manusiawi ya One,
    yg penting jangan terlarut dgn terus menerus khawatir🙂
    syukuri saja apa yang ada , iya gak?🙂
    salam

  8. mendekatkan diri pada yang kuasa. Bentuk ketidak jelasan masa depan. Karena masa depan tak satupun dapat melihatnya dengan jelas. Semakin dekat dengan Tuhan, semakin tenang pikiran dan jauh dari rasa khawatir.

    setuju Hanif, dgn berusaha maksimal utk menwujudkan masa depan, itulah tugas kita,
    namun agar terjadi, itu adalah urusan Allah swt ya ,
    so…….syukuri apa yg ada🙂
    salam

  9. casrudi says:

    Sebagai manusia normal, kekhawatiran itu pasti ada🙂 Betul di tulisan Bunda, menikmati dan mensyukuri adalah cara yang paling manjur untuk mengurangi stress. Kalaupun kekhawatiran itu benar2 terjadi, sudah sewajarnya karna memang manusia terlahir dgn hampa ditangan. Wajar jika “Yg Punya” mengambilnya kembali. Kecendurungan manusia khawatir akan kehilangan. apa saja.

    Salam hangat buat Bunda🙂

    bener banget Kang Cas,
    kita memang terlahir tanpa apapun, namun lucunya justru kita khawatir kehilangan apa2 ya🙂
    senangnyaaa…….sahabat lama yg hebat , sudi mertamu kesini lagih😀
    salam

  10. Batavusqu says:

    Salam Takzim
    Saya khawatir penyakit saya yang itu datang lagi, namun saya mendapatkan penawarnya disini, saya akan rutin check up agar saya mampu mengetahui sejauh mana penyakit itu menyerang. Terima kasih bund. atas segala penawarnya
    Salam Takzim Batvusqu

    wah, kalau Mas Isro, insyaallah sehat terus ,
    krn rajin banget menggowes si batavus nya yg keren itu🙂
    salam

  11. lozz akbar says:

    saya kawatir suatu saat otak saya buntu enggak bisa posting lagi di blog saya Bun.. nah makanya sekarang saya giat belajar dari blog satu ke lainnya.. termasuk sering loh Akbar ngintip-ngintip disini buat nimba ilmu

    hayyah…………akbar ini senangnya ya merendah terus,
    wong tiap hari selalu ada postingan keren di blognya khan?🙂
    salam

  12. maminx says:

    hehehe semua ada masanya ya bunda. tetep semangat aja jalani nya, amin..

    iya tuh bunda aneh ko bisa masuk spam, 2 komen lagi. udah saya approve kok, udah terpampang di halaman, he. makasih bunda, salam hangat🙂

    nah, ini yg penting Mamin, tetap semangat🙂

    iya, satpamnya galak ya Mamin😦
    alhamdulillah, dah dilepaskan tanpa syarat oleh Mamin yaaa………🙂
    terimakasih ya Mamin
    salam

  13. Bayu says:

    Tuliskan pemikiran itu, sebab menuangkan rasa cemas dalam sebuah kertas akan memudahkan kita mengevaluasi dengan pikiran jernih.

    wihhh setuju nih bunda. bisa juga dengan cara tulis di blog yahh

    bener Bayu, kan lumayan jadi utk up date blog sekalian yaaa😀
    salam

  14. marsudiyanto says:

    Beruntung saya nggak termasuk yang gampang khawatir…
    Tapi saya tetep mempelajari ilmu penawarnya, siapa tau setelah ini saya jadi orang yang selalu khawatir

    gak khawatir itu=dontworry lho Pak Guru😀
    jadi, sama dong kita yaaaa………..😛
    salam

  15. Assalamu’alaikum bunda…
    saya lagi mempelajari benar yang ini bun,
    Khawatir tentang hubungan dengan seseorang…
    sebab saya merasa pernah mengalami… halah jadi curhat.. heheh…
    makasih bun pencerahannya…
    salaam

    walaikumsalam.wr.wb.Ruri
    selalu ada kekhawatiran bila blm ada kepastian ya ,
    semoga baik2 saja hubunganmu ya Ri🙂
    ( xixiixi…curhat jg gpp kok Ri🙂 )
    salam

  16. tipsnya bagus ni bun,,

    alhamdulillah, terimakasih , semoga bermanfaat🙂
    salam

  17. Triiz says:

    kl mnurut saya khawatir tu manusiawi bun, yg penting gimana kita merubah rasa khawatir itu sbg semangat unk bisa bangkit. Saya pernah khawatir nggak lu2s ujian, tapi gara2 khawatir juga akhirnya saya kerja keras unk bisa lu2s.jadi khawatir itu bisa jadi anugrah kan🙂

    wah, hebatnya dirimu Triiz,
    merubah kekhawatiran menjadi semangat positif🙂
    salam

  18. Arif Bayu says:

    Kekhawatiranku sekaranmg terfokus sama anak & istriku Bun, semoga Allah memberi kemudahan dalam persalinan, serta keselamatan untuk anak & istri saya….. terima kasih bun infonya……:)

    kekhawatiran semacam ini, krn Arif cinta dan sayang dgn istri dan calon bayi
    semoga ibu dan calon bayi selalu sehat ya Rif🙂
    salam

  19. betul bngt bun….setiap hari ada aja kekhawatiran melanda sibungsu ini…:)

    dan, semoga sekarang dah gak sering khawatir lagi🙂
    salam

  20. citrosblog says:

    Tips yg menarik bunda
    Omong english ver. Udah ada blum?🙂
    Kesehatan merupakan sesuatu yang sangat berharga. Apa chekup rutin tdk akan menambah rasa khawatir dg kesehatan.🙂
    Tapi mang perlu utk mengetahui kondisi badan serta antisipasi yang harus dilakukan. Sakit dan sehat sudah ada yang ngatur, serta segala hal lainnya. Memohon dan pasrah padaNYa, khawatir niscaya sirna

    Lho kok malah ceramah

    ya, Mas Citro, ketika kita pandai menjaga kesehatan dgn gaya hidup sehat,tentu gak ada lagi yg perlu dikhawatirkan lagi🙂
    salam

    Salam dari pamekasan madura

  21. alamendah says:

    (Maaf) izin mengamankan KETIGAX dulu. Boleh, kan?!
    kalau bagi saya khawatir itu boleh. Justru kalau enggak biasanya bikin terlena dan gak waspada. Tapi yang penting kekhawatiran itu gak bikin ketakutan dan enggan bertindak.

    uhuy………….Mas Alam akhirnya datang dgn sapaan khasnya🙂
    sepakat dgnmu Mas, kekhawatiran jgn bikin kita gagap menjalani hidup🙂
    salam

  22. melly says:

    makasih bunda sharing tentang ini🙂

    alhamdulillah, terima kasih juga Melly🙂
    salam

  23. fitrimelinda says:

    yang aku khawatirin sekarang : kapan aku merid budn..padahal bentar lagi udah 25 tahun..dah tuwir nih..😀

    lho, baru 25thn belum tuwir dong Fitri sayang🙂
    dan ketika sudah waktunya pasti akan segera terlaksana🙂
    jadi, gak perlu ada yg dikhawatirkan ya Fitri🙂
    salam

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s