Sepasang suami istri memutuskan untuk mengadakan kencan romantis pada suatu malam. Mereka pergi nonton bersama.

Karena tak terlalu suka dengan keadaan yang menyilaukan mata, maka sang istri memutuskan untuk mengenakan kacamata hitam.

Film pun selesai diputar, dan pada sepanjang perjalanan pulang, sang suami terus memuji film yang baru mereka tonton.

Menanggapi komentar suaminya, sang istri hanya bisa berkata lirih, “Ya sayang, ceritanya memang bagus. Hanya sayangnya, film tadi kok hitam putih ya…”

“Hitam putih bagaimana? Tadi jelas-jelas ada warnanya kok…”, tukas sang suami. “Tapi yang aku lihat beda. Yang ada cuma warna hitam dan putih saja..” bantah sang istri.

Gubrak!

Mungkin ilustrasi di atas hanyalah sebuah cerita konyol, namun bukankah kondisi macam ini sering kita alami?

Kapan hal itu terjadi?

Saat kita memiliki sudut pandang yang berbeda dengan orang lain, dan kita bertengkar karenanya.

Ketika kita menganggap bekerja di kantor merupakan hal yang lebih menyenangkan daripada turun ke lapangan, maka orang lain belum tentu berpendapat sama.

Atau, saat kita menganggap bahwa tertawa lepas merupakan sesuatu yang tidak sopan, namun bagi orang satu itu, yang di pojok sana tuh, ia justru tampak sangat terhibur ketika melakukannya.

Ada lagi, wanita satu mungkin lebih suka berendam saat mandi, lainnya lebih rileks saat berada di bawah guyuran air.

Yang satu suka hujan, yang lain takut becek.

Jika mau diulas satu-satu, entah ada berapa banyak sudut pandang yang berbeda di antara miliaran manusia di dunia ini.

Intinya di sini adalah bahwa setiap kita terlahir dengan kacamata berbeda.

Tak perlu berdebat dengan orang lain hanya untuk membenarkan diri sendiri.

Tak perlu juga memaksa orang lain untuk memahami sudut pandang kita.

Sebab seseorang baru bisa memahami orang lain saat ia mau melihat dunia dari kacamata yang berbeda.

Maukah Anda?

Salam

Advertisements

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

40 responses »

Comment navigation

  1. wyd says:

    tanpa ‘kacamata’ pun kita ‘mungkin’ berbeda kan, bun?

  2. mauuuu buunnnn πŸ™‚

    sedang belajar memandang dari berbagai sisi dalam setiap kejadian πŸ™‚

  3. dhila13 says:

    ngeliat postingan bunda yg ini aku jd pengen ganti kaca mata.. fufufu

    ganti dengan ka amata yg lebih bijak ya Dhila πŸ™‚
    salam

  4. lozz akbar says:

    lewat ngeblog saya sedang belajar juga Bun… mencoba mengerti sebuah persoalan dari sudut pandang kacamata orang lain

    ya Akbar, kita bisa belajar dimana2 ya, termasuk melalui dunia blog ini πŸ™‚
    semoga Akbar makin bijak ,amin
    salam

  5. Etik says:

    Wah,,,,,
    materinya tentang kompleksitas sudut pandang yang bukan untuk diperdebatkan…..
    Salut, Bun. Selalu inspiratif…. ^_^

  6. ceritabudi says:

    Tergantung kaca mata apa yang ia gunakan ya Bunda, kita tidak harus menjadi satu namun bagaimana kita bersatu untuk sebuah tujuan.

    intinya memang seperti itu Budi πŸ™‚
    salam

  7. kris says:

    Saya mau spt itu bun… tidak meremehkan dan menganggap aneh pandangan seseorang tetapi bisa memahami dan menyelami pandangan dari ‘kacamata’ orang tersebut…

    tidak mudah, namun bukan berarti tdk bisa ,
    yg penting satukan dulu cara pandang kita ya Kris πŸ™‚
    salam

  8. shanty says:

    Awalnya lucu….tapi setelah dibaca lebih lanjut, hm…ternyata menyimpan kesan yang sangat mendalam. nice post, Bun…

    terimakasih Shanty…. πŸ™‚
    salam

  9. yustha tt says:

    tapi gk perlu memaksa memakai kacamatanya kan Bun? Bisa2 gk cocok sama mata kita.. πŸ™‚

    belum ketauan berapa plus atau minusnya ya Tt…… πŸ˜€ πŸ˜€
    salam

Comment navigation

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s